Ikan Sapu-sapu Berasal dari Mana? Ternyata Bukan Asli Indonesia

Upaya pemusnahan ikan sapu-sapu di Indonesia sedang jadi perbincangan di berbagai platform digital. Ikan ini sering ditemukan di sungai, danau, hingga saluran air perkotaan dengan jumlah yang cukup melimpah. Banyak orang mengenal mereka sebagai ikan pembersih akuarium karena punya kebiasaan memakan lumut dan sisa organik di permukaan benda bawah air.
Meski ikan sapu-sapu kini mudah ditemukan di berbagai perairan Indonesia, spesies ini sebenarnya bukan berasal dari ekosistem lokal. Keberadaan mereka yang sering dianggap "biasa" justru menyimpan cerita panjang tentang perpindahan antarwilayah melalui campur tangan manusia. Lalu, bagaimana sebenarnya ikan ini bisa sampai menyebar luas di perairan Indonesia?
1. Asal-usul ikan sapu-sapu

Ikan sapu-sapu yang sering kita kenal sebagai ikan pembersih akuarium ternyata bukan berasal dari Indonesia. Ikan ini adalah spesies air tawar yang menghuni kawasan Amerika Selatan. Dilansir Search FishBase, ikan sapu-sapu banyak ditemukan di sistem sungai besar, seperti Amazon dan Orinoco.
Habitat asli mereka berupa perairan hangat dengan arus bervariasi dan dasar sungai berlumpur beserta banyak kayu tenggelam. Kondisi tersebut membuat ikan sapu-sapu sangat adaptif terhadap lingkungan dengan oksigen rendah. Dari wilayah inilah, ikan sapu-sapu dikenal luas sebelum menyebar ke berbagai negara melalui aktivitas manusia.
2. Masuk ke Indonesia lewat perdagangan ikan hias

Ikan sapu-sapu tidak masuk melalui jalur alami, seperti migrasi atau koneksi sungai antarwilayah, tetapi melalui aktivitas manusia, termasuk perdagangan ikan hias. Berdasarkan penelitian yang terbit dalam Biospektrum Jurnal Biologi pada 2025, spesies ini awalnya didatangkan dari Amerika Selatan sebagai ikan akuarium. Pada masa itu, ikan sapu-sapu populer karena dianggap mampu membantu membersihkan alga di dalam kaca akuarium.
Namun, seiring waktu, sebagian ikan dilepas atau terlepas ke perairan umum ketika sudah tidak lagi dipelihara. Kondisi tersebut membuat ikan ini mampu bertahan dan beradaptasi di lingkungan baru. Dari situlah, populasi mereka kemudian berkembang dan menyebar cepat ke berbagai perairan Indonesia.
3. Lepas ke alam dan jadi spesies invasif

Ikan sapu-sapu yang lepas ke perairan umum mampu berkembang pesat karena sifat mereka yang sangat adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan. Menurut laporan dari United States Geological Survey, spesies ini dikategorikan sebagai non-native invasive fish (ikan pendatang invasif) yang sudah menyebar ke banyak wilayah di luar habitat asli mereka. Dalam proses penyebaran mereka, ikan sapu-sapu dapat bersaing dengan ikan lokal dalam memperebutkan makanan dan ruang hidup.
Aktivitas mereka di dasar perairan juga dapat mengganggu struktur sedimen dan memengaruhi kualitas habitat. Kondisi tersebut membuat keseimbangan ekosistem perairan menjadi terganggu di beberapa lokasi. Seiring waktu, ikan sapu-sapu pun dipandang bukan hanya sebagai ikan sisa akuarium, melainkan sebagai bagian dari spesies invasif yang perlu diperhatikan dampaknya.
Sejauh ini, banyak orang mengenal ikan sapu-sapu sebagai ikan pembersih akuarium. Ketika ramai soal ikan ini yang ternyata jadi hama di perairan, tentu banyak yang bertanya-tanya. Menurutmu, apakah ikan sapu-sapu masih bisa dianggap baik setelah mereka menjadi hama di perairan bebas?








![[QUIZ] Ketahui Sifat Aslimu dari Hasli Foto Teleskop Hubble Favoritmu](https://image.idntimes.com/post/20240610/screenshot-2024-06-10-095833-22b0f4e8e91b48a75e71a6a586da50c2.png)







