Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Menarik Ubur-ubur Bulan Asia, Perenang yang Lemah

5 Fakta Menarik Ubur-ubur Bulan Asia, Perenang yang Lemah
ubur-ubur bulan asia (inaturalist.org/Tracy Drake)
Intinya Sih
  • Ubur-ubur bulan asia memiliki tubuh transparan berbentuk bulat dengan diameter hingga 50 cm dan hidup di perairan Asia Timur serta Laut Mediterania.
  • Ledakan populasi ubur-ubur bulan asia pernah mengganggu ekosistem laut dan operasional pembangkit listrik karena menurunkan populasi plankton secara signifikan.
  • Hewan ini punya dua fase kehidupan dan menghasilkan zat phenolic berpotensi medis, meski masih perlu penelitian lebih lanjut untuk pemanfaatannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bentuknya yang seperti jelly membuat ubur-ubur tampil unik, bahkan ia tak terlihat seperti hewan. Selain bentuknya yang tak biasa, ubur-ubur juga punya banyak spesies dengan segudang keunikan. Salah satu spesies terunik adalah ubur-ubur bulan asia (Aurelia coerulea) yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan.

Hewan yang berasal dari perairan Asia Timur dan Laut Mediterania tersebut punya tubuh membulat dengan warna transparan. Populasinya juga melimpah, bahkan sempat membludak hingga menimbulkan masalah yang cukup serius. Penasaran dengan kehidupan dan berbagai fakta menarik ubur-ubur bulan asia? Berikut pembahasannya.

1. Ubur-ubur bulan asia punya tubuh transparan

ubur-ubur bulan asia
ubur-ubur bulan asia (inaturalist.org/kkimmy)

Seperti spesies ubur-ubur bulan lain, ubur-ubur bulan asia memiliki tubuh yang tipis dan transparan. Bentuk tubuhnya juga membulat, serupa dengan bulan. Diameter maksimalnya juga cukup lebar, yaitu sekitar 50 centimeter. Namun, ukuran rata-ratanya hanya sekitar 20-40 centimeter. Kemudian, panjang oral arms hewan ini sekitar 33-38 persen dari diameter bagian tubuh utamanya yang disebut bell atau lonceng. Selain itu, ubur-ubur bulan asia memiliki 16 buah marginal lobe atau cuping marginal.

2. Peningkatan populasinya sangat berbahaya

ubur-ubur bulan asia
ubur-ubur bulan asia (inaturalist.org/邹轶帆Zou Yifan)

Secara umum, ubur-ubur bulan asia tidak berbahaya bagi manusia. Namun, populasi hewan ini pernah meledak dan menyebabkan masalah yang cukup serius. Artikel pada jurnal Marine Ecology Progress Series menjelaskan kalau ledakan populasinya mempengaruhi suhu air dan mampu mengurangi frekuensi pembangkit listrik tenaga nuklir. Penelitan pada 2018 di jurnal Journal of Oceanography juga mengungkap fakta bahwa lonjakan populasi ubur-ubur bulan asia mampu menurunkan populasi plankton secara signifikan yang akhirnya merusak tatanan ekosistem.

3. Ubur-ubur bulan asia mengalami dua fase kehidupan

ubur-ubur bulan asia
ubur-ubur bulan asia (inaturalist.org/Robin Gwen Agarwal)

Artikel di jurnal PLOS ONE menjelaskan kalau ubur-ubur bulan asia mengalami dua fase kehidupan, yaitu fase metagenetic dan direct development. Pada fase metagenetic, hewan ini akan berubah menjadi polip kemudian menempel pada substrat di dasar laut selama satu setengah tahun. Setelah memasuki masa direct development, ubur-ubur bulan asia akan berubah bentuk menjadi ephyra (larva ubur-ubur) yang nantinya berkembang menjadi individu dewasa. Di fase ini, persentase kematian ubur-ubur bulan asia terbilang rendah.

4. Ubur-ubur bulan asia berpotensi untuk dimanfaatkan oleh manusia

ubur-ubur bulan asia
ubur-ubur bulan asia (inaturalist.org/Sylvain Le Bris)

Dilansir Atlas of Australia, ubur-ubur bulan asia hidup di daerah yang kaya akan bakteri dan ia bisa mengeluarna zat phenolic yang merupakan antioksidan alami. Ubur-ubur ini juga terbukti mampu melakukan aktivitas lysozyme lewat "tangan" dan mukus. Para ahli berspekulasi kalau hal tersebut merupakan bagian dari strategi pertahanan untuk mempertahankan diri dari bakteri yang ada di air. Nah, zat phenolic yang dikeluarkan berpotensi untuk dimanfaatkan oleh manusia, khususnya di bidang medis dan bioteknologi.

5. Ubur-ubur bulan asia adalah perenang yang lemah

ubur-ubur bulan asia
ubur-ubur bulan asia (inaturalist.org/John David Curlis)

Walau merupakan hewan yang hidup di air, ternyata ubur-ubur bulan asia merupakan perenang yang lemah, lho. Gerakannya lambat, ia tak bisa menyelam terlalu dalam, dan umumnya ditemukan di perairan dangkal. Dilansir iNaturalist, habitat ubur-ubur bulan asia tak jauh dari laut dangkal, area pinggir pantai, laguna, dan perairan bersuhu dingin. Menariknya, hewan ini memiliki toleransi tinggi terhadap kadar oksigen yang minim. Sayangnya, ia sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan salinitas air.

Itulah berbagai fakta menarik ubur-ubur bulan asia, yaitu hewan laut tranasparan yang kemampuan berenangnya buruk dan berpotensi bisa dimanfaatkan oleh manusia. Sayangnya, pemanfaat ubur-ubur ini baru sebatas wacana dan belum terealisaikan. Untuk merealisasikan hal tersebut, penelitian dan observasi lebih dalam harus dilakukan oleh para ahli.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More