Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Mitos vs Fakta Ikan Sapu-Sapu, Benarkah Pembersih Akuarium?

3 Mitos vs Fakta Ikan Sapu-Sapu, Benarkah Pembersih Akuarium?
ilustrasi ikan sapu-sapu (unsplash.com/Vaibhav Pixels/
Intinya Sih
  • Ikan sapu-sapu sering dianggap pembersih akuarium, padahal faktanya hanya membantu mengontrol alga dan tetap menghasilkan limbah yang memengaruhi kualitas air.
  • Meskipun mampu bertahan di air keruh, ikan sapu-sapu tetap berisiko stres dan terganggu kesehatannya jika hidup di kondisi oksigen rendah dalam jangka panjang.
  • Ikan sapu-sapu tergolong spesies invasif yang dapat merusak ekosistem dengan bersaing merebut makanan, menggali dasar perairan, serta menggeser populasi ikan lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ikan sapu-sapu sedang menjadi sorotan setelah populasinya membludak di sejumlah perairan di Jakarta. Ikan satu ini sebenarnya sudah cukup familier bagi banyak orang, terutama sebagai penghuni akuarium. Selama ini, ikan sapu-sapu dikenal sebagai pembersih yang membantu menjaga kebersihan akuarium.

Namun, anggapan tersebut tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Jika memang berfungsi membersihkan, mengapa ikan ini justru ditangkap dan bahkan dimusnahkan di beberapa wilayah? Pertanyaan ini kemudian memunculkan berbagai mitos dan fakta, apakah benar ikan sapu-sapu memiliki keahlian membersihkan? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!

1. Mitos: ikan sapu-sapu membersihkan akuarium

ilustrasi ikan sapu-sapu
ilustrasi ikan sapu-sapu (unsplash.com/Ilias Triantos)

Ikan sapu-sapu sering dianggap sebagai pembersih akuarium yang bisa menjaga air tetap bersih. Banyak orang percaya bahwa ikan ini mampu menghilangkan kotoran tanpa bantuan manusia. Anggapan ini membuat ikan sapu-sapu sering dipelihara sebagai solusi praktis dalam perawatan akuarium.

Namun faktanya, berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal American Chemical Society pada 2025, ikan sapu-sapu hanya berperan dalam mengontrol alga, bukan membersihkan seluruh akuarium. Ikan ini tetap mengonsumsi makanan dan menghasilkan limbah yang dapat memengaruhi kualitas air. Keberadaan ikan sapu-sapu tidak menggantikan perawatan rutin seperti mengganti air atau membersihkan akuarium secara manual.

2. Mitos: ikan sapu-sapu bisa hidup di air kotor

ilustrasi ikan sapu-sapu
ilustrasi ikan sapu-sapu (pexels.com/Monamie Chakravarti)

Ikan sapu-sapu sering ditemukan di air yang keruh atau kotor. Hal ini membuat banyak orang beranggapan bahwa ikan tersebut dapat hidup dengan baik di kondisi air yang tidak sehat. Well, ikan sapu-sapu memang memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi sehingga mampu bertahan di air dengan kadar oksigen rendah.

Namun, faktanya tidak sesederhana itu. Mengutip dari National Oceanic and Atmospheric Administration, kondisi air dengan kadar oksigen rendah atau hipoksia dapat membuat ikan kesulitan bernapas dan berisiko mengalami gangguan kesehatan. Dalam jangka panjang, kondisi ini tetap tidak ideal dan dapat menyebabkan stres pada ikan, termasuk ikan sapu-sapu.

3. Mitos: ikan sapu-sapu tidak membahayakan lingkungan

ilustrasi ikan sapu-sapu
ilustrasi ikan sapu-sapu (pixabay.com/geraldrose)

Mitos yang beredar menyebutkan bahwa ikan sapu-sapu tidak berbahaya bagi lingkungan. Ada juga anggapan bahwa keberadaannya justru membantu menjaga keseimbangan ekosistem perairan karena sudah terkenal dengan julukan"pembersih akuarium". Bahkan, sebagian orang percaya ikan ini hanya hidup diam tanpa memberi dampak yang berarti.

Namun faktanya, dilansir Texas Parks and Wildlife, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang dapat mengganggu ekosistem. Mereka diketahui bersaing dengan ikan lokal dalam mendapatkan makanan dan ruang hidup. Selain itu, kebiasaannya menggali dasar perairan dapat menyebabkan erosi dan merusak habitat alami.

Dalam jumlah yang banyak, ikan ini juga dapat mendominasi perairan dan menggeser populasi ikan asli. Kondisi tersebut membuat keseimbangan ekosistem menjadi terganggu. Akibatnya, keberadaan ikan sapu-sapu justru membawa dampak negatif bagi lingkungan.

Sejak dulu, mungkin kamu sudah familier bahwa ikan sapu-sapu adalah ikan pembersih akuarium. Namun faktanya, tidak semua anggapan tersebut benar dan justru bisa menyesatkan jika tidak dipahami dengan tepat. Setelah mengetahui hal ini, apakah kamu masih melihat ikan sapu-sapu sebagai pembersih yang tidak berdampak apa-apa?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Science

See More