Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Awan Putih Bisa Berubah Jadi Abu-abu saat Mendung?

4 min read
Kenapa Awan Putih Bisa Berubah Jadi Abu-abu saat Mendung?
ilustrasi awan gelap (magnific.com/wirestock)
  • Awan tampak abu-abu saat lapisannya menebal, sehingga lebih sedikit cahaya Matahari yang menembus hingga ke bagian bawah dan terlihat dari Bumi.
  • Tetesan air serta kristal es di dalam awan menyebarkan cahaya; pencahayaan cukup membuat awan tampak putih, sedangkan cahaya minim membuatnya kelabu atau gelap.
  • Posisi dan intensitas Matahari turut memengaruhi warna awan. Awan gelap sering muncul sebelum hujan, tetapi bukan penanda pasti hujan segera turun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah memperhatikan awan yang awalnya putih cerah, tetapi lama-lama berubah menjadi abu-abu saat cuaca mulai mendung? Perubahan ini sering jadi tanda bahwa hujan mungkin akan turun, meski tidak selalu begitu. Ternyata, ada penjelasan ilmiah di balik warna awan yang terlihat makin gelap saat langit mulai tertutup mendung.

Warna awan ternyata gak cuma soal banyaknya air yang terkandung di dalamnya, tetapi juga seberapa tebal awan dan seberapa banyak cahaya matahari yang bisa menembusnya. Ketika awan makin tebal, cahaya yang sampai ke bagian bawahnya jadi lebih sedikit sehingga awan terlihat kelabu dari permukaan Bumi. Nah, kenapa bisa begitu? Yuk, cari tahu penjelasan di balik perubahan warna awan yang sering kita lihat saat cuaca mendung!

  1. 1. Ketebalan awan membuat cahaya matahari sulit menembusnya

    ilustrasi mendung
    ilustrasi mendung (magnific.com/magnific)

    Pernahkah kamu menyadari bahwa awan yang tipis terlihat putih cerah, sedangkan awan yang tebal cenderung kelabu? Salah satu faktornya adalah ketebalan awan yang berperan dalam menentukan seberapa banyak cahaya matahari yang bisa melewatinya. Semakin tebal awannya, semakin sedikit cahaya yang bisa sampai ke bagian bawahnya, sehingga awan terlihat lebih gelap daripada tanah.

    Di dalam awan, tetesan air dan kristal es menyebarkan cahaya matahari ke berbagai arah yang berbeda. Ketika lapisan awan semakin tebal, jumlah cahaya yang mencapai bagian bawah semakin berkurang dibandingkan dengan saat awan itu masih dalam keadaan tipis.Itulah sebabnya awan bisa terlihat berbeda warna meski sama-sama terbentuk dari tetesan air atau kristal es, lho.

  2. 2. Tetesan air di dalam awan menyebarkan cahaya matahari

    ilustrasi cahaya matahari
    ilustrasi cahaya matahari (pixabay.com/jplenio)

    Ketika dilihat dari dekat, awan sebenarnya bukan hanya sekadar gumpalan kapas putih yang kita amati selama ini. Awan terdiri dari kumpulan tetesan air yang sangat kecil atau kristal es yang melayang di udara. Partikel-partikel ini berinteraksi dengan cahaya matahari, sehingga awan terlihat putih ketika terkena pencahayaan yang cukup.

    Cahaya matahari terdiri dari berbagai warna yang, ketika digabungkan, akan tampak putih, sedangkan tetesan air di awan berfungsi menyebarkan cahaya itu ke segala penjuru. Ketika cahaya yang tersebar mengenai mata kita dalam jumlah yang cukup, kita melihat awan berwarna putih yang cerah. Namun, kalau jumlah cahaya yang mencapai bagian bawah awan semakin berkurang, bagian tersebut dapat tampak kelabu atau bahkan gelap.

  3. 3. Bagian bawah awan terlihat gelap karena minim cahaya

    ilustrasi mendung
    ilustrasi mendung (magnific.com/wirestock)

    Amati awan mendung ketika matahari masih berada di baliknya. Bagian atas awan kadang terlihat lebih terang, sementara bagian bawah menunjukkan nuansa kelabu akibat menerima cahaya matahari yang lebih sedikit. Perbedaan pencahayaan inilah yang menciptakan ilusi gradasi warna pada awan, dari putih menjadi abu-abu gelap.

    Fenomena ini mirip dengan objek yang berada di tempat teduh, yang umumnya tampak lebih gelap dibandingkan objek lain yang terkena sinar matahari secara langsung. Namun, berbeda dari benda padat yang sepenuhnya menghalangi cahaya, awan sebenarnya merupakan campuran partikel yang memantulkan cahaya saat melewatinya. Oleh karena itu, warna kelabu di bagian bawah awan bukanlah tanda bahwa awan berubah menjadi abu-abu, ya, tetapi disebabkan oleh berkurangnya cahaya yang mencapai bagian tersebut.

  4. 4. Posisi matahari ikut memengaruhi warna awan

    ilustrasi langit cerah
    ilustrasi langit cerah (magnific.com/standret)

    Pernahkah kamu melihat awan tampak putih cerah pada siang hari, tetapi terlihat lebih gelap ketika matahari mulai tertutup awan lain? Perbedaan ini bisa terjadi karena sudut datang dan intensitas cahaya matahari berpengaruh pada pencahayaan awan. Ketika cahaya yang jatuh pada awan berkurang, beberapa bagian bisa tampil lebih kelabu dari sudut pandang kita.

    Waktu pagi dan sore juga dapat menyebabkan awan terlihat berbeda karena posisi Matahari yang lebih rendah dibandingkan dengan saat siang. Cahaya yang melewati atmosfer dengan lintasan lebih panjang memiliki kemungkinan lebih besar untuk tersebar, sehingga warna serta kecerahan langit pun dapat berubah. Oleh karena itu, awan yang sama dapat terlihat berbeda tergantung pada waktu dan kondisi pencahayaan yang ada.

  5. 5. Awan abu-abu belum tentu menandakan hujan akan turun

    ilustrasi awan gelap
    ilustrasi awan gelap (pixabay.com/ELG21)

    Pernah melihat langit mulai gelap lalu langsung kepikiran bakal turun hujan? Wajar, sih, soalnya awan yang tebal dan berwarna kelabu memang sering muncul sebelum hujan. Namun, warna awan yang gelap gak selalu berarti hujan akan segera turun, karena tampilan itu juga dipengaruhi oleh sedikitnya cahaya matahari yang menembus bagian bawah awan.

    Ada kalanya langit terlihat mendung cukup lama, tetapi hujan tak kunjung datang karena kondisi atmosfer belum mendukung terbentuknya hujan hingga mencapai permukaan tanah. Sebaliknya, hujan juga bisa turun meski perubahan warna awannya gak terlalu mencolok dari tempat kita berdiri. Jadi, kalau ingin memperkirakan cuaca, perhatikan juga perkembangan awan dan informasi prakiraan cuaca, bukan hanya warnanya.

    Jadi, perubahan awan putih menjadi abu-abu saat mendung ternyata berkaitan dengan ketebalan awan dan cahaya Matahari yang berhasil menembusnya. Meski awan kelabu sering terlihat sebelum hujan, warnanya saja gak bisa menjadi patokan pasti bahwa hujan akan segera turun, lho. Nah, sekarang kamu jadi tahu alasan di balik perubahan warna awan yang sering kita lihat saat cuaca mulai mendung!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More