Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Mamalia Jarang Berwarna Cerah seperti Burung dan Ikan?

Kenapa Mamalia Jarang Berwarna Cerah seperti Burung dan Ikan?
ilustrasi mamalia (unsplash.com/Screenroad)
Intinya Sih
  • Mamalia memiliki warna tubuh terbatas karena rambutnya hanya mengandung pigmen melanin, berbeda dengan burung dan ikan yang punya beragam pigmen seperti carotenoid dan pterin.
  • Struktur rambut mamalia tidak mampu memantulkan cahaya seperti bulu burung, sehingga tidak menghasilkan warna cerah atau efek kilau alami.
  • Nenek moyang mamalia berevolusi sebagai hewan malam, membuat warna gelap lebih berguna untuk kamuflase dan bertahan hidup dibandingkan warna mencolok.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mamalia sering terlihat memiliki warna tubuh yang cenderung sederhana seperti cokelat, hitam, abu-abu, atau putih. Jika dibandingkan dengan burung atau ikan yang memiliki warna cerah dan pola mencolok, penampilan mamalia memang tampak lebih kalem. Fenomena mamalia jarang berwarna cerah ini sering membuat banyak orang bertanya-tanya.

Padahal, warna pada tubuh hewan tidak muncul secara kebetulan. Setiap warna biasanya berkaitan dengan proses biologis dan perjalanan evolusi yang panjang. Hal yang sama juga terjadi pada mamalia yang memiliki karakter warna tubuh berbeda dibandingkan dengan kelompok hewan lain. Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

1. Rambut mamalia hanya menghasilkan pigmen melanin

ilustrasi mamalia
ilustrasi mamalia (unsplash.com/Annika Treial)

Warna rambut pada mamalia sebagian besar berasal dari dua jenis melanin, yaitu eumelanin yang menghasilkan warna hitam atau cokelat gelap dan pheomelanin yang menghasilkan warna kemerahan atau kekuningan. Kombinasi dua pigmen ini memang dapat menciptakan variasi, tetapi tetap berada di spektrum warna yang relatif terbatas. Berbeda dengan burung atau ikan yang memanfaatkan pigmen lain seperti carotenoid dan pterin sehingga mampu menampilkan warna kuning terang, merah menyala, bahkan oranye mencolok.

Karena pilihan pigmennya terbatas, rambut mamalia hampir tidak pernah menghasilkan warna hijau, biru cerah, atau ungu seperti yang terlihat pada bulu burung atau sisik ikan. Bahkan variasi warna yang tampak unik pada mamalia, misalnya bulu kemerahan pada rubah atau kekuningan pada singa, sebenarnya tetap berasal dari kombinasi melanin yang sama. Hal ini membuat warna tubuh mamalia cenderung berada pada palet warna yang lebih kalem

2. Struktur rambut mamalia tidak menghasilkan warna cerah

ilustrasi burung
ilustrasi burung (unsplash.com/Jason Hafso)

Banyak warna cerah pada hewan sebenarnya bukan berasal dari pigmen, melainkan dari cara permukaan tubuhnya memantulkan cahaya. Pada beberapa hewan seperti burung atau kupu-kupu, terdapat struktur sangat kecil pada bulu atau sayap yang dapat membelokkan cahaya sehingga terlihat biru, hijau, atau berkilau. Efek ini membuat warna tampak terang meskipun tidak berasal dari pigmen khusus.

Rambut pada mamalia tidak memiliki struktur mikroskopis seperti itu. Susunan serat rambut mamalia jauh lebih sederhana dan terutama berfungsi untuk menjaga suhu tubuh serta melindungi kulit. Karena tidak dirancang untuk memantulkan cahaya dengan cara tertentu, rambut mamalia umumnya tidak mampu menghasilkan warna cerah atau efek kilau seperti yang terlihat pada bulu burung atau sayap kupu-kupu.

3. Nenek moyang mamalia dulu hidup aktif pada malam hari

ilustrasi mamalia
ilustrasi mamalia (unsplash.com/Nam Anh)

Jauh sebelum mamalia modern muncul, banyak nenek moyang kelompok hewan ini hidup berdampingan dengan dinosaurus yang berukuran jauh lebih besar. Untuk menghindari predator, banyak mamalia purba bertahan dengan cara beraktivitas saat malam ketika keadaan lebih gelap dan relatif aman. Dalam kondisi seperti itu, warna tubuh yang cerah tidak memberikan banyak manfaat karena hampir tidak terlihat dalam kegelapan.

Sebaliknya, warna tubuh yang cenderung gelap atau kusam justru membantu mamalia kecil bersembunyi di lingkungan sekitarnya, seperti tanah, dedaunan, atau semak. Karena strategi ini terbukti membantu bertahan hidup, proses seleksi alam selama jutaan tahun lebih sering mempertahankan warna yang tidak mencolok. Jejak sejarah evolusi tersebut masih bisa dilihat pada banyak mamalia modern yang hingga kini tetap memiliki warna tubuh yang cenderung netral.

4. Banyak mamalia tidak melihat warna secerah burung

ilustrasi burung
ilustrasi burung (unsplash.com/Annie Lang)

Cara hewan melihat warna ternyata berbeda-beda, dan hal ini ikut memengaruhi apakah warna cerah berguna atau tidak. Banyak mamalia memiliki tipe penglihatan yang disebut dichromatic, yaitu kondisi ketika mata hanya memiliki dua jenis sel reseptor warna. Reseptor warna adalah sel khusus di retina yang bertugas menangkap warna cahaya. Dengan jumlah reseptor yang lebih sedikit, variasi warna yang bisa dibedakan juga menjadi lebih terbatas.

Akibatnya, beberapa warna seperti merah, hijau, atau oranye tidak terlihat terlalu berbeda bagi banyak mamalia. Warna-warna tersebut cenderung tampak lebih mirip atau lebih kusam dibandingkan dengan cara burung melihatnya. Burung memiliki sistem penglihatan yang lebih kompleks dengan lebih banyak reseptor warna, sehingga mereka mampu melihat warna jauh lebih tajam dan beragam.

5. Warna cerah pada mamalia biasanya muncul di kulit, bukan rambut

ilustrasi mamalia
ilustrasi mamalia (unsplash.com/Yomex Owo)

Memang benar mamalia jarang berwarna cerah, namun ada juga yang menunjukkan warna cukup mencolok. Meski begitu, biasanya warna tersebut tidak muncul pada rambut atau bulunya. Warna terang lebih sering terlihat pada bagian kulit yang tidak tertutup rambut, misalnya pada wajah atau area tubuh tertentu. Contoh yang cukup dikenal adalah mandrill, primata yang memiliki wajah dengan warna biru dan merah yang sangat mencolok. Warna serupa juga bisa terlihat pada beberapa jenis monyet yang memiliki bagian kulit merah muda di sekitar wajah atau tubuhnya.

Hal ini terjadi karena rambut mamalia umumnya hanya memiliki sedikit variasi pigmen. Sebaliknya, kulit memiliki jaringan yang lebih kompleks serta banyak pembuluh darah di bawah permukaannya. Kombinasi pigmen kulit dan aliran darah inilah yang dapat menghasilkan warna yang tampak lebih cerah atau kontras. Pada banyak spesies, bagian kulit yang berwarna tersebut juga berfungsi sebagai sinyal visual, misalnya untuk menunjukkan kondisi kesehatan, kesiapan berkembang biak, atau posisi dalam kelompok sosial.

Warna tubuh pada mamalia berkaitan dengan proses biologis dan evolusi yang berlangsung dalam waktu sangat panjang. Karena itu, warna pada mamalia bukan sekadar tampilan luar. Karakter warna tersebut merupakan hasil dari mekanisme biologis dan sejarah evolusi yang membentuk kelompok hewan ini menjadi seperti yang dikenal sekarang.

Referensi:

"Evolution of bright colours in animals: worlds of prohibition and oblivion" F1000 Research. Diakses pada Maret 2026

"Why aren't mammals as colorful as reptiles, birds or fish?" Live Science. Diakses pada Maret 2026

"Why Aren’t There Mammals in Super Vivid Colors Like There Are Birds and Bugs?" Gizmodo. Diakses pada Maret 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Science

See More