Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Keunikan Hydnora Africana, Tanaman yang Berbau Seperti Kotoran

5 Keunikan Hydnora Africana, Tanaman yang Berbau Seperti Kotoran
Hydnora Africana (commons.wikimedia.org/Seth)
Intinya Sih
  • Hydnora africana adalah tumbuhan parasit bawah tanah tanpa daun dan klorofil, sepenuhnya bergantung pada akar tanaman inang untuk memperoleh nutrisi.
  • Bunganya mengeluarkan aroma busuk mirip kotoran untuk menarik serangga seperti kumbang bangkai yang berperan dalam proses penyerbukan.
  • Setelah penyerbukan, tanaman ini menghasilkan buah bawah tanah berisi ribuan biji yang tersebar melalui kotoran hewan pemakannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hydnora africana merupakan salah satu tumbuhan paling tidak biasa yang ditemukan di Afrika bagian selatan. Tanaman ini dikenal sebagai tumbuhan parasit yang hidup di bawah tanah dan memiliki bentuk yang sangat berbeda dari kebanyakan tumbuhan berbunga. Tubuh tanaman ini tidak memiliki daun maupun klorofil sehingga sekilas lebih menyerupai jamur daripada tumbuhan.

Keunikan Hydnora africana tidak hanya terletak pada penampilannya yang aneh, tetapi juga pada cara hidup dan strategi reproduksinya. Bunganya mengeluarkan aroma menyengat yang menyerupai kotoran untuk menarik serangga tertentu, lalu menjebaknya sementara waktu demi membantu proses penyerbukan. Berbagai karakteristik tersebut menjadikan Hydnora africana sebagai salah satu tumbuhan paling menarik untuk dibahas.

1. Hidup sebagai tumbuhan parasit di bawah tanah

Hydnora Africana
Hydnora Africana (commons.wikimedia.org/gbif.org)

Menurut PlantZAfrica, Hydnora africana merupakan tumbuhan parasit yang menempel pada akar tanaman dari genus Euphorbia. Sebagian besar tubuh tanamannya berada di bawah permukaan tanah dalam bentuk batang bawah tanah yang tebal dan bercabang. Keberadaannya sering kali tidak terlihat karena hampir seluruh bagian tubuhnya tersembunyi di dalam tanah.

Dilansir dari SANBI Biodiversity Advisor, tumbuhan ini tergolong holoparasit yang sepenuhnya bergantung pada tanaman inang untuk memperoleh nutrisi. Struktur bawah tanahnya memiliki tonjolan yang terhubung dengan akar tanaman inang. Hubungan tersebut memungkinkan Hydnora africana menyerap sumber makanan secara langsung dari inangnya.

2. Tidak memiliki daun maupun klorofil

Hydnora Africana
Hydnora Africana (commons.wikimedia.org/gbif.org)

Salah satu ciri paling mencolok dari Hydnora africana adalah ketiadaan daun dan klorofil. Menurut PlantZAfrica, tubuh tanaman ini berwarna cokelat keabu-abuan hingga kehitaman seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut membuat tanaman ini tidak mampu melakukan fotosintesis seperti tumbuhan pada umumnya.

Berdasarkan penjelasan SANBI Biodiversity Advisor, seluruh bagian vegetatifnya terdiri atas struktur berdaging yang tumbuh di bawah tanah. Tanaman ini tidak dapat menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis. Karena itu, kelangsungan hidupnya bergantung pada hubungan parasit dengan tanaman inang.

3. Mengeluarkan aroma seperti kotoran untuk menarik serangga

Hydnora Africana
Hydnora Africana (commons.wikimedia.org/Lytton John Musselman)

Hydnora africana terkenal karena bunganya menghasilkan bau busuk yang menyerupai kotoran. Menurut PlantZAfrica, aroma menyengat tersebut berasal dari bagian khusus pada bunga. Bau tersebut berfungsi menarik kumbang bangkai dan serangga lain yang tertarik pada material membusuk.

Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Plant Sciences menjelaskan bahwa bunga Hydnora africana mengeluarkan aroma busuk melalui struktur penghasil bau yang menonjol. Aroma tersebut berperan sebagai sinyal yang memancing serangga penyerbuk mendatangi bunga. Bunga ini biasanya muncul sebagian dari permukaan tanah saat memasuki masa reproduksi.

4. Menjebak serangga untuk membantu penyerbukan

Hydnora Africana
Hydnora Africana (flickr.com/Derek Keats)

Selain mengundang serangga dengan bau menyengat, bunga Hydnora africana juga memiliki mekanisme jebakan yang unik. Menurut PlantZAfrica, bagian dalam bunga dipenuhi bulu kaku yang menyulitkan serangga melarikan diri setelah masuk ke dalam bunga. Struktur tersebut membantu menahan serangga untuk sementara waktu di dalam bunga.

Ketika serangga terjebak, mereka akan bergerak di dalam tabung bunga dan bersentuhan dengan serbuk sari. Penelitian dalam International Journal of Plant Sciences menjelaskan bahwa mekanisme penahanan sementara ini membantu proses pemindahan serbuk sari. Dengan cara tersebut, peluang terjadinya penyerbukan menjadi lebih besar.

5. Menghasilkan buah bawah tanah dengan ribuan biji

Hydnora Africana
Hydnora Africana (commons.wikimedia.org/Julius von Sachs)

Menurut PlantZAfrica, setelah proses reproduksi selesai, Hydnora africana menghasilkan buah berbentuk beri yang berkembang di bawah tanah. Buah tersebut memiliki daging buah kenyal yang dapat dimakan oleh hewan. Selain itu, daging buahnya juga mengandung banyak pati sehingga menjadi salah satu bagian yang cukup menonjol dari siklus hidup tumbuhan ini.

Dilansir dari SANBI Biodiversity Advisor, satu buah dapat mengandung sekitar 20.000 biji kecil yang tertanam dalam daging buah berlendir. PlantZAfrica juga menjelaskan bahwa buah ini dimakan oleh berbagai hewan. Biji bijinya kemudian dapat tersebar melalui kotoran hewan yang memakannya sehingga membantu penyebaran spesies tersebut.

Hydnora africana menunjukkan bahwa dunia tumbuhan menyimpan banyak bentuk kehidupan yang jauh dari gambaran bunga pada umumnya. Hidup sebagai parasit bawah tanah hingga menghasilkan buah dengan ribuan biji menjadi kombinasi yang jarang ditemukan pada tumbuhan lain. Berbagai adaptasi tersebut memperlihatkan cara luar biasa sebuah spesies bertahan hidup di lingkungan alaminya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More