Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Ikan Tidak Saling Bertabrakan saat Berenang dalam Kelompok?

5 min read
Mengapa Ikan Tidak Saling Bertabrakan saat Berenang dalam Kelompok?
ilustrasi sekelompok ikan sedang berenang bersama (pexels.com/Francisco Davids)
  • Ikan menghindari tabrakan dengan mendeteksi perubahan tekanan dan gerakan air lewat gurat sisi, dibantu penglihatan luas serta kemampuan merasakan suara dan getaran.

  • Tanpa pemimpin, setiap ikan menjaga kedekatan, menyelaraskan arah dan kecepatan, lalu menjauh saat terlalu dekat; respons lokal ini menciptakan gerakan kelompok yang serempak.

  • Aliran dan pusaran air dari ikan lain dapat membantu menghemat energi, sementara kekompakan kelompok memudahkan respons terhadap predator dan menyulitkan predator memilih target.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau melihat sekumpulan ikan berenang di laut, ada satu hal yang cukup membuat penasaran. Ikan-ikan tersebut bisa berenang sangat berdekatan, kemudian berbelok hampir bersamaan tanpa saling menabrak. Padahal, jumlahnya bisa mencapai ribuan dan tidak ada yang terlihat seperti pemimpin untuk mengatur arah mereka.

Gerakan seperti ini dikenal sebagai schooling, yaitu perilaku ikan berenang bersama dalam kelompok. Ternyata, kemampuan tersebut tidak muncul begitu saja. Ikan memiliki beberapa indra yang membantu mereka mengetahui posisi ikan lain, lalu masing-masing terus menyesuaikan gerakan agar tetap berada pada jarak yang aman. Yuk, kita bahas lebih dalam seputar perilaku ini!

  1. 1. Ikan bisa merasakan gerakan air di sekitarnya

    Salah satu bagian tubuh yang punya peran penting adalah lateral line atau gurat sisi. Sistem sensor ini berada di sepanjang sisi tubuh ikan dan berfungsi mendeteksi perubahan tekanan serta gerakan air.

    Sederhananya, ikan bisa merasakan ketika ada ikan lain yang bergerak di dekatnya. Kepakan ekor, gerakan tubuh, atau perubahan arah seekor ikan akan menghasilkan gangguan kecil pada air. Gangguan tersebut kemudian bisa dideteksi oleh ikan di sekitarnya.

    Kemampuan ini tentu sangat membantu ketika ikan berenang dalam kelompok yang padat. Mereka tidak harus terus-menerus melihat ikan lain untuk mengetahui keberadaannya. Bahkan, lateral line menjadi semakin berguna ketika kondisi air gelap atau keruh sehingga jarak pandang berkurang. Jadi, kendati kita tidak melihat adanya komunikasi yang jelas, ikan sebenarnya terus menerima informasi dari lingkungan melalui tubuhnya.

  2. 2. Mata ikan juga ikut membantu

    Bukan berarti ikan hanya mengandalkan lateral line. Penglihatan tetap menjadi salah satu cara penting untuk mengetahui posisi ikan lain.

    Pada banyak spesies, mata ikan berada di sisi kepala. Posisi ini memberikan bidang pandang yang luas sehingga ikan bisa melihat pergerakan di sekelilingnya. Ketika ikan di dekatnya bergerak, ia dapat segera menyesuaikan arah atau kecepatannya.

    Misalnya, ketika jarak dengan ikan di depan mulai terlalu dekat, ikan bisa memperlambat gerakannya atau sedikit mengubah arah. Sebaliknya, jika terlalu jauh dari kelompok, ia dapat mempercepat gerakan untuk kembali mendekat.

    Beberapa ikan juga mampu mendeteksi suara dan getaran. Jadi, mereka sebenarnya menerima banyak informasi sekaligus, bukan hanya dari apa yang terlihat oleh mata.

  3. 3. Mereka mengikuti aturan sederhana

    pexels-adiprayogo-liemena-55233277-31745246.jpg
    ilustrasi sekelompok ikan sedang berenang bersama (pexels.com/adiprayogo liemena)

    Yang menarik, tidak ada satu ikan yang harus mengatur ribuan ikan lainnya. Setiap ikan hanya perlu merespons beberapa ikan yang berada di dekatnya.

    Perilaku schooling ini dapat digambarkan melalui beberapa aturan sederhana. Ikan akan berusaha tetap dekat dengan kelompok, mengikuti arah dan kecepatan ikan di sekitarnya, lalu menjauh ketika jaraknya sudah terlalu dekat. Kedengarannya sederhana, tetapi ketika aturan tersebut dilakukan oleh banyak ikan dalam waktu yang sama, hasilnya menjadi sangat kompleks.

    Bayangkan satu ikan tiba-tiba mengubah arah. Ikan di sebelahnya akan merespons perubahan tersebut. Ikan berikutnya kemudian melakukan hal yang sama, begitu seterusnya. Perubahan kecil tadi akhirnya bisa menyebar ke seluruh kelompok. 

  4. 4. Aliran air juga ikut membantu

    Ada hal lain yang sering luput saat membicarakan kemampuan ikan berenang berkelompok, yaitu kondisi air itu sendiri. Setiap kali ikan berenang, tubuh dan ekornya menghasilkan aliran serta pusaran air. Ikan yang berada di belakangnya kemudian akan berhadapan dengan pola aliran tersebut. Pada posisi tertentu, aliran ini justru bisa membantu ikan mempertahankan kecepatannya.

    Hal ini berkaitan dengan hidrodinamika, yaitu bagaimana benda berinteraksi dengan aliran fluida seperti air. Dengan memanfaatkan aliran yang sudah terbentuk, ikan dapat mengikuti ikan lain tanpa harus terus-menerus mengeluarkan tenaga yang sama besar.

    Prinsipnya agak mirip dengan pesepeda yang berada di belakang pesepeda lain untuk mengurangi hambatan udara. Hanya saja, dalam kasus ikan, yang dimanfaatkan adalah pola aliran air.

    Dengan posisi yang tepat, ikan bisa tetap mengikuti kelompok sekaligus menghemat energi. Jadi, berenang bersama bukan hanya soal mengikuti teman di sebelahnya, tetapi juga memanfaatkan kondisi fisik di sekitarnya.

  5. 5. Tidak bertabrakan membuat kelompok lebih aman

    Kemampuan menghindari tabrakan tentu punya manfaat yang lebih besar daripada sekadar membuat gerakan ikan terlihat menarik. Ikan yang hidup berkelompok sering menggunakan jumlah mereka sebagai salah satu bentuk perlindungan dari predator. Ketika predator datang, kelompok dapat bergerak dan berubah arah dengan cepat. Banyaknya ikan yang bergerak bersamaan juga bisa membuat predator lebih sulit menentukan individu mana yang akan dikejar.

    Kalau ikan sering bertabrakan atau kelompok mudah berantakan, manfaat tersebut tentu bisa berkurang. Karena itu, kemampuan setiap ikan untuk menjaga jarak dan mengikuti gerakan di sekitarnya menjadi penting untuk mempertahankan kelompok. Dalam kondisi tertentu, semakin kompak sebuah kelompok, semakin mudah pula mereka merespons perubahan yang terjadi di lingkungan.

    Jadi, saat melihat ribuan ikan bergerak seperti satu kesatuan, sebenarnya tidak ada satu “pemimpin” yang memberikan komando. Setiap ikan hanya merespons apa yang terjadi di sekitarnya. Dari keputusan-keputusan kecil itulah tercipta gerakan besar yang begitu rapi dan menjadi salah satu contoh menarik dari perilaku kolektif di alam.

    Referensi

    Aquamarine Power. Diakses pada Oktober 2026. Fish Ecosystems in Schools: Collective Behavior Guide
    Jehovah's Witnesses. Diakses pada Oktober 2026. Fish Schooling
    NOVA. Diakses pada Oktober 2026. Fish Use Physics to Avoid Running into Each Other 
    The Spruce Pets. Diakses pada Oktober 2026. Schooling Fish
    Woods Hole Oceanographic Institution. Diakses pada Oktober 2026. How do Fish Swim in Schools?

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More