5 Fakta Kota Bursa, Jejak Awal Kejayaan Ottoman di Tanah Turki

- Bursa di barat laut Turki menjadi ibu kota pertama Kesultanan Ottoman pada abad ke-14, menandai awal kebangkitan kekaisaran dengan peran penting dalam administrasi dan ekspansi wilayah.
- Dikenal sebagai “Bursa Hijau”, kota ini memiliki lanskap subur di kaki Gunung Uludağ serta bangunan bersejarah berhias ubin hijau yang memperkuat identitas khasnya.
- Selain pusat perdagangan sutra masa Ottoman, Bursa kini berstatus Warisan Dunia UNESCO sejak 2014 karena nilai sejarah dan arsitektur Ottoman awal yang masih terjaga.
Terletak di barat laut Turki, Bursa adalah kota yang menyimpan jejak awal kebangkitan Kesultanan Ottoman. Kota ini berada di kaki gunung Uludağ, menjadikannya memiliki lanskap alam yang subur sekaligus strategis. Dengan kombinasi sejarah, budaya, dan panorama alam, Bursa menjadi salah satu kota paling penting dalam perjalanan panjang Turki modern.
Sebelum Istanbul menjadi pusat kekaisaran, Bursa lebih dahulu menjadi ibu kota Ottoman pada abad ke-14. Di sinilah fondasi pemerintahan, arsitektur, dan tradisi Ottoman mulai dibentuk. Berikut 5 fakta menarik kota dengan jejak awal kejayaan Ottoman ini.
1. Ibu kota pertama kesultanan ottoman

Bursa resmi menjadi ibu kota pertama Ottoman setelah ditaklukkan oleh Orhan Gazi pada tahun 1326. Britannica menyebutkan bahwa kota ini menjadi pusat administrasi, ekonomi, dan militer yang memperkuat fondasi kekaisaran muda tersebut. Dari Bursa, ekspansi Ottoman mulai meluas ke wilayah Balkan dan Anatolia.
Keputusan menjadikan Bursa sebagai ibu kota bukan tanpa alasan. Letaknya strategis, dekat jalur perdagangan penting dan memiliki sumber daya alam yang melimpah. Kota ini juga menjadi tempat dimakamkannya beberapa sultan awal Ottoman, memperkuat statusnya sebagai kota bersejarah.
2. Dijuluki Bursa hijau

Bursa dikenal dengan julukan Yesil Bursa atau Bursa Hijau karena banyaknya taman, pepohonan, dan kawasan hijau yang mengelilinginya. Dilansir GoTurkiye, lokasinya di kaki Gunung Uludağ membuat udara kota ini relatif sejuk dibandingkan kota besar lain di Turki. Lanskapnya yang hijau menjadi ciri khas yang membedakannya dari kota-kota Ottoman lainnya.
Selain itu, banyak bangunan bersejarah di Bursa dihiasi ubin hijau khas Ottoman. Salah satu contohnya adalah Masjid Hijau Bursa, yang terkenal dengan dekorasi keramik hijau dan arsitektur indahnya. Warna hijau tersebut kemudian semakin menguatkan identitas kota ini sebagai Bursa Hijau.
3. Pusat perdagangan sutra pada masa ottoman

Pada abad ke-15 hingga ke-17, Bursa berkembang menjadi pusat perdagangan sutra yang sangat penting. Dilansir Kultur Portali, kota ini berada di jalur perdagangan antara Timur dan Barat, termasuk jalur yang terhubung dengan jalur Sutra. Aktivitas perdagangan tersebut membawa kemakmuran besar bagi penduduknya.
Hingga kini, jejak kejayaan sutra masih dapat ditemukan di Koza Han, pasar bersejarah yang dibangun pada tahun 1491. Bangunan ini dahulu menjadi pusat transaksi para pedagang sutra dari berbagai wilayah. Sekarang, Koza Han tetap berfungsi sebagai pasar dan menjadi daya tarik wisata utama di Bursa.
4. Kaya akan warisan arsitektur ottoman awal

Bursa menyimpan banyak contoh arsitektur Ottoman awal yang masih terawat dengan baik. Britannica menjelaskan bahwa salah satu landmark pentingnya adalah Masjid Agung Bursa, yang dibangun pada akhir abad ke-14. Masjid ini terkenal dengan 20 kubahnya dan kaligrafi interior yang memukau.
Selain masjid, kota ini juga memiliki kompleks makam sultan dan madrasah bersejarah. Kompleks tersebut menunjukkan gaya arsitektur Ottoman awal yang lebih sederhana dibandingkan bangunan di Istanbul pada periode selanjutnya. Keaslian desainnya menjadikan Bursa sebagai laboratorium hidup untuk mempelajari perkembangan arsitektur Ottoman.
5. Kota warisan dunia UNESCO

Karena nilai sejarahnya yang tinggi, Bursa masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2014. Pengakuan ini mencakup kawasan yang berkaitan dengan kelahiran dan perkembangan awal Kesultanan Ottoman. Status tersebut semakin menegaskan pentingnya Bursa dalam sejarah global.
Penetapan UNESCO juga mendorong upaya pelestarian bangunan bersejarah di kota ini. Pemerintah dan masyarakat lokal berperan aktif menjaga identitas budaya Bursa. Dengan demikian, kota ini tidak hanya menjadi saksi masa lalu, tetapi juga terus hidup sebagai pusat budaya dan sejarah.
Bursa bukan sekadar kota tua di Turki, melainkan fondasi awal dari sebuah kekaisaran besar yang pernah menguasai tiga benua. Dari ibu kota pertama Ottoman hingga pusat perdagangan sutra dan kota warisan dunia, setiap sudutnya menyimpan cerita penting dalam sejarah. Hingga kini, Bursa tetap berdiri sebagai simbol awal kejayaan Ottoman di tanah Turki.







![[QUIZ] Dari Jenis Adaptasi Hewan Favoritmu, Ini Strategi Bertahan Hidupmu](https://image.idntimes.com/post/20250512/pexels-yac-cruz-688151334-18118238-032f51ee84e6e57aecde6fc8fc22d00b-d994af91d3024c157708bbed192f718d.jpg)










