Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Warna Aurora Berbeda-beda? Berikut Penjelasannya

Kenapa Warna Aurora Berbeda-beda
ilustrasi aurora (pexels.com/Visit Greenland)
Intinya sih...
  • Aurora adalah fenomena alam yang langka dan sulit diprediksi, muncul sebagai pita cahaya berwarna-warni di wilayah kutub utara atau selatan Bumi.
  • Warna aurora bervariasi karena jumlah partikel energik dari Matahari yang bertabrakan dengan atmosfer Bumi hingga menghasilkan warna hijau, merah, biru, ungu, kuning, dan merah muda.
  • Warna aurora hijau disebabkan oleh tabrakan partikel bermuatan dengan oksigen, sedangkan merah terkait dengan aktivitas intens dan ketinggian tertentu.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Aurora jadi salah satu fenomena alam yang cukup dinanti. Apalagi kehadiran cahaya berwarna-warni ini dinilai amat langka dan sulit diprediksi. Nah, jika melihat pada unggahan media sosial, warna aurora cukup beragam. Bisa hijau, kuning, hingga keunguan.

Pemandangan yang begitu indah ini lantas menimbulkan tanya, kenapa warna aurora berbeda-beda? Berikut penjelasan penyebab dan arti warna aurora yang berbeda-beda tersebut.

Table of Content

Bagaimana aurora terjadi?

Bagaimana aurora terjadi?

Bagaimana aurora terjadi
ilustrasi polar night membuat aurora borealis terlihat jelas (pixabay.com/janeb13)

Pernah melihat aurora sebelumnya? Dilansir NASA, aurora merupakan pita cahaya cemerlang yang melintasi wilayah kutub utara atau selatan Bumi. Ada kalanya aurora juga disebut sebagai tirai cahaya.

Adapun pemicu kemunculan aurora adalah badai magnet akibat aktivitas Matahari. Lebih jelasnya, ledakan Matahari (jilatan api) atau lontaran massa koronal (gelembung gas) menghasilkan partikel energik. Selanjutnya, partikel tersebut terbawa oleh angin Matahari. Nah, ketika menyentuh magnetosfer Bumi, hal tersebut lalu menciptakan sub badai.

Partikel yang bergerak cepat menghantam atmosfer Bumi yang tipis dan tinggi, lalu bertabrakan dengan oksigen dan nitrogen. Saat partikel-partikel udara tersebut melepaskan energi akibat tubrukan, atom akan bersinar dan memancarkan warna berbeda.

Aurora terbagi menjadi dua jenis, yaitu Aurora Borealis di bagian belahan utara dan Aurora Australialis di bagian selatan Bumi. Namun, meski terlihat sangat cantik dari permukaan Bumi, kemunculan aurora ini sejatinya merupakan indikasi bahwa planet kita sedang menghadapi 'serangan' dari Matahari, lho.

Kenapa warna aurora berbeda-beda?

Kalau mencari gambar aurora, sebagian besar yang muncul berwarna hijau. Akan tetapi, ada kala aurora muncul berwarna merah, keunguan, hingga putih. Kenapa warna aurora berbeda-beda?

Seperti dijelaskan sebelumnya, aurora muncul akibat tabrakan partikel yang dilepaskan matahari dengan atmosfer Bumi. Nah, jumlah partikel itulah yang berperan penting dalamm menentukan warna aurora, melansir Space.

Jika periode aktivitas Matahari tinggi, atmosfer pun dibombardir dengan jumlah partikel lebih banyak. Saat kondisi tersebut, kemungkinan warna aurora yang muncul lebih cerah dan bervariasi.

Warna aurora

Warna aurora
ilustrasi aurora borealis di Thórsmörk, Islandia (unsplash.com/Jonatan Pie)

Meski penjelasan warna aurora berbeda-beda sudah terjawab, siapa yang tetap penasaran dengan faktor pembentuknya? Berikut penjelasan spesifik mengenai masing-masing warna yang muncul pada aurora. 

  • Warna aurora hijau

Hijau merupakan warna aurora yang sering terlihat. Aurora dengan warna ini biasanya muncul ketika partikel bermuatan bertabrakan dengan molekul oksigen konsentrasi tinggi di atmosfer Bumi pada ketinggian 100—300 km, melansir Canadian Space Agency. Hijau pun menjadi yang paling sering terlihat dengan lebih baik karena mata manusia paling sensitif terhadap spektrum warna tersebut.

  • Warna aurora merah

Dibanding hijau, warna aurora merah lebih jarang terlihat. Kemunculannya dikaitkan dengan aktivitas yang intens dan ketika partikel matahari bereaksi dengan oksigen di ketinggian 300—400km. Pada ketinggian tersebut, oksigen kurang terkonsentrasi dan tereksitasi pada frekuensi atau panjang gelombang lebih tinggi. 

  • Warna aurora biru dan ungu

Mirip dengan warna merah, warna aurora biru dan ungu cenderung muncul ketika aktivitas matahari tinggi. Warna ini dihasilkan ketika partikel matahari bertabrakan dengan nitrogen yang ada di atmosfer Bumi. Dilansir The Aurora Zone, peristiwa tersebut terjadi pada ketinggian sekitar 100 km.

  • Warna aurora kuning dan merah muda

Ada kalanya, aurora yang muncul berwarna kuning dan merah muda. Dibandingkan yang lain, warna ini cenderung jarang dan kemunculannya dikaitkan dengan aktivitas matahari tinggi. Namun, sebetulnya keduanya hanyalah campuran merah dengan hijau atau biru. 

Apakah penjelasan di atas sudah menjawab rasa penasaran kenapa warna aurora berbeda-beda? Semoga suatu saat kita berkesempatan melihat aurora langsung, ya.

FAQ seputar kenapa warna aurora berbeda-beda

Kenapa warna aurora bisa berbeda-beda?

Perbedaan warna aurora terjadi karena jenis gas di atmosfer Bumi dan ketinggian tempat terjadinya aurora.

Gas apa yang menghasilkan warna hijau pada aurora?

Warna hijau berasal dari gas oksigen pada ketinggian sekitar 100—300 km.

Kenapa warna hijau paling sering terlihat?

Karena reaksi oksigen di ketinggian menengah paling umum terjadi dan mudah tertangkap mata manusia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
Mayang Ulfah Narimanda
3+
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Menarik Graz, Kota Sejarah dan Desain Modern Austria

21 Jan 2026, 15:49 WIBScience