Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Fenomena Ekstrem yang Bisa Terjadi karena Karhutla

3 min read
3 Fenomena Ekstrem yang Bisa Terjadi karena Karhutla
ilustrasi badai ekstrem (unsplash.com/Tasos Mansour)
  • Karhutla berintensitas tinggi dapat membentuk pyrocumulonimbus, awan badai raksasa yang memicu petir dan angin kencang serta mengangkat asap ke atmosfer lebih tinggi.
  • Pusaran api atau fire whirl terbentuk saat udara panas bertemu aliran angin berputar, membawa nyala, asap, dan bara yang berpotensi memicu kebakaran baru.
  • Partikel pembakaran dapat terbawa jauh di atmosfer lalu bercampur dengan hujan, menciptakan hujan hitam; kemunculannya bergantung pada konsentrasi partikel dan kondisi atmosfer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar menghasilkan asap tebal yang mengganggu pernapasan.Dalam kondisi tertentu, kebakaran juga bisa memicu fenomena alam ekstrem yang mungkin terdengar seperti adegan film bencana. Panas dari api dapat memengaruhi pergerakan udara, membentuk awan raksasa, hingga menciptakan pusaran yang membawa api dan bara.

Bahkan, partikel sisa kebakaran bisa terbawa ke atmosfer dan kembali ke permukaan bersama air hujan. Fenomena-fenomena ini menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak selalu berhenti di area yang terbakar. Meski begitu, setiap fenomena memiliki kondisi pemicu yang berbeda dan tidak otomatis terjadi pada setiap kebakaran hutan.

Lantas, apa saja fenomena ekstrem yang bisa muncul akibat karhutla? Simak selengkapnya di bawah ini, yuk!

  1. 1. Pyrocumulonimbus atau awan badai raksasa

    ilustrasi awan pyrocumulonimbus
    ilustrasi awan pyrocumulonimbus (unsplash.com/Johannes Plenio)

    Karhutla tidak hanya menghasilkan asap tebal, tetapi juga bisa memicu pembentukan awan badai raksasa yang disebut pyrocumulonimbus. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Communications Earth & Environment pada 2022, kebakaran dengan intensitas tinggi dapat menghasilkan awan ini ketika udara panas dan asap naik ke atmosfer. Saat udara tersebut mendingin, uap air mengembun dan membentuk awan yang dapat berkembang menjadi badai petir.

    Fenomena ini juga bisa menghasilkan angin kencang dan membawa asap serta partikel kebakaran ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi. Kondisi tersebut berpotensi membuat api semakin sulit dikendalikan karena angin dapat berubah dan memengaruhi penyebaran kebakaran. Meski tidak terjadi pada setiap karhutla, pyrocumulonimbus menunjukkan bahwa kebakaran hutan yang intens dapat memicu fenomena atmosfer yang jauh lebih ekstrem daripada sekadar kepulan asap.

  2. 2. Tornado api atau fire whirl

    ilustrasi fire whirl
    ilustrasi fire whirl (pexels.com/Frank Cone)

    Selain awan badai raksasa, karhutla juga bisa memicu pusaran api yang dikenal sebagai tornado api atau fire whirl. Fenomena ini terjadi ketika udara panas dari kebakaran bergerak naik dan bertemu dengan aliran angin yang membuatnya berputar. Menurut studi yang terbit dalam jurnal Combustion and Flame pada 2022, pusaran api merupakan fenomena yang dapat terbentuk dalam kondisi kebakaran tertentu dan memengaruhi perilaku api.

    Pusaran ini bisa membawa nyala api, asap, dan bara ke udara sehingga berpotensi memicu kebakaran baru ketika bara jatuh di area yang mudah terbakar. Bentuknya sekilas menyerupai tornado, tetapi fire whirl tidak selalu memiliki mekanisme pembentukan yang sama dengan tornado cuaca. Meski ukurannya bervariasi, pusaran api dapat membuat kebakaran semakin sulit diprediksi dan dikendalikan.

  3. 3. Hujan hitam

    ilustrasi asap karhutla
    ilustrasi asap karhutla (pexels.com/Alexandre P. Junior)

    Karhutla tak hanya menyebarkan asap ke udara, tetapi juga bisa memengaruhi air hujan yang turun ke permukaan. Fenomena yang dikenal sebagai hujan hitam terjadi ketika air hujan bercampur dengan partikel hasil pembakaran sehingga warnanya tampak lebih gelap. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Atmospheric Environment pada 2021, hujan hitam yang terjadi di São Paulo, Brasil, pada 2019 berkaitan dengan partikel dari kebakaran vegetasi yang terbawa angin dari wilayah Amazon dan Bolivia.

    Peneliti menemukan partikel dan senyawa kimia yang menunjukkan pengaruh pembakaran biomassa dalam sampel air hujan tersebut. Fenomena ini menunjukkan bahwa dampak karhutla dapat menjangkau wilayah yang jauh dari lokasi kebakaran melalui pergerakan asap di atmosfer. Meski begitu, tidak semua hujan yang turun di wilayah terdampak asap akan berwarna hitam, karena hasilnya bergantung pada konsentrasi partikel dan kondisi atmosfer.

    Karhutla ternyata bisa memicu lebih dari sekadar kabut asap, mulai dari awan badai raksasa, pusaran api, hingga hujan yang menghitam akibat partikel pembakaran. Meski tidak semua fenomena ini terjadi dalam setiap kebakaran, dampaknya menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara api dan atmosfer. Menurutmu, fenomena ekstrem mana yang paling mengerikan jika sampai terjadi di Indonesia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More