ilustrasi sakit (freepik.com/freepik)
Pengobatan menggunakan tanaman sisik naga masih teliti untuk menggali potensi dari tanaman ini. Penelitian tersebut membuahkan hasil bahwa ekstrak dari tanaman sisik naga berpotensi menghambat sel berbahaya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini penelitian yang telah dilakukan.
Berdasarkan penelitian “Efek Antiproliferatif Ekstrak Metanol dan Air dari Pyrrosia piloselloides Pada Sel Kanker Serviks Manusia Hela” karya Mohd Dasuki SSul’ain, Fashihah Zakaria, Muhammad Farid Johan, ekstrak senyawa metanol pada Pyrrosia piloselloides memiliki efek antiproliferatif pada sel kanker. Antiproliferatif, dikutip dari Science Direct, adalah kemampuan zat untuk menghambat peningkatan jumlah sel. Dalam penelitian ini, dapat menghambat peningkatan jumlah sel kanker serviks. Walaupun begitu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji mekanisme didalamnya.
Selain sel kanker serviks, ekstrak metanol Pyrrosia piloselloides juga berdampak pada sel leukemia. Dikutip dari “Uji Sitotoksisitas Ekstrak Metanol Daun Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides Presl.) terhadap Sel Leukemia P3bb” karya Nurul Istiqomah, Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M. Agr menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun sisik naga memiliki efek sitotoksik. Dimana sitotoksik adalah zat atau proses merusak sel atau menyebabkan kematian. Artinya ekstrak metanol daun sisik naga dapat menghambat pertumbuhan sel leukemia.
Untuk potensi membantu demensia, ada pada penelitian “Aktivitas Neuropotektan Teh Celup Daun Sisik Naga (Pyrrosia piloselloides (L.) M. G. price) terhadap Demensia” karya Nurinun, Yuni Andriani dan Lili Andriani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa daun sisik naga bisa digunakan untuk neuroprotektan pada demensia. Neuroprotektan adalah zat untuk melindungi sel saraf dari kerusakan, disfungsi atau kematian. Namun, penelitian harus dilakukan lebih lanjut karena penelitian ini baru dilakukan pada hewan uji.
Itu adalah manfaat tanaman sisik naga, mulai dari sebagai hiasan hingga bermanfaat untuk kesehatan. Walaupun sudah ada penelitiannya, tetap harus berkonsultasi dengan dokter ya. Untuk mengetahui bagaimana tanaman sisik naga bisa membantu meringankan penyakit.
Referensi:
Jurnal Sains dan Kesehatan, “Aktivitas Neuroprotektan Teh Celup Daun Sisik Naga (Pyrrosia piloselloides (L.) M. G. Price) terhadap Demensia”. jsk.ff.unmul.ac.id. Diakses Juni 2026.
“Penyaringan Fitokimia dan Evaluasi Toksikologi Ekstrak Pyrrosia piloselloides”. researchgate. Diakses Juni 2026
“Uji Sitotoksisitas Ekstrak Metanol Daun Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides Presl.) terhadap Sel Leukemia P3bb”. etd.repository.ugm.ac.id. Diakses Juni 2026
“Efek Antiproliferatif Ekstrak Metanol dan Air dari Pyrrosia piloselloides Pada Sel Kanker Serviks Manusia Hela”. National Library of Medicine. Diakses Juni 2026.