Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Plastik Terbuat dari Apa? Berikut Bahan Baku Utamanya

Plastik Terbuat dari Apa? Berikut Bahan Baku Utamanya
ilustrasi plastik (pexels.com/Anna Shvets)
Intinya Sih
  • Industri plastik Indonesia menghadapi lonjakan harga hingga 50% akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan bahan baku impor berbasis minyak bumi.
  • Plastik umumnya dibuat dari minyak bumi, gas alam, dan selulosa melalui proses penyulingan, polimerisasi, serta pembentukan menjadi pelet sebelum dicetak menjadi produk akhir.
  • Selain bahan fosil, bioplastik dari sumber alami seperti pati jagung dan tebu menawarkan alternatif ramah lingkungan karena mudah terurai dan dapat didaur ulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memasuki April 2026, industri plastik di Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dengan lonjakan harga mencapai 50 persen. Kenaikan drastis ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Konflik tersebut mengganggu arus perdagangan global sehingga menghambat pasokan bahan baku impor.

Situasi ini lantas memicu rasa penasaran di tengah masyarakat, sebenarnya plastik terbuat dari apa hingga konflik di wilayah tersebut bisa berdampak terhadap harganya? Faktanya, minyak bumi merupakan salah satu bahan baku utama plastik sehingga kestabilan harga dan pasokannya pun sangat bergantung pada situasi di negara penghasil energi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Table of Content

1. Plastik terbuat dari apa?

1. Plastik terbuat dari apa?

Secara kimiawi, plastik terbentuk dari gabungan unsur seperti karbon, hidrogen, dan oksigen yang disusun menjadi rantai molekul panjang yang sangat kuat. Untuk menciptakan material tahan air dan anti-korosi ini diperlukan beberapa bahan baku utama sebagai berikut:

  • Minyak bumi

Sebagian besar plastik berasal dari minyak bumi yang diolah menjadi naphtha. Melalui proses kimia, bahan ini menghasilkan senyawa hidrokarbon seperti olefin dan aromatik yang menjadi fondasi utama pembentuk rantai polimer plastik.

  • Gas alam

Bahan ini mengandung hidrokarbon penting seperti etilena dan propena. Setelah melalui tahap ekstraksi dan pemurnian, gas alam diubah menjadi monomer yang berfungsi sebagai bahan dasar pembuatan plastik jenis polyethylene dan polypropylene.

  • Selulosa

Berbeda dari bahan fosil, selulosa adalah material alami yang diambil dari struktur serat tumbuhan. Bahan ini merupakan bahan baku utama pembuatan bioplastik di mana serat tumbuhan dikonversi melalui proses kimia menjadi produk plastik yang fungsional.

2. Proses pembuatan plastik

Proses pembuatan plastik
ilustrasi plastik (unsplash.com/Teslariu-Mihai)

Pembuatan plastik melibatkan serangkaian reaksi kimia yang cukup kompleks untuk mengubah bahan mentah menjadi benda fungsional. Berikut adalah langkah-langkah dalam proses produksi plastik:

  • Ekstraksi bahan mentah

Tahap awal dimulai dengan pengambilan bahan baku dari alam, seperti minyak bumi dan gas alam, kemudian akan dikirim ke fasilitas pengolahan untuk diproses lebih lanjut.

  • Penyulingan

Minyak bumi mentah dipanaskan dalam tanur dan dimasukkan ke unit distilasi untuk dipisahkan komponen-komponennya. Salah satu hasil penting dari proses ini adalah naphtha, bahan utama yang digunakan untuk membuat massa plastik.

  • Polimerisasi

Pada tahap ini, gas ringan seperti etilena dan propena diubah menjadi polimer dengan menyatukan molekul kecil (monomer) menjadi rantai panjang. Proses ini bisa dilakukan melalui polimerisasi adisi (menyambung monomer satu per satu) atau polimerisasi kondensasi (menggabungkan monomer dengan membuang molekul kecil seperti air).

  • Pencampuran dan Pembentukan

Berbagai bahan yang telah dilelehkan dicampur hingga merata, lalu didinginkan menjadi butiran kecil yang disebut pelet plastik. Pelet inilah yang nantinya akan dimasukkan ke dalam cetakan atau melalui mesin ekstrusi untuk dibentuk menjadi produk akhir dengan berbagai warna dan ukuran.

3. Apakah ada plastik dari bahan alami?

Selain dari bahan fosil, plastik juga dapat dibuat dari sumber daya alam terbarukan seperti pati jagung, tebu, selulosa, hingga minyak nabati yang dikenal sebagai bioplastik. Proses pembuatannya sering kali melibatkan fermentasi gula tanaman untuk mengekstraksi zat tertentu yang setelah distabilkan akan memiliki karakteristik fisik menyerupai plastik tradisional. Contoh populernya adalah PLA (polylactic acid) dan PHA (polyhydroxyalkanoates) yang banyak digunakan untuk kemasan serta peralatan medis karena sifatnya lebih ramah lingkungan.

Keunggulan utama dari bioplastik ini adalah kemampuannya untuk terurai kembali ke alam dalam waktu lebih singkat, bahkan beberapa jenis hanya membutuhkan waktu delapan hingga 12 minggu dalam kondisi tertentu. Mengingat berasal dari limbah pertanian atau bahan biologis, bioplastik tidak mengganggu ketersediaan pangan dan menjadi solusi berkelanjutan karena sifatnya yang dapat didaur ulang serta dikomposkan.

Dengan memahami plastik terbuat dari apa, kamu menjadi paham kenapa konflik global saat ini sangat berpengaruh pada lonjakan harganya yang drastis. Ketergantungan besar pada minyak bumi membuat stabilitas energi jadi kunci utama produksi material ini.

FAQ seputar plastik terbuat dari apa

Apa bahan baku utama pembuatan plastik?

Sebagian besar plastik terbuat dari minyak bumi dan gas alam yang mengandung senyawa hidrokarbon.

Apakah semua plastik terbuat dari bahan fosil?

Tidak, saat ini sudah ada bioplastik yang terbuat dari bahan alami terbarukan seperti pati jagung, tebu, dan selulosa tumbuhan.

Apa itu polimer dalam plastik?

Polimer adalah rantai molekul panjang yang terbentuk dari gabungan molekul-molekul kecil yang disebut monomer.

Referensi

"What Is Plastic Made of? Here Are the Materials & Process". Chandra Asri. Diakses April 2026.
"Bioplastics in Indonesia: A Sustainable Solution to Plastic Waste?". i3L University. Diakses April 2026.
"Bioplastics, A Natural Alternative to Plastic". Amfora Packaging. Diakses April 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Science

See More