5 Fakta Katedral Strasbourg, Kemegahan Arsitektur Gotik Kota Strasbourg

- Katedral Strasbourg di Prancis dibangun selama sekitar 400 tahun dengan arsitektur Gotik megah, menampilkan fasad detail dan menara tunggal setinggi 142 meter yang menjadi ikon kota.
- Gereja ini pernah memegang rekor bangunan tertinggi di dunia selama dua abad dan memiliki jam astronomi Renaisans karya Jean-Baptiste Schwilgué yang menjadi keajaiban teknik masa itu.
- Katedral sempat mengalami pencurian kaca patri oleh Nazi saat PD II serta perubahan fungsi menjadi gereja Protestan pada abad ke-16 sebelum akhirnya dikembalikan sebagai gereja Katolik.
Cathédrale Notre-Dame de Strasbourg atau yang lebih dikenal dengan nama Katedral Strasbourg adalah sebuah gereja Katolik Roma tempat kedudukan Uskup Agung Strasbourg. Katedral ini berlokasi di Kota Strasbourg, Prancis, sebuah kota di wilayah Prancis yang berbatasan dengan wilayah negara Jerman. Menara Katedral Strasbourg yang menjulang setinggi 142 m dapat dilihat dari kejauhan ketika para wisatawan memasuki Kota Strasbourg yang menjadikan bangunan religius tersebut sebagai landmark paling ikonik dari kota tersebut.
Katedral Strasbourg yang juga dijuluki sebagai "permata" arsitektur Gotik Eropa ini terkenal dengan kemegahan desainnya yang luar biasa dan merupakan salah satu gereja Katolik bersejarah di Prancis yang menjadi simbol dari kesejahteraan, otonomi serta pengaruh Kota Strasbourg pada abad pertengahan. Satrawan serta filsuf terkenal Jerman, Johann Wolfgang von Goethe, menggambarkannya sebagai "pohon Tuhan yang besar dan menjulang tinggi".
Ingin tahu lebih lanjut mengenai gereja yang pernah memegang predikat sebagai bangunan tertinggi di dunia selama 2 abad ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!
1. Berarsitektur Gotik dan dibangun selama 4 abad

Menjulang tinggi di Kota Strasbourg, Prancis, Katedral Strasbourg bukan hanya sebagai keajaiban rekayasa teknik bangunan di masanya saja, namun merupakan sebuah rangkaian sejarah yang hidup dan membentang selama sekitar 400-an tahun. Menurut laman Strasbourg-Info, Katedral Strasbourg didirikan di atas gereja lama berarsitektur Romanesque yang rusak karena kebakaran. Peletakan batu pertama terjadi di abad ke-11. Saat proses pembangunan, di akhir abad ke-12, teknik arsitektur baru bernama Gotik mencapai wilayah tersebut yang menyebabkan pembangunan katedral baru tersebut mulai mengembangkan semua karakteristik estetika arsitektur Gotik.
Arsitek utama pembangunan adalah Erwin von Steinbach, ia menggunakan batuan sedimen pasir (sandstone) berwarna coklat kemerahan dari Pegunungan Vosges. Berbeda dengan gaya arsitektur Romanesque dengan tembok-tembok tebalnya dan pencahayaan interior minim layaknya benteng, katedral baru dibangun tinggi dengan tembok-tembok yang lebih ramping karena adanya fitur khas arsitektur Gotik penyangga melayang (flying buttress) yang dapat membagi beban konstruksi secara efisien. Fasad portal barat gereja terlihat menakjubkan dengan pahatan detail khas seni Gotik dan merupakan fasad gereja pertama yang digambar terlebih dahulu sebelum dibangun. Konstruksi gereja baru diselesaikan pada tahun 1439.
2. Memegang predikat sebagai bangunan tertinggi di dunia selama 2 abad

Katedral Strasbourg memegang rekor sebagai bangunan tertinggi di dunia selama sekitar 2 abad. The Fox Magazine melansir, selama sekitar 227 tahun, Katedral Strasbourg memegang gelar sebagai struktur tertinggi di dunia dari tahun 1647 hingga 1874 dengan menaranya yang setinggi 142 m. Gelar tersebut baru berpindah ketika gereja Lutheran, St. Nikolai di Hamburg melampauinya dengan ketinggian menara mencapai 147 m di tahun 1874. Gereja St. Nikolai, Hamburg tersebut mengalami kerusakan parah di era PD II dan saat ini dilestarikan sebagai Monumen St. Nikolai.
Hingga saat ini, Katedral Strasbourg masih merupakan salah satu bangunan gereja abad pertengahan yang tertinggi di dunia dan menempati peringkat ke-6 secara global. Puncak menaranya yang hanya satu, sangat ikonik dan dapat dilihat dari jarak hingga 30 km jika cuaca cerah.
3. Memiliki jam astronomi ikonik masa Renaisans

Salah satu fakta menarik dari Katedral Strasbourg ini adalah, gereja ini memiliki jam astronomi yang terletak di dalam gerejanya. Jam astronomi adalah instrumen penunjuk waktu bergaya abad pertengahan yang kompleks yang dirancang untuk menampilkan informasi astronomi seperti posisi Matahari, Bulan, fase Bulan, rasi bintang dan tampilan planet yang perisisi bersamaan dengan petunjuk waktu standar.
Menurut laman Visit Strasbourg, jam astronomi di dalam Katedral Strasbourg ini merupakan salah satu engineering marvel atau keajaiban teknik dari masa Renaisans hingga abad ke-19 karena jam tersebut dibuat dan disempurnakan dari pembuatan pertamanya di abad ke-14 hingga sistem mekanisme yang dapat dilihat saat ini yang berasal dari tahun 1842 karya ahli jam Jean-Baptiste Schwilgué . Sebagai mahakarya Renaisans, jam astronomi di Katedral Strasbourg tersebut adalah hasil karya gabungan para pembuat jam, pematung, matematikawan dan pelukis yang bekerja sama untuk menghasilkan instrumen waktu dengan daya tarik yang luar biasa ini.
4. Ornamen kaca patrinya pernah dicuri pasukan Nazi Jerman

Salah satu fitur dari arsitektur Gotik adalah keberadaan banyak kaca patri (stained glass window) untuk pencahayaan alami di dalam gereja. Pada gereja megah dengan arsitektur Gotik di Eropa, bias-bias cahaya Matahari yang melalui kaca patri berwarna-warni tersebut akan memenuhi interior gereja dengan vibes seolah cahaya surgawi. Dilansir laman European Water Ways, banyak jendela kaca patri yang menakjubkan di Katedral Strasbourg yang menggambarkan adegan-adegan Alkitabiah yang berasal dari abad ke-12 dan ke-14. Di era PD II, kaca-kaca patri tersebut dicopot Prancis untuk menghindari kerusakan, namun kemudian dicuri oleh pasukan Nazi Jerman ketika mereka menguasai wilayah tersebut.
Menurut sejumlah sumber informasi, kaca patri bersejarah tersebut berhasil ditemukan oleh tim Monuments Men yang dibentuk pasukan Sekutu untuk mencari karya-karya seni seniman ternama yang dicuri dalam PD II. Kaca patri tersebut ditemukan di sebuah tambang garam Heilbronn di wilayah Jerman, yang merupakan tambang garam bawah tanah terbesar di Eropa barat. Setelah berakhirnya perang, kaca patri tersebut dikembalikan ke Katedral dalam sebuah upacara yang megah. Selain era PD II, katedral ini juga pernah mengalami kerusakan parah pada era Revolusi Prancis namun dapat bertahan dan diselamatkan dari penghancuran total oleh masyarakat lokal di sana.
5. Pernah diubah menjadi gereja Protestan di abad ke-16

Sebagaimana diinformasikan dalam laman Strasbourg-Info, dalam perjalanan sejarahnya, di masa lalu, pada tahun 1521 Katedral Strasbourg pernah diubah menjadi gereja Protestan ketika terjadi gerakan reformasi Protestan di Eropa yang dimulai dari Jerman. Setelah penggabungan Strasbourg ke Prancis pada tahun 1681, gereja katedral tersebut dikembalikan kepada umat Katolik dan diubah menjadi gereja Katolik kembali yang didedikasikan untuk menghormati Bunda Maria, Ibunda Yesus Kristus, sesuai namanya dalam bahasa Prancis Cathédrale Notre-Dame de Strasbourg. Notre-Dame dalam bahasa Prancis berarti Bunda Maria
Kota Strasbourg sendiri adalah kota bersejarah Prancis yang memesona dan terkenal dengan perpaduan budaya Prancis dan Jerman. Warisan perpaduan budaya tersebut tercermin dalam seni arsitektur, kuliner, dialek dan perannya sebagai ibu kota diplomatik Eropa karena terdapat kedudukan resmi Parlemen Uni Eropa di tempat ini.
Jangan lupa untuk mengunjungi gereja katedral yang megah ini kalau nanti kamu ada kesempatan untuk berwisata ke Eropa, ya!









![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Seberapa Langka Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)







