Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Hiu Paus yang Bertubuh Besar Justru Memakan Plankton Kecil?

Mengapa Hiu Paus yang Bertubuh Besar Justru Memakan Plankton Kecil?
Hiu paus (pexels.com/Leonardo)
Intinya Sih
  • Hiu paus adalah ikan terbesar di dunia dengan panjang hingga 12,65 meter dan berat mencapai 21,5 ton, hidup di perairan tropis serta dikenal memiliki pola bintik khas di tubuhnya.
  • Berbeda dari hiu lain, hiu paus merupakan pemakan filter yang menyaring plankton, krill, dan organisme kecil melalui mekanisme filtrasi air menggunakan mulut besar dan insangnya.
  • Gigi hiu paus berukuran kecil dan tidak digunakan untuk mengunyah, sehingga mereka tidak memangsa ikan besar melainkan fokus pada plankton dan hewan laut berukuran mini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hiu paus dinobatkan sebagai ikan terbesar di perairan. Memiliki tubuh raksasa, mulut lebar, dan susunan gigi yang tajam, mungkin saja ikan satu ini mampu melahap seluruh ikan yang ada di lautan. Tetapi, faktanya hiu paus memiliki selera makan yang unik dan diluar ekspektasi kita.

Alih-alih memangsa ikan yang hampir seukuran tubuhnya, mereka justru memburu plankton yang ukurannya sangat kecil. Wah, mengapa hiu paus tidak memangsa ikan yang lebih besar, ya? Melalui artikel ini, kita akan mempelajari mengapa ikan dengan tampilan mengerikan ini justru memangsa hewan-hewan yang sangat kecil? Berikut penjelasannya!

Karakteristik fisik hiu paus

Hiu paus
Hiu paus (pexels.com/Derek)

Hiu paus merupakan spesies ikan hidup terbesar yang diketahui memiliki panjang sekitar 12,65 m dan berat 21,5 ton. Hiu paus mendiami seluruh lautan tropis dan beriklim hangat.

Tubuh hiu paus dipenuhi pola bintik dan garis putih pada kulit gelap yang terlihat seperti sidik jari manusia. Ciri khas fisik ini biasanya dimanfaatkan oleh para peneliti untuk melakukan identifikasi serta pemantauan pada hiu paus.

Sebagai pengembara di perairan tropis dan subtropis, hiu paus diketahui berenang dengan kecepatan rendah, yakni sekitar 5 km/jam selama proses migrasi mencari sumber makanan.

Berbeda dengan spesies hiu pada umumnya, mulut hiu paus terletak di bagian depan kepalanya (termal) dan bukan di bagian bawah rostrum (subterminal). Di dalamnya, hiu paus memiliki sekitar 300 baris gigi kecil yang mengarah ke belakang di sepanjang permukaan bagian dalam setiap rahang.

Uniknya, ratusan gigi hiu paus tidak dirancang untuk makan. Hal ini dikarenakan hiu paus adalah pemakan filter. Hiu paus mengandalkan teknik filtrasi aliran silang untuk menyaring makanan dari air.

Apa yang dimakan hiu paus?

Hiu Paus
Hiu paus (pexels,com/Leonardo)

Hiu paus merupakan salah satu dari tiga spesies hiu yang makannya melalui mekanisme penyaringan air, bersamaan dengan hiu peregrine dan hiu megamouth. Hiu paus sebagian besar makan plankton, khususnya fitoplankton dan zooplankton seperti krill, cumi-cumi kecil atau vertebrata.

Cara hiu paus memasukkan makanan ke mulutnya adalah dengan menghisap sejumlah besar air, dan dengan menutup mulutnya, air tersebut dikeluarkan melalui insang. Mekanisme ini mencegah lewatnya apa pun selain cairan keluar dari insangnya. Apapun yang berdiameter 3 mm secara otomatis akan terjebak, sedangkan benda apapun yang terperangkap di saringan hiu paus akan ditelan.

Hiu paus termasuk pemakan aktif yang biasanya menargetkan konsentrasi plankton atau ikan. Diperkirakan bahwa hiu paus muda mampu menyantap hingga 45 pon plankton per hari.

Tidak hanya itu, hiu paus juga memakan organisme nektonik kecil seperti krill, larva, kepiting, ubur-ubur, sarden, teri, makarel, tuna kecil, dan cumi-cumi kecil. Saat menyaring makan, hiu paus berenang maju dengan kecepatan konstan dengan mulut yang menganga lebar, menyaring partikel mangsa dari air dengan dorongan ke depan.

Kenapa hiu paus tidak makan ikan yang lebih besar?

Hiu paus
Hiu paus (pexels.com/Lachlan)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa hiu paus mempunyai 300 baris gigi kecil di dalam mulutnya yang berongga, dengan masing-masing gigi sepanjang 2 mm. Uniknya, deratan gigi hiu paus yang tajam ini memang tidak didesain untuk mengunyah.

Gigi juga terlihat di bagian luar hiu, yang mana seluruh kulitnya di tutupi sisik mirip hiu atau dikenal sebagai dentikel dermal. Adanya lapisan kulit yang kuat ini sangat menguntungkan di lingkungan laut karena tahan terhadap pertumbuhan parasit.

Gigi yang tidak difungsikan untuk mengunyah inilah yang menjadikan hiu paus tidak memakan ikan-ikan besar. Tidak hanya itu, hiu paus sejatinya juga bukan predator layaknya hiu pada umumnya. Mereka adalah penyaring plankton, dan tentu hanya tertarik pada plankton yang ada di sekitarnya daripada ikan besar yang berenang di depan mata.

Setelah memahami pola makan hiu paus, rasanya hewan satu ini terdengar tidak semenyeramkan yang kita bayangkan, bukan? Hiu paus lebih menyukai makanan kecil seperti zooplankton, krill, cumi-cumi, dan ikan-ikan kecil. Mereka tidak memangsa ikan besar karena hiu paus bukan predator dan giginya pun tidak dirancang untuk mengunyah makanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More