Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Ikan Sapu-Sapu Harus Dikubur agar Mati? Ini Penjelasannya!
ilustrasi ikan sapu-sapu (pexels.com/Monamie Chakravarti)
  • Ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif yang populasinya meningkat pesat di sungai-sungai, sehingga perlu dikendalikan agar tidak merusak keseimbangan ekosistem perairan.
  • Penguburan dilakukan karena ikan sapu-sapu mampu bertahan hidup di darat dengan memperlambat aktivitas tubuhnya, sehingga cara ini memastikan akses oksigen tertutup total dan ikan benar-benar mati.
  • Tindakan mengubur juga mencegah penyebaran logam berat berbahaya dari tubuh ikan ke lingkungan, sekaligus menghindari risiko ikan hidup kembali dan mencemari ekosistem sungai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies hewan invasif yang sulit dimusnahkan. Sejak mendominasi perairan seperti sungai di Jakarta, ikan ini semakin sering ditemukan dalam jumlah besar. Upaya penanganan pun terus dilakukan untuk menekan populasinya agar tidak terus meningkatkan dan membahayakan ekosistem sungai.

Salah satu metode yang kerap dilakukan adalah dengan mematahkan tubuh ikan sapu-sapu lalu menguburnya. Cara ini mungkin terdengar sederhana, tetapi dilakukan dengan alasan tertentu. Lalu, mengapa ikan sapu-sapu harus dikubur agar benar-benar mati? Yuk, kupas tuntas jawabannya di bawah ini!

1. Mencegah ikan bertahan di darat

ilustrasi ikan sapu-sapu di daratan. (vecteezy.com/Ashiq Minna)

Ikan sapu-sapu diketahui masih dapat bertahan hidup meski berada di luar air untuk sementara waktu. Hal ini membuatnya tidak langsung mati seperti ikan pada umumnya ketika terdampar di daratan. Dilansir The Science Times, ikan sapu-sapu memiliki kemampuan bertahan dalam kondisi minim air dengan cara memperlambat aktivitas tubuhnya.

Kemampuan ini didukung oleh sistem tubuh yang memungkinkan mereka tetap memperoleh oksigen meski tidak sepenuhnya berada di dalam air. Kondisi tersebut membuat ikan sapu-sapu masih berpotensi hidup jika hanya dibiarkan di darat. Oleh karena itu, proses penguburan dilakukan untuk menutup akses oksigen secara total sehingga memastikan ikan benar-benar mati.

2. Menghentikan fungsi organ yang masih aktif

ilustrasi ikan sapu-sapu (pixabay.com/furbymama)

Meski tampak tidak bergerak, fungsi organ pada ikan sapu-sapu tidak langsung berhenti setelah diangkat dari air. Hal ini membuat ikan tersebut masih berpotensi bertahan dalam waktu tertentu. Secara ilmiah, ikan bernapas menggunakan insang yang berfungsi menyerap oksigen dari air.

Ketika berada di luar air, insang akan mengalami penurunan fungsi karena tidak lagi dapat menyerap oksigen secara optimal. Kondisi ini menyebabkan ikan mengalami kekurangan oksigen hingga akhirnya mati. Namun, jika hanya dibiarkan di darat, proses menuju kematian tersebut tidak selalu terjadi secara cepat.

Penelitian yang terbit dalam jurnal Scientific Reports pada 2025 menunjukkan bahwa ikan tertentu memiliki toleransi hipoksia yang memungkinkan sel mereka bertahan dalam kondisi minim oksigen untuk waktu singkat sebelum kerusakan saraf terjadi. Inilah kenapa penguburan dilakukan untuk menutup akses oksigen secara total sehingga mempercepat berhentinya fungsi organ dan memastikan ikan benar-benar mati.

3. Mencegah penyebaran polutan berbahaya

ilustrasi ikan sapu-sapu (unsplash.com/Vaibhav Pixels/

Mengubur ikan sapu-sapu adalah langkah penting untuk memastikan hewan yang sangat tangguh ini tidak balik lagi ke sungai. Dilansir Florida Fish and Wildlife Conservation Commission (FWC), ikan ini punya kemampuan unik untuk bernapas di luar air dalam waktu lama sehingga mereka tidak akan langsung mati hanya dengan diletakkan di darat. Jadi, jika dibuang di pinggir jalan atau tempat sampah, ada risiko mereka hanyut terbawa air hujan dan hidup kembali di ekosistem sungai.

Selain itu, berdasarkan penelitian yang terbit dalam jurnal Heliyon pada tahun 2023, tubuh ikan sapu-sapu di sungai yang tercemar seperti Ciliwung terbukti menyimpan banyak logam berat berbahaya seperti merkuri dan timbal. Jika bangkainya dibiarkan membusuk begitu saja di tempat terbuka, racun di dalam tubuhnya bisa mencemari lingkungan atau justru meracuni hewan lain yang memakannya. Dengan cara dikubur, semua polutan yang ada di dalam tubuhnya akan terpendam dengan aman di tanah sehingga tidak lagi merusak rantai makanan di alam liar.

Diketahui, upaya pemusnahan ikan sapu-sapu sedang digencarkan di beberapa wilayah karena populasinya sudah tidak terkendali. Ikan ini dimusnahkan karena bisa mengganggu ekosistem dan menyingkirkan ikan-ikan lain. Menurutmu, selain dengan cara dikubur, apakah ada alternatif lain untuk memusnahkan ikan invasif ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team