Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Ikan Nila Bisa Hidup di Laut? Begini Fakta Ilmiahnya

Apakah Ikan Nila Bisa Hidup di Laut? Begini Fakta Ilmiahnya
ikan nila (inaturalist.org/Gabriel Josué González Ocampo)
Intinya Sih
  • Ikan nila berasal dari Afrika dan berstatus spesies invasif di Indonesia, pertama kali masuk pada 1969 hingga 1994 melalui Taiwan, Thailand, dan Filipina.
  • Meskipun habitat utamanya air tawar, ikan nila mampu hidup di perairan asin seperti bakau dan pesisir karena genetiknya toleran terhadap kadar garam tinggi.
  • Ikan nila mudah beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan, termasuk air keruh dan minim oksigen, sehingga populasinya cepat menyebar dan mengancam ekosistem lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Selain sapu-sapu, ikan nila (Oreochromis niloticus) juga berstatus sebagai spesies invasif di Indonesia. Ikan yang berasal dari wilayah Afrika tersebut bisa memusnahkan populasi satwa lokal, bersaing dengan ikan lain, bahkan berpotensi menyebarkan penyakit. Habitatnya juga beragam, mulai dari sungai, danau, hingga waduk.

Selain di air tawar, apakah ikan nila bisa hidup di laut? Jika bisa, mengapa hal tersebut bisa terjadi dan bagaimana ikan nila hidup di perairan air laut yang lebih asin? Mau tahu jawaban, penjelasan, beserta fakta ilmiahnya? Yuk, simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.

1. Apakah ikan nila bisa hidup di laut?

ikan nila
ikan nila (inaturalist.org/Ruben Foquet)

Habitat utama ikan nila adalah perairan air tawar seperti sungai, danau, atau area pertanian. Namun, ikan tersebut juga bisa bertahan hidup di daerah dengan perairan yang lebih asin seperti perairan bakau dan pesisir pantai. Dilansir College of Agricultural and Environmental Sciences, kemampuan tersebut dapat tercapai karena ikan nila dan ikan tilapia lain memiliki genetik khusus yang membuat mereka sangat toleran terhadap perairan dengan kadar garam tinggi. Genetik tersebut mampu meregulasi zat kimia di dalam tubuh agar tahan dengan air bersanilitas tinggi.

2. Ikan nila bukan hewan laut sejati

ikan nila
ikan nila (inaturalist.org/uconnbirdfish)

Seperti yang sudah dijelaskan, ikan nila umumnya hidup di perairan air tawar. Artinya, ia bukanlah ikan laut sejati. Dilansir Fishbase, ikan nila umumnya ditemukan di berbagai danau seperti Danau Kivu dan Danau Tanganyika di Afrika. Selain danau, beberapa sungai seperti Sungai Awash, Omo, Turkana, dan Suguta juga menjadi habitat utama hewan ini. Wilayah yang menjadi habitatnya biasanya punya suhu sekitar 14 hingga 33°C. Kemampuan menyelamnya juga cukup baik karena ikan nila bisa ditemukan di kedalaman 0 hingga 20 meter.

3. Ikan nila bukan spesies asli Indonesia

ikan nila
ikan nila (inaturalist.org/Austin D West)

Ikan nila merupakan spesies yang berasal dari Afrika dan sebagian wilayah Asia tengah. Di Indonesia statusnya adalah spesies introduksi dan invasif. Ikan tersebut pertama masuk ke Tanah Air pada 1969, 1990, dan 1994. Menariknya, ikan nila yang ada di Indonesia awalnya didatangkan dari tiga negara, yaitu Taiwan, Thailand, serta FIlipina. Awalnya ikan nila menjadi komoditas pangan yang populer. Namun, lama-kelamaan populasinya membludak, ikan nila mulai ditemukan di sungai serta danau lokal, dan akhirnya ikan tersebut merusak ekosistem di Indonesia.

4. Ikan nila mampu bertahan hidup di berbagai tipe habitat

ikan nila
ikan nila (inaturalist.org/C.H.Leung)

Laman Banglele menjelaskan bahwa ikan nila bisa hidup di berbagai tipe habitat, bahkan air kotor sekalipun. Lebih spesifiknya, ikan nila bisa hidup di perairan minim oksigen, air keruh, perairan buatan manusia seperti kolam, dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan. Hal tersebut membuat ikan nila mudah dipelihara dan membuatnya bisa menyebar dengan cepat di perairan Indonesia. Salah satu hal yang mendukung adaptasi tersebut kemampuan ikan nila untuk mengambil oksigen secara langsung dari udara menggunakan organ labirin.

5. Ikan nila berkerabat dengan mujair

ikan nila
ikan nila (inaturalist.org/Tse Chung Yi)

Dilansir iNaturalist, ikan nila berasal dari genus Oreochromis. Karena itu, ia berkerabat dekat dengan ikan mujair karena berasal dari satu genus yang sama. Keduanya juga memiliki ciri fisik, kemampuan adaptasi, dan bahkan berasal dari satu daerah yang sama. Namun, ikan mujair sudah masuk ke Indonesia sejak 1930an, jauh lebih dulu dari ikan nila. Ikan mujair juga bisa hidup di laut dan area payau, bahkan kemampuannya untuk hidup di perairan air asin jauh lebih baik dari ikan nila. Sama seperti nila, ikan mujair juga kerap dimakan, dibudidaya, dan menjadi spesies invasif.

Apakah ikan nila bisa hidup di laut? Jawabannya bisa, bahkan ikan nila juga mampu hidup di perairan yang minim oksigen. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketahanan tubuh ikan nilai jauh di atas ikan lain. Kemampuan tersebut juga membuat ikan nila bisa bertahan hidup dengan baik, bahkan ketika kondisi lingkungan terus berubah. Karena itu, populasi ikan nila di Indonesia harus dikendalikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More