Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Great Crested Grebe, Burung yang Memakan Bulunya Sendiri

5 Fakta Great Crested Grebe, Burung yang Memakan Bulunya Sendiri
Great Crested Grebe (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)
Intinya Sih
  • Great Crested Grebe hidup di perairan tawar tenang di Eropa, Asia, Afrika, dan Australia; penampilannya menjadi lebih mencolok saat musim kawin untuk menarik pasangan.
  • Burung ini menjalankan tarian kawin sinkron sambil membawa tanaman air, sedangkan anaknya menumpang di punggung kedua induk selama minggu-minggu awal demi perlindungan.
  • Great Crested Grebe memakan bulunya untuk membantu membentuk pelet pencernaan; populasinya pernah merosot akibat perburuan bulu pada era Victoria sebelum upaya konservasi membuatnya stabil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dunia satwa memang tidak pernah kehabisan cara untuk membuat kita takjub, salah satunya lewat kehadiran Great Crested Grebe (Podiceps cristatus). Burung air ini hidup di perairan tawar yang tenang di wilayah Eropa, Asia, Afrika, hingga Australia, serta dikenal memiliki berbagai perilaku unik yang membedakannya dari banyak burung air lainnya.

Salah satu kebiasaan menarik dari burung ini adalah memakan bulu-bulu dari tubuhnya sendiri. Meski terdengar aneh, perilaku tersebut ternyata memiliki tujuan tertentu. Tak hanya itu, Great Crested Grebe juga masih menyimpan berbagai fakta unik lainnya. Yuk, simak faktanya berikut ini!

1. Penampilannya berubah saat musim kawin

tampilan khas Great Crested Grebe saat musim kawin
tampilan khas Great Crested Grebe saat musim kawin (pexels.com/Roberto59)

Saat memasuki musim kawin, penampilan Great Crested Grebe berubah menjadi lebih mencolok. Burung ini akan memunculkan rumbai bulu berwarna jingga kemerahan dengan ujung hitam di sisi kepalanya, sementara jambul hitam di bagian atas kepala akan tampak lebih tegak. Perpaduan keduanya membuat Great Crested Grebe terlihat anggun dan mudah dikenali.

Sebaliknya, di luar musim kawin penampilan burung ini terlihat lebih sederhana. Rumbai bulu di sisi kepala akan memudar sehingga kepalanya tidak lagi mencolok seperti saat musim kawin. Perubahan fisik ini merupakan bagian dari cara Great Crested Grebe untuk memikat perhatian calon pasangan di air.

2. Tarian kawinnya sangat rumit

Great Crested Grebe dikenal memiliki tarian kawin yang sangat rumit. Saat musim kawin tiba, sepasang burung akan saling berhadapan, lalu menggelengkan kepala secara bergantian dengan gerakan yang selaras. Mereka juga akan menyelam untuk mengambil tanaman air, kemudian muncul ke permukaan sambil berdiri tegak dan memperlihatkannya kepada pasangannya.

Tarian ini bukan sekadar gerakan yang indah untuk dilihat. Bagi Great Crested Grebe, ritual tersebut menjadi cara untuk menilai keserasian pasangan sekaligus memperkuat ikatan di antara keduanya. Karena keunikannya, tarian kawin burung ini menjadi salah satu yang paling terkenal di dunia fauna.

3. Anaknya sering menumpang di punggung induknya

anak Great Crested Grebe menumpang di punggung induknya
anak Great Crested Grebe menumpang di punggung induknya (commons.wikimedia.org/GrahamBreeze)

Setelah menetas dan mulai meninggalkan sarang, anak Great Crested Grebe sering terlihat menumpang di punggung induknya saat berenang. Perilaku ini dilakukan sejak anak masih sangat kecil, bahkan kedua induk akan bergantian membawa anak di punggungnya selama beberapa minggu pertama.

Cara ini bukan tanpa alasan. Dengan berada di punggung induknya, anak Great Crested Grebe menjadi lebih terlindungi dari ancaman predator saat berada di perairan. Perilaku tersebut juga menunjukkan besarnya peran kedua induk dalam merawat dan menjaga anak-anaknya hingga cukup besar untuk hidup lebih mandiri.

4. Memiliki kebiasaan memakan bulunya sendiri

Great Crested Grebe memiliki kebiasaan memakan bulunya sendiri
Great Crested Grebe memiliki kebiasaan memakan bulunya sendiri (commons.wikimedia.org/Alexis Lours)

Salah satu kebiasaan paling unik dari Great Crested Grebe adalah memakan bulu-bulu dari tubuhnya sendiri. Meski terdengar aneh, perilaku ini merupakan bagian dari kebiasaan alami yang berkaitan dengan sistem pencernaannya. Bulu yang tertelan diduga membantu membentuk pelet di dalam sistem pencernaan yang kemudian dikeluarkan kembali.

Fungsi ini mirip dengan serat pada makanan manusia yang membantu memperlancar proses pencernaan. Menariknya, perilaku memakan bulu tidak hanya ditemukan pada Great Crested Grebe, tetapi juga pada berbagai spesies grebe lainnya. Hingga kini, adaptasi anatomi ini masih menjadi salah satu topik paling menarik di kalangan peneliti burung air.

5. Sempat terancam akibat industri fashion

bulu Great Crested Grebe pernah menjadi incaran fashion
bulu Great Crested Grebe pernah menjadi incaran fashion (commons.wikimedia.org/Bengt Nyman)

Meskipun kini populasinya telah kembali stabil di berbagai wilayah, Great Crested Grebe pernah mengalami masa sulit akibat perburuan. Pada era Victoria di Inggris, burung ini banyak diburu karena bulunya digunakan sebagai hiasan pakaian. Bulu dari bagian kepala dan tubuhnya yang lembut menjadi incaran utama untuk memenuhi kebutuhan tren fashion pada masa itu.

Perburuan masif tersebut sempat mengancam keberadaan mereka di beberapa wilayah karena populasinya merosot tajam. Kondisi memprihatinkan ini kemudian mendorong munculnya gerakan perlindungan burung, salah satunya kelompok Fur, Fin and Feather Folk yang dibentuk pada tahun 1889. Berkat upaya konservasi bersejarah tersebut, populasi Great Crested Grebe kini relatif stabil di banyak wilayah dan tidak lagi terancam punah.

Di balik sosoknya yang anggun, Great Crested Grebe ternyata menyimpan banyak cerita menarik, mulai dari ritual kawin yang rumit hingga kebiasaan aneh memakan bulunya sendiri. Perjalanan mereka juga menunjukkan bahwa keindahan satwa liar tidak hanya untuk dikagumi, tetapi juga perlu dijaga agar tetap dapat ditemukan oleh generasi berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More