Ternyata Kucing Hewan Nokturnal Itu Cuma Mitos, Ini Faktanya!

Orang mengenal kucing sebagai hewan nokturnal. Hal ini karena kucing sering terlihat aktif pada malam hari dan lebih banyak tidur pada siang hari. Faktanya, kucing kurang tepat kalau disebut hewan nokturnal, lho.
Ya, kucing bukanlah hewan nokturnal. Meski dilengkapi penglihatan dalam gelap, gak serta-merta kucing hewan nokturnal. Lalu, kalau bukan nokturnal, hewan apakah kucing itu? Mengapa selama ini kucing dianggap hewan nokturnal?
1. Kucing hewan nokturnal itu cuma mitos

Kucing terlihat terkejut. (pexels.com/anjie-qiu-3417659) Kucing kurang tepat kalau disebut hewan nokturnal. Meski kesannya aktif pada malam hari, kucing sebenarnya merupakan hewan krepuskular. Sejatinya, kucing aktif pada waktu fajar dan senja hari. Kucing paling cermat dan waspada pada jam-jam temaram itu.
Kucing bersifat krepuskular karena mereka telah berevolusi untuk berburu pada waktu fajar dan senja hari. Kucing senang memanfaatkan waktu saat kondisi hampir gelap. Pada saat temaram, minimnya cahaya melindungi kucing dari deteksi mangsa mereka sekaligus dari predator yang lebih besar. Pada saat fajar atau senja, mangsa favorit kucing, seperti tikus dan burung, sedang aktif sekaligus rentan.
Kucing berevolusi memanfaatkan kondisi ini dengan mengembangkan kemampuan melihat dalam keadaan minim cahaya, tutur pakar perilaku kucing Stephen Quandt pada laman PetMD. Belum diketahui pasti apakah kucing berevolusi sebagai hewan krepuskular duluan ataukah punya kemampuan melihat dalam gelap duluan. Kalau menurut Dr. Paul Miller yang merupakan seorang dokter mata hewan sekaligus profesor di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wisconsin-Madison, kemungkinan kedua sifat ini berkembang secara bersamaan.
2. Mengapa selama ini kucing dianggap nokturnal?

Kucing sedang tidur siang. (pexels.com/oktay-koseoglu-42034955) Lalu, kenapa selama ini kucing dianggap sebagai hewan nokturnal? Kucing sering dikira nokturnal karena kebiasaan mereka tidur lama pada siang hari dan tiba-tiba aktif pada malam hari (midnight zoomies). Ledakan energi pada malam hari sering dialami kucing karena mereka mengumpulkan banyak energi dengan tidur selama siang hari. Kumpulan energi tersebut kemudian dilepaskan pada malam hari.
Kucing peliharaan pada dasarnya memang hewan krepuskular. Namun, menurut laman Catster, tiap kucing punya kecenderungan masing-masing. Sama seperti manusia yang sejatinya bersifat diurnal, ada beberapa dari kita yang bekerja sif sore atau malam hari atau merasa lebih produktif dan kreatif pada malam hari. Kucing pun demikian.
Beberapa kucing juga menyesuaikan jadwal mereka dengan jadwal pemilik. Karena ditinggal pergi oleh pemilik sepanjang hari, kucing merasa bosan dan lebih banyak tidur. Akhirnya, energi yang terkumpul dilepaskan pada malam hari saat pemilik mereka ada di rumah.
3. Gak semua spesies kucing krepuskular

Kucing berkaki hitam mengendap-endap. (commons.wikimedia.org/Ltshears) Kalau kucing peliharaan dan nenek moyang mereka merupakan hewan krepuskular, apakah semua jenis kucing juga krepuskular? Well, sebagian besar spesies kucing, baik yang besar dan kecil, merupakan hewan krepuskular. Ini mulai dari harimau, singa gunung, bahkan macan tutul salju sekalipun.
Namun, ada beberapa spesies kucing yang sepenuhnya aktif pada malam hari, salah satunya kucing berkaki hitam atau black-footed cat (Felis nigripes). Kucing liar asli Afrika ini dikenal sebagai pemburu nokturnal paling efisien dengan tingkat keberhasilan berburu sangat tinggi. Menurut organisasi konservasi Panthera, tingkat keberhasilan berburu kucing berkaki hitam sekitar 60 persen, paling tinggi di antara semua spesies kucing.
Ada juga ocelot (Leopardus pardalis) dari Amerika yang bisa disebut krepuskular sekaligus nokturnal. Kucing liar dengan bulu bercak menawan ini aktif pada malam hari dan saat fajar serta senja hari. Menurut laman BBC Wildlife Magazine, aktivitas malam hari membantu ocelot berburu banyak spesies mangsa favorit. Aktif pada malam hari juga mengurangi kemungkinan ocelot berpapasan dengan manusia maupun predator yang lebih besar di habitat mereka, seperti jaguar.
Jadi, kucing domestik bukanlah hewan nokturnal seperti yang selama ini kita kira. Kucing merupakan hewan krepuskular yang aktif pada waktu senja dan fajar hari, sama seperti nenek moyang mereka yang hidup di alam liar. Kucing sering dikira nokturnal karena banyak beristirahat pada siang hari dan mengikuti jadwal sehari-hari pemilik.






















