Atmospheric river atau sungai atmosfer merupakan fenomena cuaca yang mampu membawa uap air dalam jumlah sangat besar melintasi atmosfer Bumi. Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), fenomena ini berbentuk jalur panjang dan relatif sempit yang mengangkut kelembapan dari satu wilayah menuju wilayah lainnya. Ketika mencapai daratan, aliran uap air tersebut dapat menghasilkan hujan atau salju dalam jumlah besar.
Meski namanya terdengar seperti sungai yang mengalir di langit, atmospheric river sebenarnya tidak membawa air dalam bentuk cair seperti sungai di permukaan Bumi. Fenomena ini terdiri dari uap air yang bergerak mengikuti aliran angin di atmosfer, dengan volume yang bisa jauh lebih besar daripada aliran sungai biasa. NOAA bahkan menyebut atmospheric river rata-rata mampu mengangkut uap air setara dengan debit air rata-rata di muara Sungai Mississippi.
Menariknya, atmospheric river tidak selalu menjadi penyebab bencana karena sebagian besar fenomena ini relatif lemah dan justru membantu menyediakan cadangan air. Namun, atmospheric river yang kuat dapat memicu hujan ekstrem, banjir, hingga tanah longsor ketika membawa kelembapan dalam jumlah besar menuju daratan. Lantas, bagaimana sungai atmosfer terbentuk dan mengapa fenomena ini bisa menghasilkan hujan dengan intensitas sangat tinggi?