ilustrasi ikan salmon (unsplash.com/NOAA)
Tidak semua ikan air tawar berujung pada kematian jika masuk ke air laut, begitupun sebaliknya. Luar biasanya, ada beberapa ikan yang tetap aktif berenang meskipun hidup di air tawar dan air laut. Terdapat dua jenis utama, antara lain:
Berikut adalah jenus-jenis ikan yang mampu hidup di air tawar dan air asin, meliputi:
Beberapa salon melakukan perjalanan ribuan mil antara air tawar dan air asin selama hidupnya. Salmon chum diperkirakan menyelesaikan migrasi total lebih dari 10.000 km (6.200 mil) melintasi Pasifik Utara dari tempat makan ke sungai Yukon atau aliran sungai di Jepang.
Melalui perubahan hormonal, salmon melakukan perubahan perilaku dan fisiologis pada cara mereka mengatur keseimbangan osmotik. Di air tawar, mereka tidak akan minum air, sedangkan di air asin mereka akan minum banyak. Hormon mengubah fisiologi ikan, meningkatkan jumlah pengangkut ion di insang dan ginjal untuk memproses keseimbangan garam.
Belut beradaptasi dua kali, mengubah seluruh tubuhnya untuk menukar air asin dengan air tawar dan sebaliknya. Dalam perjalanan kembali, belut perak tidak makan. Seperti halnya salmon, mereka bergantung pada cadangan lemak untuk perjalanan mereka, dan tubuh mereka perlahan-lahan hancur, dan begitu mereka sampai di tempat tujuan, mereka bereproduksi lalu mati.
Hiu banteng mengubah kadar garam dalam tubuhnya. Di lautan, darah hiu banteng setidaknya sama asinnya dengan air tempat mereka berada karena kadar urea dan trimetilamina oksida. Tetapi ketika berada di air tawar, mereka lebih banyak mengeluarkan urea, menurunkan konsentrasi garam dalam darah untuk meminimalkan gradien.
Namun, mereka masih lebih asin daripada air tawar, sehingga hiu banteng mampu menyerap air dan kehilangan garam melalui insang mereka. Mereka mengubah proses pengolahan garam dan air untuk menyesuaikan dengan lingkungannya. Perlu diketahui, bahwa semua hiu memiliki kelenjar rektal yang digunakan untuk mengeluarkan kelebihan garam ketika berada di lautan. Ketika berada di air tawarm hiu banteng mengurangi aktivitas kelenjar rektal untuk mempertahankan garam-garam ini. Ginjal hiu banteng di air tawar bekerja ekstra, menghasilkan sejumlah besar urin encer untuk menghindari skenario balon pecah. Jadi, baik ginjal atau insang dipicu untuk secara aktif menyerap garam, sementara hati mengubah produksi urea.
Jadi, ketika ikan air tawar dipindahkan ke laut, tubuhnya akan dengan cepat kehilangan air hingga menyebabkan kegagalan organ dan kematian. Sebaliknya, ikan air asin yang dimasukkan ke air tawar akan menyerap terlalu banyak air sehingga sel-sel tubuhnya berisiko pecah dan mati. Beberapa jenis ikan mampu beradaptasi hidup di air tawar dan air asin, seperti ikan salmon, belut, dan hiu banteng.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga ikan air tawar mati setelah dimasukkan ke air asin? | Tidak ada angka pasti karena sangat bergantung pada spesies ikan dan tingkat salinitas air. Namun, pada air laut dengan salinitas normal (sekitar 35 ppt), sebagian besar ikan air tawar (seperti ikan mas atau cupang) akan mengalami syok osmotik parah dan mati dalam waktu beberapa menit hingga hitungan jam saja. |
Jika ikan air tawar terlanjur tercebur ke air asin, apakah masih bisa diselamatkan? | Bisa, jika dilakukan dengan sangat cepat (dalam hitungan detik atau menit pertama) sebelum terjadi kerusakan organ dalam. Segera kembalikan ikan ke wadah berisi air tawar yang bersih dan aerasi (oksigen) yang tinggi. Jangan langsung memasukkannya ke akuarium utama untuk menghindari penularan stres ke ikan lain. Jika ikan sudah mengambang atau insangnya rusak parah akibat paparan garam, peluang selamatnya sangat kecil. |
Apakah ada efek fisik eksternal yang terlihat pada tubuh ikan air tawar saat terkena air asin? | Ya. Selain perubahan perilaku (berenang panik atau langsung lemas), Anda akan melihat mata ikan tampak cekung (karena kehilangan cairan tubuh), produksi lendir (mucus) yang berlebihan di sekujur tubuh sebagai usaha darurat melindungi kulit, serta warna kulit yang mendadak pucat atau memudar. |
Mengapa ikan sidat atau salmon bisa berpindah dari air tawar ke air asin tanpa mati? | Spesies seperti salmon dan sidat disebut sebagai ikan euryhaline. Berbeda dengan ikan air tawar biasa (stenohaline), ikan euryhaline memiliki kemampuan genetik untuk mengubah arah kerja sel-sel khusus pada insangnya (ionocytes). Saat di air asin, sel ini memompa garam keluar, sedangkan saat di air tawar, sel ini menyerap garam. Namun, proses transisi ini tidak instan; mereka butuh waktu beberapa hari di area muara (air payau) untuk memodifikasi hormon dan fungsi tubuhnya. |