Dalam beberapa penelitian, tanaman sisik naga memiliki potensi mengobati kanker. Selain kanker, ada penelitian yang menyebutkan bahwa tanaman sisik naga juga bisa menjadi obat untuk penyakit demensia. Namun, penelitian masih harus dilakukan agar tanaman sisik naga bisa digunakan secara maksima. Untuk tahu lebih lanjut, berikut ini penjelasan lebih detail.
Manfaat Tanaman Sisik Naga, Terrarium hingga Obat Herbal

- Tanaman sisik naga dikenal sebagai pakis epifit yang mudah dirawat, berdaun unik, dan populer sebagai tanaman hias untuk taman vertikal maupun terrarium.
- Kandungan kimia seperti flavonoid, tanin, dan saponin membuat tanaman sisik naga bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, serta aman digunakan dalam pengobatan herbal tradisional.
- Berbagai penelitian menunjukkan ekstrak sisik naga berpotensi menghambat sel kanker dan leukemia serta memiliki efek neuroprotektan untuk membantu penanganan demensia.
Tanaman sisik naga seringkali dianggap hama karena tumbuh di batang pohon. Padahal, dengan perawatan yang tepat, tanaman sisik naga bisa dijadikan sebagai tanaman hias yang cantik. Bahkan jika digali lebih dalam lagi, tanaman sisik naga juga punya manfaat di bidang kesehatan.
1. Tanaman sisik naga

Tanaman sisik naga atau Pyrrosia piloselloides adalah jenis tanaman pakis yang tersebar di Asia Tenggara hingga Australia bagian utara. Ciri khasnya adalah hidup di batang kayu atau pohon sehingga disebut tanaman epifit. Selain itu memiliki bentuk daun yang unik, lonjong atau bulat mirip dengan sisik naga.
Dengan bentuknya yang cantik, tanaman sisik naga menjadi incaran penggemar tanaman. Apalagi, perawatan tanaman ini termasuk mudah asal mendapatkan cahaya yang cukup dan kelembapan tinggi. Walaupun mudah dirawat, perlu diwaspadai masalah-masalah yang sering menjangkit. Seperti terlalu banyak air, kelembapan rendah, hama hingga penyakit jamur yang membuat bercak pada daun.
2. Kandungan di dalamnya

Walaupun terlihat seperti tanaman hias biasa, tanaman sisik naga memiliki banyak manfaat. Bahkan manfaat tanaman sisik naga tidak hanya sebagai tanaman hias saja, tetapi untuk kesehatan tubuh. Bahkan memiliki potensi untuk menghambat sel-sel penyakit berbahaya.
Manfaat tersebut tak lepas dari komponen kimia yang terkandung di dalamnya. Kandungan tanaman sisik naga terdiri dari flavonoid, tanin, steroid atau triterpenoid. Serta minyak esensial, glikosida, fenol dan saponin.
3. Manfaat untuk lingkungan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tanaman sisik naga memiliki bentuk yang khas. Bentuk morfologi yang bagus, cocok untuk hiasan di dalam atau luar ruangan. Selain itu bisa digunakan untuk peningkatan kualitas udara juga, loh.
Tanaman Hias
Tanaman sisik naga memiliki daun dengan bentuk yang unik, mirip sisik naga. Warna daunnya yang terang, tampak cantik untuk tanaman hias. Selain itu, kemampuannya tinggal di batang pohon membuat tanaman ini sering digunakan untuk taman vertikal. Dimana, taman vertikal adalah alternatif taman di perkotaan karena semakin sedikit ruang terbuka hijau yang bisa digunakan. Selain itu, tanaman ini juga digunakan bisa untuk terarium, tanaman di wadah transparan seperti kaca atau plastik.
Meningkatkan kualitas udara
Selain menjadi hiasan, tanaman ini juga juga bisa jadi penyaring udara alami. Tanaman sisik naga menyerap racun seperti xilen, toluena dan formaldehid. Tak hanya meningkatkan kualitas udara, tanaman sisik naga ini bisa menjaga kelembapan ruangan. Terutama saat iklim kering seperti saat musim dingin, tanaman sisik naga menjaga ruangan tetap lembap karena mengeluarkan uap air secara alami.
4. Obat herbal

Secara tradisional, tanaman sisik naga telah menjadi obat herbal secara turun menurun. Dengan takaran dan metode racikan yang tepat, tanaman sisik naga bisa digunakan untuk antibakteri, antioksidan, antipiretik dan obat penurun panas. Bahkan, ada juga yang menggunakannya sebagai obat untuk batuk atau disentri.
Keamanan tanaman sisik naga untuk pengobatan telah terbukti melalui penelitian penyaringan fitokimia. Dalam penelitian “Penyaringan Fitokimia dan Evaluasi Toksikologi Ekstrak Pyrrosia piloselloides” karya MZ Arif, Nik Aina Syazana Nik Zainuddin, Is Zakaria, Wan Abdul Wahab, menyebutkan bahwa tanaman sisik naga bisa digunakan sebagai pengobatan alternatif dan dianggap aman untuk dikonsumsi. Hasil penelitian ini ditemukan Zn (seng), Cu (tembaga) dan Mn (mangan) dalam kadar yang dapat diterima. Serta tidak ditemukan Pb (timbal), Cd (kadmium) dan Cr (kromium).
5. Potensi menghambat sel berbahaya

Pengobatan menggunakan tanaman sisik naga masih teliti untuk menggali potensi dari tanaman ini. Penelitian tersebut membuahkan hasil bahwa ekstrak dari tanaman sisik naga berpotensi menghambat sel berbahaya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini penelitian yang telah dilakukan.
Berpotensi menghambat sel kanker dan sel leukemia
Berdasarkan penelitian “Efek Antiproliferatif Ekstrak Metanol dan Air dari Pyrrosia piloselloides Pada Sel Kanker Serviks Manusia Hela” karya Mohd Dasuki SSul’ain, Fashihah Zakaria, Muhammad Farid Johan, ekstrak senyawa metanol pada Pyrrosia piloselloides memiliki efek antiproliferatif pada sel kanker. Antiproliferatif, dikutip dari Science Direct, adalah kemampuan zat untuk menghambat peningkatan jumlah sel. Dalam penelitian ini, dapat menghambat peningkatan jumlah sel kanker serviks. Walaupun begitu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji mekanisme didalamnya.
Berpotensi menghambat sel leukemia
Selain sel kanker serviks, ekstrak metanol Pyrrosia piloselloides juga berdampak pada sel leukemia. Dikutip dari “Uji Sitotoksisitas Ekstrak Metanol Daun Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides Presl.) terhadap Sel Leukemia P3bb” karya Nurul Istiqomah, Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M. Agr menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun sisik naga memiliki efek sitotoksik. Dimana sitotoksik adalah zat atau proses merusak sel atau menyebabkan kematian. Artinya ekstrak metanol daun sisik naga dapat menghambat pertumbuhan sel leukemia.
Demensia
Untuk potensi membantu demensia, ada pada penelitian “Aktivitas Neuropotektan Teh Celup Daun Sisik Naga (Pyrrosia piloselloides (L.) M. G. price) terhadap Demensia” karya Nurinun, Yuni Andriani dan Lili Andriani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa daun sisik naga bisa digunakan untuk neuroprotektan pada demensia. Neuroprotektan adalah zat untuk melindungi sel saraf dari kerusakan, disfungsi atau kematian. Namun, penelitian harus dilakukan lebih lanjut karena penelitian ini baru dilakukan pada hewan uji.
Itu adalah manfaat tanaman sisik naga, mulai dari sebagai hiasan hingga bermanfaat untuk kesehatan. Walaupun sudah ada penelitiannya, tetap harus berkonsultasi dengan dokter ya. Untuk mengetahui bagaimana tanaman sisik naga bisa membantu meringankan penyakit.
Referensi:
Jurnal Sains dan Kesehatan, “Aktivitas Neuroprotektan Teh Celup Daun Sisik Naga (Pyrrosia piloselloides (L.) M. G. Price) terhadap Demensia”. jsk.ff.unmul.ac.id. Diakses Juni 2026.
“Penyaringan Fitokimia dan Evaluasi Toksikologi Ekstrak Pyrrosia piloselloides”. researchgate. Diakses Juni 2026
“Uji Sitotoksisitas Ekstrak Metanol Daun Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides Presl.) terhadap Sel Leukemia P3bb”. etd.repository.ugm.ac.id. Diakses Juni 2026
“Efek Antiproliferatif Ekstrak Metanol dan Air dari Pyrrosia piloselloides Pada Sel Kanker Serviks Manusia Hela”. National Library of Medicine. Diakses Juni 2026.













![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Seberapa Langka Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)




