5 Tanaman yang Dapat Merusak Ekosistem Alami Taman, Merepotkan! 

Dibutuhkan penanganan ekstra agar gak menganggu tanaman lain

Taman menjadi tempat di mana berbagai macam tanaman memperlihatkan keindahannya. Akan tetapi, meski terlihat menarik, ternyata ada beberapa tanaman yang sebaiknya kamu hindari sebagai koleksi hayati di taman.

Beberapa tanaman mempunyai sifat invasif yang bisa mengambil alih area tumbuh, merusak ekosistem alami, hingga berisiko mengeluarkan racun pada lingkungan sekitarnya. 

Memilih tanaman untuk taman bukan hanya tentang estetikanya, tapi juga tentang bagaimana bertanggung jawab terhadap lingkungan. Berikut adalah beberapa tanaman hias yang sebaiknya gak dijadikan koleksi taman. 

1. Bradford pear (Pyrus calleryana ‘Bradford’)

5 Tanaman yang Dapat Merusak Ekosistem Alami Taman, Merepotkan! bunga tanaman hias Bradford pear (pixabay.com/jhunold)

Tanaman invasif seperti Bradford Pear (Pyrus calleryana 'Bradford') bisa merusak ekosistem alami dengan cepat. Meski mempunyai keindahan bunga yang memikat dan pertumbuhan yang cepat, tanaman ini bisa tumbuh sangat besar sampai menutupi area yang luas. Kalau dibiarkan, Bradford pear dapat mengambil ruang dan sumber daya yang seharusnya tersedia untuk tanaman dan hewan lokal lainnya.

Keberadaan tanaman hias yang invasif ini dapat mengganggu keseimbangan alami ekosistem, lho. Mereka bisa menekan pertumbuhan tanaman asli, mengurangi keanekaragaman hayati, serta mengganggu rantai makanan lokal. Tanaman ini juga cenderung tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan sehingga membuatnya sulit untuk dikendalikan atau diberantas setelah menyebar.

2. Ligustrum china (Ligustrum sinense)

5 Tanaman yang Dapat Merusak Ekosistem Alami Taman, Merepotkan! Ligustrum china (pexels.com/Anna Holodna)

Ligustrum china (Ligustrum sinense) merupakan contoh lain dari tanaman yang bisa merusak ekosistem alami. Tanaman ini sering dipakai sebagai pagar hidup karena daunnya yang hijau sepanjang tahun dan kemampuannya untuk tumbuh dengan cepat. Namun, saat tumbuh di luar habitatnya, Ligustrum china dapat menjadi invasif dan mengganggu ekosistem alami.

Tanaman ini mempunyai kemampuan untuk menyebar dengan cepat melalui biji dan akar yang menjalar. Mereka bisa tumbuh dengan mudah untuk menutupi area yang luas, menekan pertumbuhan tanaman, serta keanekaragaman hayati yang asli. Selain itu, Ligustrum china juga dapat mengubah struktur tanah dan ketersediaan nutrisi yang bisa mengganggu ekosistem yang sudah mapan.

Untuk mengatasi masalah invasif tanaman ini tentu diperlukan tindakan pengendalian yang tepat. Caranya meliputi pemangkasan secara teratur, penanaman kembali dengan tanaman yang gak invasif, atau penggunaan herbisida yang aman dan terkendali.

Penting untuk memperhatikan penyebaran tanaman invasif seperti Ligustrum china untuk menjaga keseimbangan ekosistem alami yang sensitif, ya. 

Baca Juga: 7 Tanaman Termahal tahun 2024, Bunga Wijaya Kusuma Posisi Pertama

3. Honeysuckle jepang

5 Tanaman yang Dapat Merusak Ekosistem Alami Taman, Merepotkan! tanaman dan bunga Honeysuckle jepang (pixabay.com/Dieter444)

Honeysuckle jepang (Lonicera japonica) adalah tanaman merambat yang sering digunakan untuk keindahan dan harum bunganya. Namun, tanaman ini juga dapat menjadi ancaman bagi ekosistem alami.

Honeysuckle jepang cenderung tumbuh dengan cepat dan menyebar secara agresif, mengambil alih area tumbuhnya, dan mencekik tanaman lain yang ada di sekitarnya, lho.

Keberadaan Honeysuckle jepang yang invasif tentu bisa mengganggu keseimbangan ekosistem alami. Mereka dapat menekan pertumbuhan tanaman asli, mengurangi keanekaragaman hayati, dan mengganggu pola migrasi hewan. Di samping itu, tanaman ini juga dapat mengubah struktur tanah dan ketersediaan nutrisi serta mengubah ekosistem yang sudah mapan.

4. Kudzu (Pueraria montana)

5 Tanaman yang Dapat Merusak Ekosistem Alami Taman, Merepotkan! bunga kudzu (pixabay.com/mariastone)

Kudzu (Pueraria montana) adalah tanaman invasif yang memiliki reputasi sebagai "pohon anggur yang memakan Selatan" karena kemampuannya untuk tumbuh dengan cepat dan menutupi tanaman lain. Asalnya dari Asia, kudzu diperkenalkan ke Amerika Utara pada awal abad ke-20 sebagai tanaman penutup tanah dan untuk mengendalikan erosi tanah.

Namun, kudzu dengan cepat melampaui tujuan awalnya dan menjadi masalah serius bagi ekosistem alami di banyak wilayah. Tanaman ini tumbuh dengan cepat yakni bisa tumbuh mencapai 30 cm per hari dan menutupi area yang luas dengan daunnya yang lebat, yang menyebabkan tanaman asli kesulitan untuk berkembang.

Tanaman ini juga memiliki kemampuan untuk mematikan tanaman di bawahnya dengan menghalangi sinar matahari dan mencekik tanaman asli. Selain itu, sistem akarnya yang kuat dapat merusak struktur tanah dan menyebabkan erosi yang lebih parah.

Untuk mengendalikan kudzu, diperlukan tindakan yang hati-hati dan terencana seperti pemangkasan reguler, penggunaan herbisida yang tepat, dan upaya pemulihan tanaman asli yang telah terganggu oleh kudzu. Penting untuk memantau dan mengendalikan penyebaran kudzu untuk menjaga kelestarian ekosistem alami, nih.

5. English ivy (Hedera helix)

5 Tanaman yang Dapat Merusak Ekosistem Alami Taman, Merepotkan! English ivy (pexels.com/ Lum3n)

English ivy (Hedera helix) adalah tanaman merambat yang sering digunakan untuk menutupi dinding atau tanah kosong karena kemampuannya untuk tumbuh dengan cepat dan memiliki tampilan yang menarik. Namun, tanaman ini juga bisa menjadi ancaman bagi ekosistem alami kalau gak dikendalikan dengan baik.

English ivy mempunyai kemampuan untuk menyebar dengan cepat dan dapat dengan mudah memanjat pohon-pohon di sekitarnya. Ketika tanaman ini melilit pohon, mereka dapat menyebabkan matinya dengan cara yang mirip dengan kudzu, yakni menutupi daun pohon yang membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis.

Selain itu, mereka juga dapat mengubah struktur habitat alami dengan merusak tanah dan mengganggu rantai makanan lokal. Keberadaannya yang invasif dapat mengurangi keanekaragaman hayati dan mempengaruhi ekosistem secara keseluruhan.

Dalam memilih tanaman hias untuk taman, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan tanaman tersebut dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Kalau memang gak mempunyai cukup waktu untuk mengatur mereka, sebaiknya hindari beberapa tanaman hias tersebut untuk dijadikan koleksi taman, ya. 

 

 

Baca Juga: Tak Hanya Menawan, 5 Tanaman Hias Ini juga Ampuh Usir Nyamuk!  

Lathiva R. Faisol Photo Verified Writer Lathiva R. Faisol

Senang membaca dan menulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya