5 Fakta Sitorai Mokhi Khosa, Istana Musim Panas Emir Bukhara

- Sitorai Mokhi Khosa dulunya merupakan istana musim panas para Emir Bukhara, berlokasi di luar pusat kota dan menjadi tempat peristirahatan serta pertemuan resmi kerajaan.
- Istana ini dibangun antara tahun 1912–1918 pada masa Emir Mir Sayyid Alim Khan, hasil kolaborasi pengrajin lokal Bukhara dan insinyur Rusia yang menciptakan desain megah nan modern.
- Kini Sitorai Mokhi Khosa berfungsi sebagai museum budaya yang menampilkan koleksi seni, pakaian kerajaan, dan artefak sejarah yang menggambarkan kehidupan bangsawan Bukhara.
Kota Bukhara di Uzbekistan dikenal sebagai salah satu kota bersejarah yang penting di kawasan Asia Tengah. Kota ini memiliki banyak bangunan bersejarah yang berasal dari masa kejayaan kerajaan dan jalur perdagangan kuno. Di antara berbagai situs tersebut, terdapat sebuah istana megah bernama Sitorai Mokhi Khosa yang memiliki kisah sejarah menarik.
Istana ini dahulu digunakan sebagai tempat peristirahatan musim panas bagi para Emir Bukhara. Lokasinya berada beberapa kilometer di luar pusat kota sehingga menawarkan suasana yang lebih tenang dan sejuk dibandingkan kawasan istana di alam kota. Hingga sekarang, kompleks istana tersebut masih menjadi salah satu destinasi sejarah yang populer di Bukhara.
1. Kediaman musim panas para emir bukhara

Sitorai Mokhi Khosa dikenal sebagai kediaman musim panas bagi para penguasa Bukhara pada masa lalu. Dilansir Advantour, istana ini digunakan oleh para emir untuk beristirahat dari panasnya kota serta menikmati lingkungan yang lebih nyaman. Area istana juga sering dimanfaatkan untuk menerima tamu penting atau mengadakan pertemuan resmi kerajaan.
Kompleks istana ini dikelilingi oleh taman luas, kolam, dan bangunan tambahan yang mendukung kehidupan istana. Lingkungan tersebut dirancang agar memberikan suasana sejuk bagi para penghuni istana selama musim panas. Hal ini membuat Sitorai Mokhi Khosa menjadi salah satu tempat tinggal paling nyaman bagi Emir Bukhara pada masanya.
2. Dibangun pada awal abad ke-20

Bangunan utama istana yang masih berdiri hingga sekarang dibangun pada awal abad ke-20. Dilansir Eurasia.Travel, pembangunan tersebut berlangsung antara tahun 1912 hingga 1918. Istana ini didirikan pada masa pemerintahan Emir terakhir Bukhara, yaitu Mir Sayyid Alim Khan.
Dalam proses pembangunannya, banyak pengrajin lokal dari Bukhara yang terlibat. Mereka bekerja sama para insinyur Rusia untuk menciptakan bangunan yang megah sekaligus modern pada masa itu. Kerja sama ini menghasilkan kompleks istana yang memiliki desain unik dan berbeda dari istana tradisional lainnya di kawasan Asia Tengah.
3. Perpaduan arsitektur timur dan eropa

Salah satu hal yang membuat Sitorai Mokhi Khosa menarik adalah gaya arsitekturnya yang unik. Istana ini memadukan unsur arsitektur tradisional Asia Tengah dan pengaruh gaya Eropa. Kombinasi tersebut menciptakan tampilan bangunan yang berbeda dari kebanyakan istana di wilayah tersebut.
Dilansir uzbekistan.travel, beberapa bagian bangunan memperlihatkan pengaruh arsitektur Rusia dan Eropa yang cukup kuat. Sementara itu, dekorasi interiornya tetap mempertahankan ornamen khas Bukhara yang kaya detail. Perpaduan gaya ini mencerminkan hubungan budaya dan politik antara Bukhara dan Rusia pada masa itu.
4. Interior istana yang sangat mewah

Interior istana dikenal sangat mewah dan penuh dekorasi artistik. Banyak ruangan dihiasi dengan cermin besar, ukiran gips, serta lampu kristal yang elegan. Hiasan tersebut menunjukkan tingkat kemewahan kehidupan istana pada masa pemerintahan Emir Bukhara.
Salah satu ruangan paling terkenal di kompleks ini adalah White Hall. Dilansir Advantour, ruangan ini dihiasi ornamen halus yang memantulkan cahaya sehingga menciptakan tampilan interior yang sangat indah. Keindahan ruangan tersebut sering dianggap sebagai salah satu contoh terbaik seni dekoratif di Bukhara.
5. Kini menjadi museum budaya

Setelah kekuasaan Emir Bukhara berakhir pada awal abad ke-20, fungsi istana ini berubah. Bangunan tersebut kemudian dijadikan museum yang menampilkan berbagai koleksi seni dan budaya dari wilayah Bukhara. Perubahan ini membuat kompleks istana tetap terjaga hingga sekarang.
Dilansir Bukhara Museum Online, museum di kompleks istana menampilkan berbagai benda bersejarah seperti pakaian kerajaan, perhiasan, tekstil, dan keramik tradisional. Koleksi tersebut memberikan gambaran mengenai kehidupan bangsawan serta budaya masyarakat Bukhara pada masa lalu. Oleh karena itu, tempat ini tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga bagi peneliti sejarah dan budaya.
Sitorai Mokhi Khosa merupakan salah satu peninggalan sejarah penting yang menggambarkan kemewahan kehidupan istana di Bukhara pada masa lalu. Arsitektur yang unik serta nilai budaya yang tinggi menjadikan tempat ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Hingga saat ini, istana tersebut tetap menjadi salah satu destinasi bersejarah yang menarik untuk dipelajari maupun dikunjungi di Uzbekistan.




![[QUIZ] Jika Seandainya Jadi Kucing, Kamu Jadi Ras Kucing Apa?](https://image.idntimes.com/post/20250603/1000323408-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-e4a61ab50e6059a2d74e47fb653694b3.jpg)













