5 Fakta Chand Baori, Sumur Kuno India yang Dibangun pada Abad ke 8

- Chand Baori di Rajasthan adalah sumur bertangga abad ke-8 dengan 3.500 anak tangga dan desain geometris presisi yang tetap kokoh selama lebih dari seribu tahun.
- Selain sebagai penampung air, Chand Baori berfungsi sebagai pusat sosial dan tempat menyejukkan diri, dengan suhu dasar sumur lebih dingin dibanding permukaan.
- Struktur ini mencerminkan tradisi konservasi air kuno India serta menjadi lokasi ikonik untuk syuting film Hollywood dan Bollywood karena arsitekturnya yang megah.
Chand Baori berdiri sebagai salah satu struktur sumur bertangga (stepwell) terbesar, terdalam, dan tertua yang masih terjaga dengan sangat baik di India. Terletak di desa Abhaneri, Rajasthan, situs ini menampilkan desain geometris yang sangat presisi dengan ribuan anak tangga yang tersusun rapi hingga mencapai dasar sumur yang dalam.
Struktur ini dibangun sebagai solusi teknis untuk mengatasi ketersediaan air di wilayah gurun yang gersang dan memiliki curah hujan rendah. Mari kita bedah fakta-fakta teknis di balik pembangunan sumur kuno ini yang membuatnya tetap berfungsi dan stabil secara struktural selama lebih dari seribu tahun tanpa mengalami kerusakan berarti.
1. Evolusi arsitektur dari zaman Hindu hingga Mughal

Pembangunan awal Chand Baori diyakini dimulai pada abad ke-8 dan dinamai sesuai dengan penguasa lokal saat itu, Raja Chanda. Dilansir laman History Hit, pada masa awal pembangunannya, sebuah istana berdiri mengelilingi bagian atas situs ini, meskipun ruangan-ruangan tersebut masih ada hingga sekarang, area tersebut sudah tidak dapat diakses oleh pengunjung umum demi alasan pelestarian.
Yang menarik, struktur yang kita lihat sekarang merupakan perpaduan dua era besar. Pada abad ke-18, Kesultanan Mughal melakukan perluasan dengan menambahkan arkade atau lorong berkolom di sekeliling bagian atas sumur, lengkap dengan berbagai fitur arsitektur khas Islam. Meskipun ada penambahan elemen di bagian atas, struktur utama sumur bertangga di bagian dalam tetap mempertahankan bentuk aslinya sejak abad ke-8.
2. Punya fungsi ganda sebagai penampung air dan pusat sosial

Sumur bertangga di India didesain secara khusus agar masyarakat bisa mengakses air sepanjang tahun, tidak peduli seberapa tinggi atau rendah permukaan air di dalamnya. Masih dari laman History Hit, meski fungsi utamanya sangat praktis (utilitarian), banyak sumur bertangga seperti Chand Baori yang juga berfungsi sebagai kuil atau tempat dengan hiasan arsitektur yang sangat mewah dan detail.
Hingga saat ini, lokasi ini masih menjadi tempat favorit untuk mencari ketenangan dari cuaca panas yang menyengat. Suhu di bagian dasar sumur biasanya 5 hingga 6 derajat Celcius lebih dingin dibandingkan suhu di permukaan tanah. Hal ini membuat Chand Baori tetap populer sebagai titik pertemuan warga untuk sekadar beristirahat atau mendinginkan diri dari teriknya matahari Rajasthan yang ekstrem.
3. Bagian dari tradisi konservasi air kuno India

Konsep sumur bertangga, yang juga dikenal dengan sebutan baoli, baori, atau vav, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai peradaban di India, termasuk Peradaban Lembah Indus. Dilansir laman The Better India, teknik pemanenan air ini telah dicatat dalam teks-teks kuno seperti Arthashashtra karya Chanakya yang membahas irigasi.
Sejarah mencatat berbagai penguasa India membangun sistem serupa, seperti Raja Karikala dari Dinasti Chola yang membangun bendungan kuno Kallanai, hingga Raja Bhoja yang menciptakan danau buatan terbesar di India. Chand Baori merupakan salah satu puncak dari tradisi ini, di mana air hujan dikumpulkan melalui mulut sumur yang besar untuk menjaga ketersediaan air bagi penduduk di wilayah gersang.
4. Rekayasa geometris piramida terbalik

Secara teknis, Chand Baori memiliki kedalaman sekitar 19,8 meter dan dikelilingi oleh beranda berpilar yang kokoh. Masih dari laman The Better India, sumur ini memiliki 3.500 anak tangga yang disusun dalam bentuk "piramida terbalik" dari tiga sisi yaitu timur, barat, dan selatan. Anak tangga berpola zig-zag ini berjalan sejajar dengan pinggiran sumur, menciptakan jalur yang efisien bagi air untuk meresap ke bawah.
Air yang terkumpul di dasar sumur tidak hanya tersimpan secara fisik. Air tersebut juga merembes melalui batuan porus untuk mengisi kembali cadangan air tanah (groundwater recharge), sebuah teknik ekologis yang sangat maju pada masanya untuk menjaga keseimbangan alam di sekitarnya.
5. Pesona sinematik untuk syuting film Hollywood dan Bollywood

Arsitektur Chand Baori yang unik dan megah telah menarik perhatian sutradara film kelas dunia untuk menjadikannya latar cerita yang misterius. Dilansir laman Times of India, sumur ini muncul dalam salah satu adegan paling ikonik di film Hollywood, The Dark Knight Rises, di mana tangga simetrisnya digambarkan sebagai penjara lubang yang dalam dan menantang.
Tidak hanya di Hollywood, keindahan sumur ini juga menghiasi berbagai layar lebar Bollywood seperti dalam film Paheli dan film horor-komedi populer Bhool Bhulaiyaa. Atmosfer situs yang terasa kuno dan sedikit sunyi memberikan lapisan misteri yang sempurna bagi narasi film, sehingga Chand Baori menjadi peninggalan sejarah yang sekaligus berfungsi sebagai panggung visual yang mendunia hingga saat ini.
Chand Baori mencerminkan kecanggihan rekayasa masyarakat India kuno dalam mengelola sumber daya air di wilayah lahan kering yang penuh tantangan. Rancangan arsitekturnya yang sangat terencana membuat bangunan ini mampu menopang kebutuhan air masyarakat sekaligus bertahan secara struktural hingga berabad-abad lamanya.












![[QUIZ] Tebak Ular Mana yang Berbisa? Cek Pengetahuanmu Disini!](https://image.idntimes.com/post/20250423/xenochrophis-flavipunctatus-common-keelback-kaeng-krachan-district-phetchaburi-35170337062-df50788dcc3c7a7a2e797148af184b7b-d99830666b1cf9760287e756404456d8.jpg)





