- Burung albatros
Benarkah Burung Bisa Tidur Sambil Terbang? Ini Fakta Sebenarnya

- Burung memiliki kemampuan tidur gelombang lambat unihemisferik, di mana satu sisi otak tetap aktif agar mereka bisa beristirahat sambil tetap waspada terhadap ancaman.
- Beberapa spesies seperti albatros, camar Arktik, frigatebird, dan godwit ekor bergaris mampu tidur singkat saat terbang untuk mendukung migrasi jarak jauh tanpa berhenti.
- Penelitian pada burung frigate di Kepulauan Galapagos menunjukkan mereka tidur sekitar 45 menit per hari saat terbang, dengan durasi tiap sesi hanya beberapa detik.
Jangan mengira bahwa burung bisa tidur nyenyak seperti kita. Tidur berjam-jam dengan nyenyak tanpa memikirkan apakah ada bahaya di sekitarnya atau tidak. Di alam liar, burung-burung hidup penuh tantangan, mereka membutuhkan istirahat, namun di sisi lain otaknya harus tetap terjaga demi keselamatan hidupnya. Alih-alih tidur nyenyak di dalam sarang yang hangat, burung-burung ini justru memilih tidur sembari terbang di ketinggian.
Bagi mereka, tidur di udara jauh lebih menenangkan dari pada tidur di darat di tengah bayang-bayang ancaman predator. Mereka adalah burung luar biasa yang melakukan perjalanan panjang demi makanan dan bertahan hidup. Lalu, bagaimana cara makhluk bersayap ini mengistirahatkan tubuh dan otaknya yang kelelahan tanpa jatuh terhempas dari langit? Berikut penjelasan lengkapnya!
1. Apa itu tidur unihemisferik pada burung?

Burung hidup di lingkungan yang penuh ketidakpastian. Artinya, demi bisa bertahan hidup burung-burung harus selalu di mode waspada, pandai beradaptasi, dan tanggap merespons ancaman predator serta perubahan iklim. Meski dituntut untuk selalu di mode siaga, burung juga tetap membutuhkan waktu tidur demi memulihkan tubuh, istirahat, dan penyembuhan.
Umumnya, hewan yang aktif di siang hari akan tidur di malam hari, begitupun hewan yang aktif di malam hari, maka siang hari adalah waktunya tidur. Selama siklus tidur, aktivitas otak berkurang, begitupun laju metabolisme dan kesadaran sensorik terhadap lingkungan sekitar hewan. Dalam hal ini, ketika manusia dan banyak jenis satwa liar tidur, kedua sisi otaknya tidak aktif dalam proses yang dikenal sebagai tidur gelombang lambat bihemisferik (BSWS).
Hewan liar yang tidur nyenyak selama berjam-jam cenderung lebih rentan terhadap predator dan ancaman lingkungan lainnya. Lalu, bagaimana dengan burung yang harus tetap di mode siaga dan kebutuhan tidur khususnya saat melakukan penerbangan? Berbeda dengan hewan lainnya, burung dapat tidur dalam beberapa siklus pendek yang seringkali hanya berlangsung beberapa menit, tetapi berulang ratusan kali setiap hari.
Setiap siklus tidur burung mencakup tidur gelombang lambat (SWS) yang dalam dan tidur gerakan mata cepat (REM). Pada manusia sendiri, fase REM adalah saat sebagian besar mimpi terjadi. Pada burung, agar tetap sadar dan responsif terhadap lingkungannya, burung melakukan tidur gelombang lambat unihemisferik (USWS), menjaga satu bagian otak dan mata yang terkait tetap aktif, sementara sisi lainnya tidur.
Burung dapat beristirahat dengan kedua belahan otak tertidur ketika berada di lingkungan yang relatif aman, atau dengan satu belahan otak tertidur dan belahan lainnya terjaga ketika mereka perlu tetap waspada dan aktif. Ketika hanya satu sisi otak mereka tertidur, mata yang terkait dengan sisi yang terjaga tetap terbuka.
2. Jenis-jenis burung yang bisa tidur sambil terbang

Beberapa spesies burung memiliki kemampuan luar biasa untuk tidur sambil terbang, memungkinkan mereka untuk melakukan migrasi panjang dan menempuh jarak yang sangat jauh tanpa perlu berhenti. Berikut adalah daftar burung yang bisa tidur sambil terbang, antara lain:
Burung albatros atau elang laut adalah pengembara di atas lautan selama berbulan-bulam, menggunakan tidur unihemisferik untuk mengistirahatkan satu belahan otak pada satu waktu. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap berada di atas udara tanpa kehilangan kesadaran akan lingkungan sekitar.
- Burung camar Arktik
Burung camar Arktifk melakukan migrasi terpanjang di antara semua burung, melakukan perjalanan dari Arktik ke Antartika. Selama perjalanan ini, mereka tidur siang sambil terbang melayang, memastikan mereka dapat menghemat energi untuk perjalanan panjangnya.
- Burung godwit ekor bergaris
Burung ini dikenal berkat migrasinya yang epik tanpa henti, burung godwit berekor belang mengandalkan tidur singkat saat terbang. Tidur yang singkat ini membantunya menempuh perjalanan sejauh 7.000 mil tanpa perlu mendarat.
- Burung frigatebird
Burung frigatebird dikenal karena penerbangan jarak jauhnya di atas laut lepas. Mereka tidur dalam interval singkat saat meluncur, memungkinkan mereka untuk tetap berada di udara dalam waktu lama tanpa perlu mendarat.
- Burung snipe besar
Selama migrasi, burung snipe besar terus terbang tanpa henti, menempuh ribuan mil dalam beberapa hari. Mereka tidur sebentar saat terbang, memungkinkan mereka untuk tetap berada di udara dan mempertahankan kecepatannya.
- Burung wheatear utara
Saat bermigrasi melintasi benua, burung northern wheatear tidur siang di tengah penerbangan, menggunakan waktu istirahat singkat. Hal ini memungkinkan mereka untuk melintasi medan yang luas, termasuk gurun dan lautan, tanpa berhenti untuk tidur.
3. Bagaimana cara mengetahui burung tidur saat terbang?

Bukti bahwa burung dapat terbang tanpa henti dalam waktu lama berasal dari akselerometer pendeteksi gerakan kecil yang dipasang di kaki sampel burung. Ini adalah perangkat yang mengarahkan pengguna telepon seluler di jalan-jalan yang tidak dikenal. Nah, untuk mengetahui apakah burung tidur, maka diperlukan perangkat elektroensefalogram (EEG) yang dipasang di kulit kepala burung untuk mengukur aktivitas otak.
Melansir Yolo Basin Foundation, para peneliti kemudian memilih untuk mempelajari burung frigate betina yang bersarang di Kepulauan Galapagos. Mereka mudah ditangkap dan ditangani karena hewan di Kepulauan Galapagos seringkali tidak takut pada manusia. Burung frigate juga memenuhi kriteria sebagai burung yang sering terbang dalam waktu lama. Mereka menghabiskan waktu hingga dua bulan terbang tanpa heti di atas lautan untuk mencari mangsa.
Penelitian menemukan bahwa burung frigatebird tidur sambil terbang selama sekitar 10 detik setiap kali, tetapi kadang-kadang lebih lama, dengan total 45 menit dalam 24 jam. Untuk membantu mereka tetap terbang selama berminggu-minggu, burung frigatebird telah mengembangkan kemampuan untuk melakukan tidur gelombang lambat unihemisferik.
Biasanya burung-burung itu membuka satu mata untuk tetap menyadari lokasi mereka dan menghindari tabrakan dengan burung lain. Tidur singkat dilakukan saat burung tersebut berputar ke atas mengikuti arus termal atau saat meluncur, yang memungkinkan mereka untuk beristirahat sambil melakukan sesuatu yang dibutuhkan untuk tetap terbang.
Bahkan kadang kala burung frigatebird juga memasuki tidur REM, ketika kedua belahan otak tertidur. Mungkin terdengar sangat berisiko, tetapi tidur REM hanya berlangsung beberapa detik dan bahkan jika terjadi kehilangan tonus otot sepenuhnya, burung frigatebird secara refleks mempertahankan sayapnya dalam posisi terbang.
Sebagai penutup, benar bahwa burung bisa melakukan tidur sambil terbang. Di mana burung melakukan tidur gelombang lambat unihemisferik (USWS), menjaga satu bagian otak dan mata yang terkait tetap aktif, sementara sisi lainnya tidur. Beberapa jenis burung seperti albatros, burung camar arktik, burung frigatebird, hingga burung wheatear utara adalah jenis-jenis burung yang sering tidur sambil terbang karena mereka harus melakukan perjalanan panjang selama migrasi.

















