Fenomena Bulan dan Spica 29 April 2026, Ini Cara Mengamati Keduanya!

Dalam beberapa hari ke depan, Bulan akan bergerak menuju fase purnama. Pada fase tersebut, cahaya Bulan bakal terlihat semakin terang dan mendominasi langit malam. Namun, sebelum mencapai fase purnama, Bulan akan bertemu dengan salah satu bintang paling terang di langit malam: Spica.
Dari sudut pandang Bumi, keduanya akan tampak berada sangat dekat di langit meski sebenarnya terpisah jarak yang sangat jauh di ruang angkasa. Fenomena ini terjadi karena pergerakan Bulan yang terus berubah posisi setiap malam. Lalu, bagaimana cara mengamati keduanya? Yuk, simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini!
1. Mengenal Spica: bintang terang di rasi Virgo

Spica merupakan salah satu bintang paling terang di langit malam. Mengutip dari EarthSky, Spica sebenarnya sistem bintang ganda yang terdiri dari dua bintang yang saling mengorbit satu sama lain. Kedua bintang ini sangat panas sehingga memancarkan cahaya berwarna kebiruan.
Karena tingkat panas dan cahayanya yang kuat, Spica tampak sangat terang jika dilihat dari Bumi. Bintang ini berada di rasi Virgo, salah satu rasi bintang yang cukup populer di langit malam. Jaraknya dari Bumi sekitar 250—260 tahun cahaya, dengan perkiraan 1 tahun cahaya sama dengan 9,46 triliun kilometer.
Meski jaraknya sangat jauh, Spica tetap mudah diamati dengan mata telanjang pada kondisi langit yang gelap. Hal ini karena tingkat kecerahannya yang tinggi dibanding bintang lain di sekitarnya. Oleh sebab itu, Spica sering menjadi salah satu penanda penting saat mengamati rasi Virgo di langit malam.
2. Waktu terbaik untuk mengamati Bulan dan Spica

Bulan dan Spica akan tampak berdekatan di langit malam pada 29 April 2026. Waktu terbaik untuk mengamati keduanya sekitar 1 jam setelah Matahari terbenam. Pada saat itu, Bulan sudah cukup tinggi di langit bagian tenggara dan terlihat sangat terang karena hampir memasuki fase purnama.
Dilansir When the Curves Line Up, Bulan berada dalam fase waxing gibbous dengan tingkat kecerahan sekitar 98 persen. Waxing gibbous sendiri berarti fase menjelang purnama ketika lebih dari setengah permukaan Bulan sudah terlihat terang. Pada waktu yang sama, Bulan tampak berada sangat dekat dengan Spica secara visual di langit malam. Kondisi langit yang sudah gelap membuat fenomena ini lebih mudah diamati dengan mata telanjang. Adapun, Spica akan tampak seperti bintang biru paling terang di sisi Bulan.
3. Cara mengamati Bulan dan Spica pada 29 April 2026

Fenomena Bulan dan Spica pada 29 April 2026 bisa diamati dari Indonesia dengan mata telanjang. Artinya, kamu tidak memerlukan alat khusus seperti teleskop untuk menyaksikan keduanya. Adapun, mengutip dari NASA, mata telanjang justru menjadi cara terbaik untuk mengamati langit karena dapat menangkap pandangan luas hingga 180 derajat.
Dengan cara ini, kamu bisa melihat pola bintang, objek terang seperti Bulan, dan titik cahaya seperti Spica dalam satu pandangan langit. Waktu terbaik untuk mengamati setelah Matahari terbenam atau ketika langit sudah cukup gelap. Pada saat itu, Bulan yang terang akan mudah terlihat berdampingan dengan Spica di langit malam. Yang terpenting ialah pilih lokasi yang minim cahaya agar keduanya terlihat lebih jelas dan nyaman diamati.
Selain itu, cuaca yang cerah dan langit yang bebas awan juga sangat membantu untuk proses pengamatan. Kondisi ini membuat Bulan dan Spica terlihat lebih jelas dan mudah dikenali di langit malam. So, sebelum melakukan pengamatan, pastikan tidak hujan atau berawan, ya!


















