10 Kota Industri Galangan Kapal Terbesar di Dunia dan Keunikannya

- Ulsan, Korea Selatan, rajanya kapal LNG dan super tanker
- Busan, Korea Selatan pusat logistik laut
- Geoje, Korea Selatan rumahnya kapal lepas pantai
Industri galangan kapal jadi tulang punggung perdagangan global, sains kelautan, hingga pertahanan negara. Dari kapal kargo raksasa, kapal pesiar mewah, sampai kapal perang berteknologi tinggi, semuanya lahir dari kota-kota industri yang punya infrastruktur maritim supercanggih. Menariknya, pusat galangan kapal terbesar di dunia bukan cuma soal jumlah produksi, tapi juga tentang inovasi teknologi, efisiensi desain, dan kemampuan rekayasa yang terus berkembang mengikuti tuntutan zaman.
Di berbagai belahan dunia, ada kota-kota yang identik dengan deru mesin baja, dok kering raksasa, dan pekerja ahli yang merakit kapal berukuran ratusan meter. Setiap kota galangan kapal ini punya keunikan tersendiri mulai dari spesialisasi kapal LNG, kapal ramah lingkungan, hingga kapal perang berteknologi siluman. Penasaran kota mana saja yang jadi raksasa industri kapal dunia dan apa yang membuatnya istimewa? Yuk, simak daftarnya!
1. Ulsan, Korea Selatan, rajanya kapal LNG dan super tanker

Ulsan salah satu kota industri yang berkontribusi besar terhadap pembangunan Korea Selatan dengan bertumpu pada industri otomotif, galangan kapal, dan petrokimia. Dilansir laman Ulsan Metropolitan City, Ulsan memainkan peran krusial dalam mengantarkan Korea Selatan menjadi negara pengekspor terbesar ke-6 di dunia. Ulsan juga salah satu kota galangan kapal dan maritim terbaik di dunia, sekaligus rumah bagi perusahaan galangan kapal kelas dunia seperti Hyundai Heavy Industries dan Hyundai Mipo Dockyard. Di masa depan, Ulsan memiliki ambisi masuk jajaran tiga pelabuhan kargo cair terbesar dunia menegaskan posisinya sebagai simpul strategis perdagangan dan energi global. Dengan proyek pelabuhan baru dan Oil Hub Asia Tenggara yang terus dikebut, Ulsan siap melangkah ke fase berikutnya sebagai kota industri maritim kelas dunia yang semakin relevan di tengah persaingan global.
2. Busan, Korea Selatan pusat logistik laut

Busan salah satu kota metropolitan memiliki industri maritim kuat di Asia. Selain itu, Busan juga pusat logistik dan ekonomi di wilayah tenggara Korea Selatan. Dilansir laman InvestKorea, Korea Selatan memiliki populasi mencapai 7,63 juta jiwa, dan Busan menangani sekitar 90% produksi galangan kapal dan komponen perkapalan, 45% produksi otomotif, serta 40% sektor manufaktur nasional. Selain transportasi laut, Busan juga menyediakan sistem transportasi darat, udara, dan laut baik di dalam maupun luar negeri, sehingga menyediakan infrastruktur transportasi yang optimal untuk menghubungkan laut dan darat.
3. Geoje, Korea Selatan rumahnya kapal lepas pantai

Geoje memegang peran strategis sebagai salah satu pusat industri galangan kapal dunia, khususnya dalam pembangunan kapal LNG dan teknologi perkapalan lepas pantai. Dilansir laman The Chosun Daily, Samsung Heavy Industries salah satu perusahan industri galangan kapal dengan laba operasional mencapai 327,9 miliar won Korea. Hal ini membuktikan jika permintaan pesanan kapal sangat bergairah. Ketergantungan pada pekerja asing juga menjadi tantangan melemahnya ekosistem industri galangan kapal. Geoje juga menjadi contoh nyata bahwa tantangan kota industri modern, juga harus memastikan bagaimana pertumbuhan industri global mampu mendorong perputaran ekonomi yang menyeluruh dan berkelanjutan di tingkat lokal.
4. Nagasaki, Jepang galangan kapal bersejarah sejak era keshogunan edo

Kota Nagasaki memiliki pengalaman panjang dalam teknologi galangan kapal dan manufaktur mesin, Nagasaki mengembangkan berbagai bidang baru seperti energy kelautan dan lingkungan. Dilansir laman Nagasaki MICE, industri galangan kapal dan manufaktur mesin telah berkembang sejak keshogunan edo dengan dimulainya pembangunan Nagasaki Yotetsu Foundry untuk fasilitas perbaikan kapal perang pertama di Jepang tahun 1857. Kemudian terus mengalami perkembangan hingga memainkan peran penting dalam perkembangan ekonomi regional. Pada tahun 2013, pemerintah Jepang menetapkan kota ini sebagai basis industri kelautan dan lingkungan di Nagasaki. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pusat industri di bidang energi kelautan.
5. Yokohama, Jepang pusat teknologi kelautan tingkat lanjut

Yokohama Dock Company merupakan salah satu perusahaan yang didirikan untuk perbaikan kapal, kemudian memperluas lini usaha ke bidang pembangunan kapal dan produksi mesin. Kemudian seiring berjalannya waktu, kebutuhan produksi terus berkembang dan membuka tambahan pabrik. Selain itu, Yokohama juga berperan sebagai pelabuhan internasional utama di Jepang. Didukung fasilitas berskala besar, teknologi canggih, dan integrasi dengan pengembangan kawasan pesisir modern. Yokohama berhasil memadukan warisan industri maritim dengan kebutuhan masyarakat dan industri masa depan. Hal ini menegaskan posisi Yokohama sebagai kota galangan kapal yang tidak bersejarah, tetapi juga adaptif dan relevan dalam industry maritime global masa kini.
6. Shanghai, Tiongkok raksasa baru industri galangan kapal

Shanghai menjadi wajah baru dan semakin menegaskan posisi sebagai raksasa baru industri galangan kapal di dunia. Melalui Shanghai Waigaoqiao Shipbuilding dan didukung oleh China State Shipbuilding Corporation berkembang menjadi galangan kapal berkelas global dengan skala masif. Keunggulan Shanghai sebagai kekuatan baru galangan kapal dunia juga tercermin dari portofolio produk yang mendominasi pasar global, seperti Capesize Bulk Carrier, VLCC, Aframax Tanker, hingga FPSO dan rig pengeboran laut dalam. Kapal bulk carrier ramah lingkungan buatan SWS bahkan menjadi merek nomor satu ekspor kapal China, dengan pangsa signifikan dalam armada global.
7. Dalian, Tiongkok , produksi kapal perang dan industri berat

Dalian telah lama dikenal sebagai salah satu kota industri galangan kapal paling strategi di Tiongkok, dengan fondasi kuat di sektor industri berat, manufaktur maritim, dan teknologi kelautan. Keberadaan perusahaan seperti DSOC semakin memperkuat peran kota Dalian sebagai pusat produksi kapal niaga, unit lepas pantai, hingga kapal perang dan peralatan pertahanan laut, yang menjadi bagian penting dari kekuatan industri dan keamanan nasional Tiongkok. Dengan ekosistem industri yang matang, tenaga ahli berpengalaman, serta dukungan teknologi dan infrastruktur kelas dunia, Dalian berkembang menjadi tulang punggung industri galangan kapal.
8. Hamburg, Jerman kota di Eropa dengan industri kapal tertua

Hamburg merupakan salah satu kota pelabuhan terpenting di Eropa dan dunia, berhasil menempati peringkat kedua dalam daftar “Leading Maritime Capitals of The World” dalam laporan global yang menilai pusat-pusat maritime berdasarkan pengaruhnya dalam bidang pelayaran, hukum, dan keuangan maritime, teknologi maritim, serta kemampuan logistic pelabuhan. Dilansir laman Der Hamburger Hafen, Hamburg secara historis juga dikenal sejak lama sebagai pelabuhan dan basis industri kapal di Eropa, dengan warisan galangan kapal yang berkembang terus sejak era awal hingga modern. Warisan ini diperkaya oleh keberadaan industri manufaktur kapal klasik serta perkembangan pelabuhan yang terus diperluas.
9. Turku, Finlandia spesialis kapal pesiar raksasa

Kota Turku berada di pesisir barat daya Finlandia dan telah lama dikenal sebagai jantung industri pelayaran dan galangan kapal Eropa. Di sinilah Meyer Turku, salah satu galangan kapal terbesar dan tercanggih di dunia, berdiri dengan sejarah panjang yang sudah dimulai sejak tahun 1737. Di sini terdapat perusahan terkenal yang membangun beberapa kapal pesiar mewah terbesar dan paling inovatif di dunia. Selain itu, industri galangan kapal yang ada di Turku juga berfokus pada keberlanjutan lingkungan, sehingga menjadikannya pemimpin di sektor industri kapal pesiar modern. Keahlian teknis, proses produksi canggih, serta kolaborasi dengan jaringan mitra global menjadikan Turku sebagai pusat penting dalam industri galangan kapal kelas dunia.
10. Mumbai, India pusat galangan kapal tertua di Asia Selatan

Mumbai bukan hanya kota pelabuhan modern, tetapi juga merupakan salah satu pusat galangan kapal tertua di Asia Selatan. Hal ini berlangsung sejak abad ke-18. Sejarah panjang ini membentuk fondasi kuat bagi berkembangnya industri maritime di wilayah tersebut. Warisan sejarah tersebut kini berpadu dengan investasi besar, teknologi hijau, dan kebijakan maritime progresif yang memperkuat posisi Mumbai sebagai pusat industri kapal regional. Mumbai kini tengah mengalami transformasi dari pusat galangan kapal tradisional menjadi hub maritime global yang modern dan berkelanjutan. Perkembangan ini menegaskan peran strategis Mumbai tidak hanya sebagai penggerak ekonomi pesisir India, tetapi juga tulang punggung industri galangan kapal Asia Selatan yang siap bersaing di tingkat internasional.
Sebagai tulang punggung industri maritim global, sepuluh kota industri galangan kapal terbesar di dunia ini menunjukkan bahwa pembangunan kapal bukan sekadar urusan teknologi, tetapi juga strategi ekonomi, inovasi, dan identitas kota. Dari Asia hingga Eropa, tiap kota memiliki keunikan mulai dari spesialis kapal pesiar raksasa, kapal kargo berteknologi tinggi, hingga kekuatan produksi massal yang mendominasi pasar dunia. Keberadaan galangan kapal tak hanya menggerakkan roda perdagangan internasional, tetapi juga membuka lapangan kerja, mendorong riset maritime, dan memperkuat posisi kota-kota tersebut sebagai simpul penting dalam rantai logistik global.


















