Kucing yang gemetaran disebabkan oleh banyak kemungkinan. Bisa jadi karena kondisi medis pada tubuh, atau kondisi mental yang membuat kucing gemetaran. Lantas, kenapa kucing gemetaran? Berikut ini adalah beberapa penyebab kucing gemetaran.
13 Penyebab Kenapa Kucing Gemetaran? Kondisi Medis hingga Mental

- Kucing gemetaran bisa disebabkan oleh faktor fisik seperti kedinginan, nyeri, demam, hipoglikemia, keracunan, hingga penyakit ginjal atau hati yang memengaruhi kondisi tubuhnya.
- Faktor mental seperti stres, cemas, dan fobia juga dapat memicu gemetaran pada kucing sebagai respons terhadap perubahan lingkungan atau pengalaman traumatis.
- Pemilik disarankan segera membawa kucing ke dokter jika gemetaran disertai tanda medis serius agar penyebabnya dapat ditangani dengan tepat.
Kucing seringkali melakukan hal-hal yang bikin kaget. Namun ada kaget yang dapat membuat khawatir, yaitu ketika kucing gemetaran. Saat kucing gemetaran bisa jadi tanda adanya hal yang tidak beres dalam tubuh kucing. Untuk itu, pemilik kucing harus segera mengambil tindakan jika itu terjadi.
1. Kedinginan

Seperti halnya manusia, kucing juga bisa merasakan kedinginan hingga menggigil atau gemetaran. Apalagi jika kucing berada di tempat yang sangat dingin hingga kedinginan. Jika hal ini terjadi, antisipasi pertama adalah memberikan ruang yang hangat dan nyaman agar suhu tubuh kucing kembali normal.
2. Stres atau cemas

Gemetaran saat kucing takut atau cemas adalah sinyal umum yang ditunjukkan oleh kucing. Sebagai makhluk yang suka rutinitas, stress dan cemas bisa dirasakan karena ada sesuatu hal yang berubah. Contoh sederhana adalah perjalanan ke dokter hewan yang tak jarang membuat kucing gemetaran di mobil.
Tak hanya itu saja, perpisahan dengan pemilik atau suara keras juga bisa jadi pemicu stres atau cemas. Jika ini terjadi, pemilik kucing bisa segera membantu untuk menghilangkan rasa stres atau cemas. Caranya dengan berhenti atau mengurangi hal-hal pemicu. Selain itu, papar secara bertahap terkait hal yang ditakuti. Misalnya ke dokter hewan dengan mobil bisa dilakukan dalam jarak dekat dulu.
3. Fobia

Selain cemas, rasa takut yang terus menerus dan berlebihan seperti fobia juga bisa penyebab kucing gemetaran. Fobia ini dipicu dengan peristiwa atau ingatan yang tidak menyenangkan yang pernah dialami. Alhasil, gemetaran sebagai respon dari rasa takut tersebut. Fobia paling umum terkait dengan suara seperti kembang api atau petir.
4. Tidur

Kucing mengalami dua fase saat tidur yaitu fase tidur ringan dan tidur nyenyak. Saat kucing tidur nyenyak dan rileks, kucing tampak berkedut seperti gemetaran. Biasanya tidur semacam ini berlangsung 6-8 menit saja, jadi tidak usah khawatir. Namun, gemetaran ini juga harus dipantau dan diperhatikan, apalagi jika terjadi gemetar tidak wajar.
5. Nyeri atau cedera

Selain kedinginan, nyeri adalah penyebab umum kedua yang paling sering terjadi. Bisa jadi kucing sedang menahan rasa sakit yang tak tertahankan sehingga tubuhnya otomatis gemetar. Nyeri bisa disebabkan oleh faktor internal seperti infeksi saluran kemih atau faktor eksternal seperti cedera.
6. Demam atau hipertermia

Demam atau hipertermia merupakan peningkatan suhu tubuh karena virus, infeksi atau penyakit lainnya. Peningkatan suhu yang mencapai 40 derajat celcius bisa menyebabkan demam hingga tremor. Infeksi yang dapat menyebabkan tremor diantaranya toksoplasmosis, tetanus dan peritonitis infeksius kucing atau feline infectious peritonitis (FIP). Untuk itu, sebaiknya selalu sedia termometer untuk menganalisis kondisi kucing.
7. Hipoglikemia

Kucing gemetar juga bisa disebabkan oleh hipoglikemia atau terjadi penurunan kadar gula darah dalam tubuh. Hal ini terjadi karena kucing tidak makan atau tidak mau makan dalam waktu yang lama. Untuk antisipasi tercepat oleskan sirup atau madu pada gusi kucing agar gula dapat mengalir ke darah dengan cepat. Evaluasi keadaan kucing dan kalau tidak mau makan segera bawa ke dokter.
8. Keracunan

Keracunan juga merupakan salah satu penyebab kucing gemetaran. Racun yang ditelan kucing ada banyak sumber, misalnya makanan manusia yang tidak boleh dimakan kucing. Ada juga obat-obatan manusia, tanaman beracun atau pestisida untuk membunuh serangga.
Untuk kondisi seperti itu, kucing harus segera mendapatkan penanganan seperti ke klinik atau rumah sakit. Pemberian cairan intravena, cairan infus hingga rawat inap bisa menjadi solusi menghilangkan racun dalam tubuh. Selain itu juga harus selalu waspada apa yang dikonsumsi oleh kucing kesayangan.
9. Efek samping obat atau anestesi

Selain digunakan untuk mengobati, ternyata ada obat-obat untuk kucing yang memiliki efek samping. Ada obat-obatan yang dapat menyebabkan masalah neurologis seperti kejang, tremor atau gemetar dan kehilangan koordinasi.
Obat-obat tersebut adalah antibiotik seperti metronidazol, fluoroquinolon; obat anti kecemasan, obat kutu dan caplak seperti bravecto, nexgard, simparica, revolution plus dan credelio. Ada juga insulin dan obat kemoterapi. Untuk itu, jangan sembarangan memberikan obat dan selalu konsultasikan dengan dokter.
10. Penyakit ginjal, hati, atau gangguan metabolisme

Penyakit ginjal, hati atau gangguan metabolisme umumnya dialami oleh kucing yang sudah tua. Tanda yang bisa dilihat adalah sering buang air kecil hingga kehilangan berat badan dan lesu. Tanda lainnya adalah tubuh kucing gemetar dan gusinya memutih. Jika terjadi demikian, segera ke dokter untuk mendapatkan perawatan.
11. Feline Hyperesthesia Syndrome (FHS)

Feline Hyperesthesia Syndrome (FHS) disebut dengan sindrom kulit bergelombang atau sindrom kucing gelisah. Penyakit ini merupakan penyakit langkah yang menyebabkan gerakan tubuh tak terkontrol. Selain itu, kucing biasanya melakukan hal yang tak biasa seperti menggigit, menjilat, lari atau lompat. Serta lebih sering mengeong lebih keras tanpa alasan yang jelas.
12. Hipoplasia serebelum atau panleukopenia

Anak kucing yang lahir dan terpapar virus panleukopenia dari dalam rahim juga mengalami gangguan gerak tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyebabkan sel darah putih menurun. Penyakit ini juga dikenal mudah menular, untuk itu pemilik kucing harus segera membawanya ke dokter.
13. Ketidakseimbangan elektrolit

Penyebab terakhir yang mungkin dialami oleh kucing adalah adanya ketidakseimbangan elektrolit. Kucing yang mengalami ini biasanya uretranya tersumbat atau kehilangan cairan yang sangat signifikan. Umumnya, tubuh kucing gemetaran disertai dengan muntah, ada juga yang disertai diare.
Itu adalah jawaban kenapa kucing gemetaran. Kondisinya bisa bermacam-macam, ada yang berbahaya tapi ada juga yang tidak berbahaya. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, lebih baik segera bawa kucing ke dokter jika kucing gemetaran disertai dengan tanda-tanda medis yang mengkhawatirkan.

















![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Akan Jadi Siapa Kamu di Doraemon pada Kehidupan Sebelumnya?](https://image.idntimes.com/post/20250224/doraemon-d1b21e789592b2d3872afd98437da4d1.jpg)

![[QUIZ] Kami Tahu Sifat Asli Kamu Sebenarnya dari Pohon Langka yang Dipilih](https://image.idntimes.com/post/20240805/simon-berger-6r1nqdgdirg-unsplash-eaad9c32413c5c1c540329254c6d8af3.jpg)
