Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kota di Dunia dengan Suhu Rata-Rata Tertinggi Tahun 2026

5 min read
5 Kota di Dunia dengan Suhu Rata-Rata Tertinggi Tahun 2026
ilustrasi kota di dunia suhu rata-rata tertinggi (unsplash.com/Richard Vanlerberghe)
  • Phoenix mencetak rekor suhu harian tertinggi dalam 15 tahun, sementara gelombang panas gurun meningkatkan risiko penyakit terkait panas dan mendorong penyediaan fasilitas pendingin serta bantuan darurat.

  • Doha menghadapi rata-rata suhu 41°C dan kelangkaan air, sedangkan Sri Ganganagar mencapai 48,2°C akibat heat dome, posisi dekat Gurun Thar, serta angin kering.

  • Indio mencatat suhu rata-rata di atas 37,8°C pada Juni–September, sementara Bangkok berisiko mengalami indeks panas melampaui 52°C yang mengancam kelompok rentan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kondisi cuaca yang tidak menentu dan suhu yang semakin meningkat melanda beberapa kota yang ada di dunia. Rasanya bukan lagi sekadar gerah, melainkan sengatan panas yang langsung membuat kulit terasa kering dan napas sedikit berat. Kondisi ekstrem seperti inilah yang kini menjadi makanan sehari-hari bagi jutaan penduduk di berbagai belahan bumi, seiring dengan lonjakan suhu global yang kian mengkhawatirkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan iklim dan dinamika atmosfer kian memperparah gelombang panas di berbagai wilayah perkotaan. Pembangunan beton yang masif, minimnya ruang terbuka hijau, ditambah posisi geografis yang memang berada di jalur kering, membuat sejumlah kota di dunia harus berjibaku dengan temperatur harian yang jujur saja, hampir tidak masuk akal untuk ditinggali manusia. Berikut daftar lima kota di dunia dengan suhu rata-rata tertinggi saat ini!

  1. 1. Phoenix Arizona, Amerika Serikat

    ilustrai Phoenix, Arizona
    ilustrai Phoenix, Arizona (unsplash.com/Nils Huenerfuerst)

    Phoenix, Arizona kembali menghadapi cuaca yang sangat ekstrem setelah kota ini mencatat rekor suhu harian yang baru. Berdasarkan laporan dari KTAR News, suhu puncak di wilayah tersebut berhasil memecahkan rekor suhu tertinggi harian yang telah bertahan selama 15 tahun terakhir. Fenomena ini menunjukkan bagaimana gelombang panas di kawasan gurun Amerika Serikat semakin intens dan sulit diprediksi dari tahun ke tahun.

    Lonjakan suhu yang ekstrem ini membawa dampak besar bagi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, terutama dalam hal peningkatan risiko kesehatan akibat panas berlebih heat related illness. Pemerintah dan otoritas kesehatan lokal harus bekerja ekstra keras untuk memastikan fasilitas pendingin dan pusat bantuan darurat bagi warga tetap dalam menghadapi gelombang panas yang mengancam keselamatan publik.

  2. 2. Doha, Qatar

    ilustrasi Doha, Qatar
    ilustrasi Doha, Qatar (unsplash.com/Visit Qatar)

    Doha, Qatar menghadapi tantangan besar akibat iklim gurun yang membuat suhu kota ini sangat panas sepanjang tahun, dengan rata-rata mencapai 41°C. Kondisi ekstrem ini tidak hanya membuat warga sangat bergantung pada pendingin ruangan, tetapi juga memperparah masalah kelangkaan air bersih di wilayah tersebut.

    Meski demikian, pesatnya pembangunan Doha diiringi dengan berbagai langkah inovatif untuk mengatasi panas ekstrem. Dilansir laman GreenMatch, pemerintah dan masyarakat setempat aktif berinvestasi pada ruang hijau, area teduh, serta teknologi pendingin canggih guna menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman dan berkelanjutan.

  3. 3. Sri Ganganagar, India

    ilustrasi Sri Ganganagar, India
    ilustrasi Sri Ganganagar, India (commons.wikimedia.org/Paras Nath)

    Kota Sri Ganganagar di Rajasthan, India, tercatat sebagai salah satu tempat terpanas di dunia setelah suhu udaranya melonjak hingga 48,2 derajat Celsius. Dilansir laman India Today, gelombang panas ekstrem ini melanda wilayah barat laut India akibat terperangkapnya udara panas di bawah kubah panas atau heat dome yang stabil tanpa adanya sistem hujan.

    Kondisi tersebut diperparah oleh letak geografis Sri Ganganagar yang berada di tepi Gurun Thar serta tiupan angin kering dari arah barat laut. Tanpa adanya tutupan awan atau kelembapan udara yang memadai, panas matahari langsung memanaskan tanah dan udara secara maksimal di siang hari. Meskipun cuaca panas membakar wilayah ini selama beberapa hari, para ahli meteorologi memperkirakan suhu akan segera turun menyusul datangnya potensi badai petir dan badai debu. Kendati demikian, peralihan cuaca ini juga diwaspadai dapat memicu angin kencang yang berbahaya bagi wilayah sekitar.

  4. 4. Indio, California, Amerika Serikat

    ilustrasi Indio, California
    ilustrasi Indio, California (commons.wikimedia.org/Northwalker)

    Meskipun Death Valley terkenal sebagai tempat terpanas di bumi dengan suhu mencapai 56,7 derajat Celsius, wilayah tersebut hanya dihuni oleh sekitar 300 penduduk tetap saja. Sebagai perbandingan, ada kota lain di California bernama Indio yang terletak di Lembah Coachella, berjarak sekitar empat jam ke arah selatan.

    Kota ini memiliki populasi yang jauh lebih padat yaitu mencapai lebih dari 89.000 jiwa. Indio dikenal memiliki suhu panas ekstrem yang hampir menyamai Death Valley. Berdasarkan data iklim, suhu rata-rata tertinggi di kota ini selalu di atas 37,8 derajat Celsius dari bulan Juni-September, bahkan rekor tertingginya pernah mencapai 49,4 derajat Celsius. Cuaca panas ini dipengaruhi oleh letak geografisnya yang beriklim gurun panas serta dikelilingi oleh jajaran pegunungan.

  5. 5. Bangkok, Thailand

    ilustrasi Bangkok, Thailand
    ilustrasi Bangkok, Thailand (unsplash.com/Alejandro Cartagena)

    Thailand mengalami peningkatan indeks panas di berbagai wilayah diperkirakan bisa melonjak melewati angka 52 derajat Celsius pada tahun 2026. Angka ekstrem ini jauh lebih panas dibandingkan suhu udara biasa di termometer karena merupakan gabungan antara suhu tinggi dan tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi. Wilayah bagian utara, timur laut, dan tengah termasuk kawasan sekitar ibu kota menjadi daerah yang menghadapi risiko paling tinggi dan dikategorikan dalam tingkat bahaya yang serius.

    Peningkatan suhu ekstrem ini diprediksi akan jauh lebih parah daripada tahun-tahun sebelumnya, terutama pada puncak musim panas seperti bulan April dan Mei. Kondisi tersebut memicu ancaman kesehatan yang serius, termasuk risiko terkena heatstroke yang bisa berakibat fatal. Masyarakat khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, pekerja luar ruangan, dan orang dengan penyakit kronis, diimbau untuk menghindari aktivitas di bawah terik matahari, memperbanyak minum air putih, serta saling memantau kondisi kesehatan satu sama lain.

    Menghadapi kenyataan pahit dari tren peningkatan suhu global yang semakin mengkhawatirkan, keberlangsungan hidup di kota-kota terpanas ini menuntut tingkat ketahanan dan adaptasi yang luar biasa tinggi dari warganya. Mulai dari pemanfaatan teknologi pendingin udara berskala masif, penyesuaian jam produktif masyarakat ke waktu malam hari, hingga inovasi tata kota yang ramah panas, semuanya menjadi bukti bahwa manusia terus berpacu dengan iklim ekstrem demi mempertahankan ruang hidup mereka. Fenomena suhu rata-rata yang terus menembus rekor tertinggi tidak hanya dipandang sebagai keunikan geografis atau tantangan lokal semata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More