Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ilmuwan Temukan Fosil Paus Berkaki, Begitukah Dulunya?

Ilmuwan Temukan Fosil Paus Berkaki, Begitukah Dulunya?
Ilustrasi paus (unsplash.com/Mike Doherty)

Paus merupakan jenis mamalia yang hidup di dalam laut. Hewan yang termasuk dalam familia Balaenidae ini memiliki ukuran tubuh yang sangat besar. Salah satu jenis paus bahkan termasuk mamalia terbesar di dunia. Jenis paus terbesar ini adalah paus biru yang berukuran sekitar 30 meter dan memiliki berat sekitar 200 ton.

Kamu mungkin mengetahui paus memiliki bentuk seperti ikan dengan sirip dan ekor. Namun, peneliti berhasil menemukan fosil paus yang memiliki kaki. Simak informasi tentang paus ini di bawah.

1. Ditemukan di Mesir

Ilustrasi paus modern (unsplash.com/Todd Cravens)
Ilustrasi paus modern (unsplash.com/Todd Cravens)

Ilmuwan-ilmuwan di Mesir berhasil mengidentifikasi jenis paus yang memiliki empat kaki. Paus ini ditemukan dalam bentuk fosil di Gurun Barat Mesir. Diperkirakan ukuran dari paus yang dinamai sebagai Phiomicetus anubis ini sekitar tiga meter dan berbobot kurang lebih 600 kilogram.

Paus ini memiliki rahang yang kuat untuk menangkap mangsanya. Selain itu paus ini juga merupakan amfibi yang bisa hidup di darat dan berenang di dalam air.

2. Diberikan nama Dewa Mesir

Patung Dewa Anubis (unsplash.com/Egor Myznik)
Patung Dewa Anubis (unsplash.com/Egor Myznik)

Jenis Phiomicetus ini diberikan nama sesuai dengan salah satu nama dewa pada kepercayaan Mesir Kuno. Nama dari dewa ini adalah Anubis. Di dalam mitologinya, Anubis merupakan sosok dewa kematian.

Anubis memiliki tubuh manusia dan kepala yang berupa jackal (sejenis anjing). Alasan nama dewa ini diberikan kepada paus Phiomicetus adalah karena tengkorak paus ini mirip dengan kepala Anubis.

3. Ditemukan di sebuah oasis

Ilustrasi oasis (unsplash.com/Willian Justen de Vasconcellos)
Ilustrasi oasis (unsplash.com/Willian Justen de Vasconcellos)

Fosil yang ditemukan oleh tim penelitian ini berupa bagian dari tengkorak paus. Tengkorak ini ditemukan di Oasis Fayum. Gurun tempat fosil ini ditemukan dulunya merupakan daerah laut yang memiliki banyak fosil yang terkubur.

Oasis Fayum merupakan lekukan air yang terletak paling dekat dengan Sungai Nil. Saat ini Oasis seluas lebih dari 1.000 meter persegi ini digunakan sebagai perkebunan sereal dan kapas. Selain itu, di sini juga dibangun bendungan yang mengairi tanah-tanah di sekitarnya.

4. Diteliti oleh ilmuwan di Mesir

Ilustrasi Sphinx yang berada di Mesir, tempat fosil paus ditemukan (unsplash.com/Adrian Dascal)
Ilustrasi Sphinx yang berada di Mesir, tempat fosil paus ditemukan (unsplash.com/Adrian Dascal)

Tengkorak Phiomicetus ini diteliti oleh ilmuwan di Universitas Mansoura. Melansir BBC, Abdullah Gohar selaku pemimpin tim penelitian ini menjelaskan bahwa Phiomicetus anubis merupakan penemuan penting. Jenis paus ini merupakan spesies baru yang menjadi kunci di dunia paleontologi Mesir dan Afrika.

Fosil paus berkaki ditemukan pertama kali pada 2008. Namun, jenis Phiomicetus anubis dipercaya merupakan paus semi-akuatik pertama yang ditemukan di Afrika. Oleh karena itu, penemuan paus ini merupakan langkah baik untuk meneliti bagaimana proses evolusi dari paus.

5. Hidup 43 juta tahun lalu

Ilustrasi fosil (unsplash.com/Jacqueline Martinez)
Ilustrasi fosil (unsplash.com/Jacqueline Martinez)

Paus yang ditemukan di Mesir ini diperkirakan hidup sekitar 43 juta tahun lalu. Phiomicetus hidup di masa waktu Eosen yang berkisar pada sekitar 56 juta hingga 33,9 juta tahun lalu. Nama Eosen diambil dari Bahasa Yunani yang berarti "kemunculan fauna modern".

Diperkirakan paus mulai berevolusi pada masa ini. Paus pertama yang dianggap mengalami evolusi paling pertama berada di Asia Selatan sekitar 50 juta tahun lalu. Pada 2011, tim paleontolog di Peru berhasil menemukan fosil paus berumur 43 juta tahun. Paus ini memiliki empat kaki berselaput dan juga kuku seperti pada kuda dan sapi.

Penemuan fosil tengkorak paus ini membuka misteri dunia zaman dulu. Semoga nantinya bagian fosil lain dari Phiomicetus anubis dapat ditemukan dan diteliti. Diharapkan juga penelitian ini nantinya dapat menjelaskan proses evolusi yang terjadi pada paus.

Apakah kamu tahu evolusi hewan lainnya? Jangan lupa ceritakan di kolom komentar, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bayu D. Wicaksono
Lukita Suharlim
Bayu D. Wicaksono
EditorBayu D. Wicaksono
Follow Us

Latest in Science

See More

4 Hewan dengan Kemampuan Mengganti Kulit atau Cangkang Secara Alami

03 Apr 2026, 20:05 WIBScience