Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Kucing Bisa Menyimpan Dendam pada Hewan Lain dan Manusia?
Anak kucing (pexels.com/Quang N)

Perilaku kucing sering kali tidak bisa ditebak. Hari ini mungkin terlihat menyenangkan, namun esoknya mereka menunjukkan perilaku menghindar dengan sepasang pupil mata yang membesar. Kucing tidak bisa mengatakan bahwa dirinya sedang dilanda kemarahan atau rasa kesal yang meluap, namun perilakunya seolah memperlihatkan betapa 'dendamnya' hewan berbulu ini kepada si pemilik, atau bahkan kepada hewan lain.

Sampai akhirnya kamu sadar kalau suasana hati kucingmu sedang tidak baik-baik saja. Pertanyaan tentang apakah kucing menyimpan dendam padanya atau terhadap hewan lain pun seketika terlintas dalam pikiran. Nah, adanya artikel ini akan mengupas lebih dalam seputar emosi kucing. Biar gak penasaran apakah kucing bisa menyimpan dendam pada hewan lain dan manusia, yuk, simak penjelasan berikut ini!

1. Apakah kucing bisa menyimpan dendam?

Kucing gigit leher (pexels.com/Pet Foto)

Melansir PetMD, dendam dapat diartikan sebagai emosi yang dalam dan terus menerus yang terkait dengan kesalahan yang dirasakan. Dendam melibatkan berbagai emosi tidak menyenangkan yang berbeda, sakit hati, marah, kebencian, dan kecemburuan.

Dalam hal ini, kucing memang mengalami beberapa emosi yang sama seperti manusia, seperti kegembiraan, ketakutan, kesedihan, dan kecemasan. Kadangkala mereka juga bersikap acuh tak acuh, namun jika dikaitkan dengan dendam, kucing sejatinya tidak menyimpan dendam seperti manusia. Perubahan perilaku yang kita artikan sebagai dendam sering kali merupakan reaksi alami kucing terhadap situasi yang membuatnya stres. Ini adalah cara untuk melindungi diri dan menghindari situasi serupa terjadi lagi.

Lamanya kucing berperilaku berbeda setelah mengalami pengalaman yang menegangkan akan bergantung pada durasi dan intensitas pengalaman tersebut. Meskipun kucing tidak menyimpan dendam, namun mereka mungkin telah membuat asosiasi negatif antara pengalaman tersebut dan orang yang bertanggung jawab. Hal ini menyebabkan kucing menghindari orang tersebut untuk sementara waktu sebagai cara untuk menjaga dirinya tetap aman.

Berikut adalah penjelasan tentang seberapa lama kucing menghindari orang yang telah membuatnya stres atau merasa tegang:

  • Jika kucing mengalami pengalaman yang sangat menegangkan, seperti terluka parah, mereka akan berusaha menghindari hal itu erjadi lagi. Jika penyebab pengalaman tersebut adalah manusia, mereka mungkin akan menghindari orang tersebut selamanya.

  • Jika kucing merasa stres setelah pengalaman jangka pendek dan jarang terjadi, seperti kunjungan ke dokter hewan atau ekornya terinjak secara tidak sengaja, mereka akan bersembunyi sampai tingkat stresnya kembali normal. Ini bisa memakan waktu beberapa jam atau mungkin sehari.

  • Jika kucing mengalami pengalaman yang membuatnya stres berulang kali, seperti berulang kali dipegang dengan cara yang tidak disukainya, mereka mungkin secara bertahap mengembangkan asosiasi negatif dengan orang yang bertanggung jawab. Hal ini dapat menyebabkan mereka menghindari orang tersebut selama berhari-hari, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun karena mereka melindungi diri dari potensi stres.

Pertanyaan, 'Apakah kucing menyimpan dendam?', tidak hanya berlaku untuk manusia. Kucing juga dapat menunjukkan perilaku menghindar atau defensif terhadap hewan lain. Jika seekor anjing di rumah sengaja menakut-nakuti kucing, kucing tersebut mungkin akan mundur atau mendesis ketika anjing mendekat. Demikian pula, jika dua kucing berkelahi, mereka mungkin akan saling menghindari untuk sementara waktu setelahnya. Perilaku ini berasal dari naluri kucing dan ingatannya, bukan kemarahan yang berkepanjangan. Seiring waktu, kucing sering kali menetapkan kembali batasan atau menyesuaikan diri dengan rutinitas baru.

2. Tanda-tanda kucing menyimpan rasa kesal

Kucing gigit leher (pexels.com/Vladimir)

Kucing memang tidak menyimpan dendam, tapi bukan berarti mereka tidak bisa merasa kesal. Untuk mengetahui apakah kucing sedang menyimpan rasa kesal atau sedang stres, simak tanda-tandanya berikut ini:

  • Lebih sering bersembunyi dari biasanya

  • Kurang toleran terhadap orang

  • Posisi tubuh jongkok

  • Telinga pipih menoleh ke samping

  • Pupil mata mereka lebar dan membesar

  • Menggoyangkan ekornya dari sisi ke sisi

  • Perawatan diri kurang lebih dan biasa

Jika kamu memperhatikan adanya tanda-tanda di atas, berilah waktu untuk kucing sendiri dulu dan izinkan mereka bersembunyi jika mereka mau. Dengan cara ini kamu dapat membantu mengurangi tingkat stresnya.

3. Apa yang harus dilakukan jika melihat kucing tampak memendam kesal

Kucing gigit leher (pexels.com/Ahmet)

Meskipun kita tahu kucing tidak benar-benar menyimpan dendam seperti manusia, tetap saja bisa membuat kita khawatir ketika sesuatu tampaknya mengganggu hewan peliharaan kita. Jika hewan peliharaan tampak kesal atau cemas akibat perilaku pemiliknya atau orang lain, berikut adalah hal yang harus dilakukan si pemilik kucing jika kucing menunjukkan perilaku 'dendam':

  • Beri kucingmu ruang

Hal pertama yang harus dilakukan jika kucing tampak kesal adalah memberi mereka ruang untuk sendirian, ini bukan berarti mengurung mereka di dalam ruangan atau memaksa mereka untuk diisolasi. Hewan peliharaan mungkin hanya tidak ingin berada di dekat siapa pun ketika mereka kesal dan mungkin akan bertindak di luar kebiasaan jika mereka sedang kesal.

  • Jangan tinggalkan kucing sendirian jika kondisinya terluka

Jangan tinggalkan kucing yang mengalami cedera fisik. Kesehatan mereka jauh lebih penting daripada memberinya ruang. Namun, sebaliknya, jika kucing tidak mengalami cedera atau terluka apa pun, sebaiknya berilah sedikit ruang untuk mereka menyendiri. Jika posisi kucing terluka, segera cari perawatan dokter hewan, terlepas dari perilaku mereka saat ini.

  • Berikan camilan

Cara cepat untuk mendapatkan kembali simpati sebagian besar hewan peliharaan adalah dengan memberi mereka camilan. Menawarkan camilan setelah kucing memiliki waktu sendiri untuk bersantai dan sedikit tenang dapat menjadi cara yang baik untuk membuat suasana hatinya kian membaik.

  • Tunjukkan tanda-tanda kasih sayang

Saat kucing tampak lebih tenang, cobalah menunjukkan tanda-tanda kasih sayang kecil kepada mereka. Kucing memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang, dan membalasnya adalah langkah awal yang baik. Berikan beberapa kedipan mata lembut ke arah mereka, dan jika mereka terbuka terhadap sentuhan fisik, berikan beberapa tepukan lembut.

  • Bersabarlah

Apa pun yang kamu lakukan, jangan terburu-buru. Hewan peliharaan kamu perlu merasa aman dan tidak dipaksa melakukan apa pun. Mungkin ini butuh waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk mendapatkan kembali kepercayaan penuh mereka.

Kalau selama ini kamu bertanya-tanya apakah kucing bisa menyimpan dendam pada hewan lain dan manusia, jawabannya adalah tidak. Bentuk dari kekecewaan, marah, dan cemas biasanya ditunjukkan dengan cara menghindari sesuatu yang membuatnya kecewa atau sakit. Dengan memahami tanda-tanda kucing yang sedang kesal atau marah, kamu dapat mengetahui kapan sebaiknya berada di dekat mereka atau memberinya sedikit ruang demi meredakan stresnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article