Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengapa Bumi Memiliki Lebih Banyak Air daripada Daratan?

Mengapa Bumi Memiliki Lebih Banyak Air daripada Daratan?
ilustrasi Bumi (pexels.com/Zelch Csaba)
Intinya Sih
  • Sekitar 71% permukaan Bumi tertutup air, terutama lautan dan samudra, sementara daratan hanya mencakup 29%, hasil dari proses geologi dan gravitasi yang membentuk cekungan alami.
  • Perbedaan komposisi kerak Bumi membuat dasar samudra yang berat tenggelam membentuk cekungan berisi air, sedangkan kerak benua yang ringan mengapung lebih tinggi sebagai daratan.
  • Dominasi air menjaga keseimbangan iklim dan kehidupan di Bumi, dengan lautan berperan penting dalam pengaturan suhu serta penyediaan oksigen melalui fitoplankton.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa Bumi terlihat biru jika dilihat dari luar angkasa? Itu karena sekitar 71% permukaan planet ini tertutup air, sementara daratan hanya sekitar 29%. Perbandingan ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari proses panjang yang melibatkan geologi, gravitasi, dan sejarah pembentukan Bumi.

Distribusi air dan daratan di Bumi terbentuk secara alami melalui kombinasi berbagai faktor. Air cenderung berkumpul di area yang lebih rendah, sementara daratan terbentuk dari kerak yang lebih ringan dan “mengapung” lebih tinggi. Hasilnya adalah planet dengan lautan luas yang mengisi cekungan besar, serta benua yang muncul sebagai daratan. Di sini, kita akan membahas lebih dalam seputar mengapa Bumi memiliki lebih banyak air daripada daratan.

1. Air mendominasi di permukaan Bumi

Jika dilihat dari luasnya, air memang jauh lebih mendominasi. Lautan, samudra, dan danau menutupi sekitar 361 juta kilometer persegi, sedangkan daratan hanya sekitar 149 juta kilometer persegi. Dari seluruh air yang ada, sekitar 97% merupakan air laut yang asin, dan hanya 3% yang berupa air tawar.

Menariknya, sebagian besar air tawar itu tidak langsung bisa kita gunakan. Sekitar 68% tersimpan dalam es dan gletser, 30% berada di bawah tanah, dan hanya sebagian kecil yang ada di sungai, danau, serta udara. Dominasi air ini terjadi karena gravitasi menarik air ke pusat Bumi, sehingga mengisi cekungan besar yang terbentuk akibat aktivitas geologi.

2. Peran komposisi kerak Bumi

Salah satu alasan utama mengapa daratan tidak menutupi seluruh Bumi adalah perbedaan jenis kerak. Kerak benua tersusun dari batuan granit yang lebih ringan dan tebal (sekitar 30–50 km) sehingga mengapung lebih tinggi di atas mantel Bumi.

Sebaliknya, dasar samudra terbentuk dari batuan basalt yang lebih padat dan tipis (sekitar 5–10 km). Karena lebih berat, bagian ini tenggelam lebih dalam dan membentuk cekungan besar yang kemudian terisi air. Bayangkan seperti mangkuk: bagian yang lebih rendah otomatis akan menampung cairan.

3. Perbandingan volume: air lebih unggul

ilustrasi laut sebagai zona aman pendaratan (pixabay.com/Kranich17)
ilustrasi laut (pixabay.com/Kranich17)

Tidak hanya dari luas permukaan, volume air di Bumi juga lebih besar dibandingkan daratan. Total volume air mencapai sekitar 1,335 miliar kilometer kubik, sedangkan volume kerak daratan sekitar 1,067 miliar kilometer kubik.

Kedalaman rata-rata lautan mencapai 3,7 km, jauh lebih besar dibandingkan rata-rata ketinggian daratan yang hanya sekitar 0,84 km di atas permukaan laut. Bahkan, wilayah dangkal seperti landas kontinen juga ikut menambah dominasi air di planet ini.

4. Sejarah geologi Bumi

Sejak awal terbentuk sekitar 4 miliar tahun lalu, Bumi sudah mengalami banyak perubahan. Air diperkirakan berasal dari tabrakan komet dan asteroid yang kaya akan es, serta dari aktivitas vulkanik yang melepaskan uap air ke atmosfer.

Seiring waktu, kerak Bumi mendingin dan membentuk lautan. Proses tektonik lempeng terus mendaur ulang kerak, di mana air bisa masuk ke dalam mantel melalui zona subduksi dan kembali keluar melalui letusan gunung berapi. Siklus ini menjaga keseimbangan antara daratan dan lautan.

5. Ketimpangan antara belahan Bumi

Distribusi daratan dan air juga tidak merata. Belahan Bumi utara memiliki lebih banyak daratan (sekitar 40%), sementara belahan selatan didominasi oleh lautan (hanya sekitar 20% daratan).

Bahkan, jika dilihat secara ekstrem, ada “belahan daratan” dan “belahan air”. Namun, keduanya tetap menunjukkan bahwa air lebih dominan secara global. Ketimpangan ini juga memengaruhi pola iklim dan cuaca di seluruh dunia.

6. Dampaknya bagi kehidupan

potret Bumi dari angkasa
ilustrasi Bumi (unsplash.com/NASA)

Dominasi air ternyata sangat penting bagi kehidupan di Bumi. Lautan membantu mengatur suhu planet, menyerap panas, dan menjadi sumber utama oksigen melalui fitoplankton yang menghasilkan sekitar 50–80% oksigen dunia.

Di sisi lain, daratan menyediakan tempat bagi kehidupan berkembang di luar air. Jika jumlah air terlalu sedikit seperti di Mars, atau terlalu banyak seperti yang diduga terjadi di Venus, maka kehidupan seperti yang kita kenal mungkin tidak akan ada. Bumi berada pada kondisi “pas”—tidak terlalu kering, tidak terlalu basah.

Jadi, Bumi memiliki lebih banyak air daripada daratan karena kombinasi unik antara gravitasi, komposisi kerak, dan proses geologi yang berlangsung selama miliaran tahun. Air mengisi cekungan dalam yang terbentuk di dasar samudra, sementara daratan tetap “mengapung” di atasnya. Keseimbangan inilah yang menjadikan Bumi sebagai planet yang layak huni. Tanpa dominasi air, kehidupan mungkin tidak akan berkembang seperti sekarang.

Referensi

Heimduo. Diakses pada April 2026. Why Is There More Water than Land?
National Ground Water Association. Diakses pada April 2026. Information on Earth’s Water
National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses pada April 2026. Where Is All of The Earth's Water?
Science Insight. Diakses pada April 2026. Is There More Water or Land on Earth?
World Atlas. Diakses pada April 2026. Why Is Earth A Watery Planet?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More