Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prediksi BMKG Hingga 21 Mei 2026, Cuaca Didominasi Hujan

Prediksi BMKG Hingga 21 Mei 2026, Cuaca Didominasi Hujan
ilustrasi curah hujan ekstrem (pexels.com/Kaique Rocha)
Intinya Sih
  • BMKG memprediksi cuaca Indonesia hingga 21 Mei 2026 masih didominasi hujan, meski suhu sempat mencapai lebih dari 36 derajat Celcius di beberapa wilayah.
  • Fenomena atmosfer seperti MJO, gelombang Kelvin, Rossby Equatorial, dan sirkulasi siklonik berperan besar dalam meningkatkan potensi hujan di berbagai daerah.
  • BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, kilat, petir, dan angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa kondisi cuaca di Indonesia masih berada pada masa peralihan musim. Meski suhu maksimum di beberapa wilayah sempat mencapai lebih dari 36 derajat Celcius pada 11–13 Mei 2026, kondisi tersebut tidak selalu menandakan cuaca kering.

Badan tersebut menjelaskan bahwa kelembapan udara yang masih tinggi justru dapat memicu pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan potensi hujan pada sore hingga malam hari di sejumlah daerah Indonesia. Berikut penjelasan detailnya.

Pertumbuhan awan hujan

Kondisi cuaca di Indonesia masih menunjukkan masa peralihan. Pada periode 11 hingga 13 Mei 2026, suhu maksimum yang terukur di atas 36 hingga 37,1 derajat Celcius di wilayah seperti Sumatra Utara, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur. Namun pemanasan yang kuat ini tidak selalu identik dengan kondisi kering. 

Jika kelembaban udara masih tinggi, kondisi ini dapat memicu pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan potensi hujan pada sore hingga malam hari. Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat akan terjadi:

  • Sulawesi Barat 139 mm per hari.
  • Sulawesi Tenggara 81,4 mm per hari.
  • Papua Barat 80 mm per hari.
  • Papua Tengah 71 mm per hari.
  • Sumatra Barat 70,9 mm per hari.
  • Kalimantan Barat 66,3 mm per hari.
  • Papua Pegunungan 62,4 mm per hari.
  • Kalimantan Tengah 57,4 mm per hari.

Fenomena atmosfer yang picu hujan

ilustrasi petir saat hujan (pexels.com/Andre Furtado)
ilustrasi petir saat hujan (pexels.com/Andre Furtado)

Kejadian hujan ini dipicu oleh beberapa fenomena atmosfer yang aktif secara bersamaan sehingga mempengaruhi sebagian wilayah Indonesia.

Beberapa fenomena atmosfer yang berpotensi mempengaruhi cuaca selama sepekan ke depan, di antaranya monsoon Australia yang diperkirakan sedikit melemah seiring meningkatnya aktivitas Medan Julian Oscillation (MJO) di wilayah Samudera Hindia.

Aktifnya MJO ini secara spasial diperkirakan melintasi sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi bagian selatan hingga Papua. Kemudian, aktivitas gelombang tropis diperkirakan meningkatkan potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia, seperti gelombang Kelvin yang aktif di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Gelombang Rossby Equatorial diperkirakan mempengaruhi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara, serta terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar Selat Karimata dan Selat Makassar bagian selatan di mana turut memicu pertemuan angin dan pertumbuhan awan hujan.

Kombinasi dari beberapa fenomena atmosfer tersebut tentunya memiliki potensi dalam meningkatkan suplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah yang dilaluinya.

Periode 15-21 Mei 2026

Berikut cuaca di Indonesia selama periode 15 hingga 17 Mei 2026 yang umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. 

Potensi hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang dengan kategori tingkat peringatan siaga.

  • Kepulauan Riau.
  • Kepulauan Bangka Belitung.
  • Bengkulu.
  • Banten.
  • Jawa Tengah.
  • Jawa Barat.
  • Kalimantan Selatan.
  • Sulawesi Barat.
  • Sulawesi Selatan. 
  • Maluku Utara.
  • Maluku.
  • Papua.
  • Papua Tengah.
  • Papua Pegunungan.
  • Papua Selatan.

Diprediksi angin kencang dapat terjadi di Kepulauan Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Timur.

Cuaca di Indonesia selama periode 18 hingga 21 Mei 2026 umumnya diperkirakan didominasi oleh hujan ringan hingga hujan sedang. Terdapat potensi hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang, kemungkinan terjadi dengan kategori tingkat siaga di wilayah:

  • Maluku Utara.
  • Papua Tengah.
  • Papua Pegunungan.

Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang yang bisa memicu bencana hidrometeorologi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More