Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Penyakit Kucing Saat Tua, Masalah Gigi Hingga Ginjal

5 Penyakit Kucing Saat Tua, Masalah Gigi Hingga Ginjal
Kucing (pexels.com/freestocks.org)
Intinya Sih
  • Kucing usia 7–10 tahun mulai mengalami perubahan fisiologis dan rentan terserang penyakit yang berkembang perlahan maupun mendadak.
  • Hipertiroidisme, masalah gigi, dan diabetes pada kucing senior dapat memicu penurunan berat badan, gangguan makan, serta perubahan aktivitas, minum, dan buang air.
  • Gagal ginjal dan tumor lebih berisiko pada kucing tua; pemeriksaan rutin membantu deteksi dini dan penanganan untuk mencegah komplikasi berat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semakin bertambahnya usia, fungsi organ tubuh juga ikut menurun. Hal normal ini gak hanya dialami manusia, tapi juga hewan seperti kucing. Saat kucing memasuki usia lanjut sekitar 7-10 tahun, mereka akan mengalami perubahan fisiologis sebagai bagian dari proses penuaan.

Proses penuaan ini sering kali diikuti oleh beberapa penyakit yang muncul perlahan atau tiba-tiba. Lantas, penyakit apa yang umumnya diderita kucing tua? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Hipertiroidisme

ilustrasi kucing ragdoll
ilustrasi kucing ragdoll (pexels.com/Cc Liu)

Hipertiroidisme atau hipertiroid adalah gangguan hormon yang umum terjadi pada kucing tua. Di mana kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid. Akibatnya, kucing mengalami penurunan berat badan walaupun nafsu makannya meningkat.

Selain itu, kucing mungkin menjadi lebih aktif, muntah, diare, gelisah, bulu kusut, dan tidak sehat. Jika tidak diobati, hipertiroidisme dapat memicu komplikasi serius, seperti gagal jantung, penyakit ginjal kronis, dan kondisi lainnya. Pengobatannya bisa dengan obat, terapi radioaktif, pembedahan, hingga diet khusus.

2. Masalah gigi

gigi kucing
gigi kucing (pexels.com/Janessa Pretorius)

Penyakit periodontal dan masalah kesehatan mulut seringkali diabaikan pada kucing senior. Padahal plak dan karang gigi yang tidak dibersihkan dapat menyebabkan peradangan dan nyeri pada gusi. Akibatnya kucing kesulitan saat mengunyah makanan.

Kucing yang mengalami masalah gigi membuat kucing mengunyah di satu sisi mulut. Jika kondisi ini dibiarkan berat badan kucing bisa menurun. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi pada kucing secara rutin.

3. Diabetes

Kucing
Kucing (pexels.com/emre varışlı)

Ternyata gak cuma manusia, kucing juga bisa mengalami diabetes, lho. Semua kucing bisa saja mengidap diabetes, namun risiko lebih besar pada kucing yang tua. Diabetes timbul akibat ketidakmampuan dalam memproduksi atau memanfaatkan insulin.

Kucing yang menderita diabetes umumnya menunjukkan gejala khas seperti sering minum hingga buang air lebih sering. Diabetes pada kucing tidak bisa disembuhkan melainkan dikontrol agar kondisinya tidak kian memburuk. Biasanya dibutuhkan pengobatan insulin secara teratur.

4. Ginjal

kucing pakai collar
kucing pakai collar (pexels.com/Lance Zhang)

Gagal ginjal adalah penyakit umum pada kucing yang lebih tua dan gejalanya sangat beragam. Mulai dari perubahan frekuensi buang air kecil, dehidrasi, penurunan nafsu makan, hingga masalah pencernaan. Gejala ini bisa saja tak terlihat sehingga hingga gejala yang lebih jelas muncul.

Penyebabnya pun beragam, seperti faktor keturunan, infeksi bakteri, penyumbatan ginjal, dan saluran kemih. Jika hal ini dibiarkan, komplikasi parah hingga memicu kematian. Meskipun penyakit ginjal kronis tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, diagnosis dini dan terapi tepat bisa membantu memperpanjang usia kucing.

5. Tumor

ilustrasi kucing ragdoll
ilustrasi kucing ragdoll (pexels.com/大 董)

Risiko mengalami tumor semakin meningkat seiring bertambahnya usia kucing. Tumor vaskular seperti limfoma, tumor usus, dan tumor kulit, lebih sering dialami kucing. Gejala tumor sangat bervariasi tergantung pada lokasi dan jenisnya.

Dibandingkan jenis tumor lainnya, tumor kulit lebih mudah dikenali. Biasanya ditandai dengan adanya benjolan di bawah kulit. Pemeriksaan rutin ke dokter hewan sangat penting agar tumor dapat terdeteksi seawal mungkin.

Penyakit pada kucing yang berusia tua dapat berkembang perlahan dan tanpa disadari. Oleh sebab itu, perlu kesabaran ekstra, kepekaan, serta perhatian yang lebih dari biasanya. Lakukan pemeriksaan secara rutin agar penyakit bisa terdeteksi dini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More