Comscore Tracker

5 Alasan Ilmiah Mengapa Gurita Bisa Termasuk Hewan yang Berbahaya

Selalu berhati-hati saat berada di laut lepas, ya

Siapa yang tak mengenal gurita? Hewan yang termasuk dalam kategori moluska ini cukup populer dan bahkan sering dijadikan sebagai bahan makanan dalam membuat sesuatu. Hewan ini memiliki habitat utama di karang-karang yang ada di kawasan samudera. Menelisik pada bentuk fisik gurita, memang area tubuhnya lembut dan seakan tak memiliki tulang, serta lengkap dengan tentakelnya yang panjang.

Meskipun mungkin hewan ini cukup sering dikonsumsi dan mudah untuk ditemukan di laut, namun tak dapat dikatakan bahwa gurita adalah hewan yang aman. Layaknya hewan-hewan lain di lautan, gurita juga memiliki kemungkinan untuk bersikap agresif hingga membahayakan manusia. Untuk itu terdapat beberapa alasan ilmiah berikut ini yang dapat membuat gurita seakan dikenal sebagai hewan yang berbahaya bagi manusia.

1. Spesies gurita cincin biru memiliki ancaman bagi manusia

5 Alasan Ilmiah Mengapa Gurita Bisa Termasuk Hewan yang Berbahayailustrasi gurita cincin biru (divescotty.com)

Banyak orang yang mungkin sudah familier dengan gurita, apalagi dengan mengolahnya menjadi beragam sajian lezat yang memanjakan lidah. Namun, ternyata tak semua jenis gurita aman untuk dikonsumsi, sebab beberapa di antaranya justru termasuk hewan berbahaya. Salah satunya adalah gurita cincin biru yang memiliki bentuk fisik unik yaitu corak lingkaran biru yang ada di sekitar area tubuhnya. Gurita jenis ini cukup banyak mendiami kolam-kolam kecil di lautan dan tersebar luas di sekitar terumbuh karang yang ada di Samudera Pasifik hingga Samudera Hindia.

Melansir Khaosod English, spesies gurita cincin biru dikenal sebagai hewan beracun yang ada di lautan, bahkan sengatan atau gigitannya saja bisa berakibat fatal pada tubuh manusia. Hal ini membuat banyak orang harus ekstra berhati-hati saat berada di lautan dengan tetap memperhatikan keamanan dan jangan sembarangan dalam memegang sesuatu.

2. Tentakelnya yang lengket dan banyak

5 Alasan Ilmiah Mengapa Gurita Bisa Termasuk Hewan yang Berbahayailustrasi tentakel gurita (unsplash.com/@serenarepice)

Salah satu karakteristik unik yang dimiliki oleh gurita secara fisik adalah tentakelnya yang banyak dan cenderung lengket. Biasanya seiring bertambahnya bobot gurita, maka ukuran dan kekuatan tentakelnya juga akan turut bertambah. Hal ini bisa menjadi ancaman serius bila manusia menyepelekan hal tersebut.

Gurita memiliki tentakel yang memang biasanya digunakan untuk menangkap ikan, namun bisa pula menyebabkan rasa sakit jika mengenai manusia, seperti yang dilansir dari Ocean Syrup. Hal ini membuat manusia tentunya harus berhati-hati dengan keberadaan dari tentakel gurita, apalagi jika gurita tersebut memiliki racun yang terdapat pada area tentakelnya.

Baca Juga: 7 Fakta Gurita Pasifik Raksasa, Spesies Gurita Terbesar yang Cerdas

3. Termasuk hewan dasar laut yang misterius

5 Alasan Ilmiah Mengapa Gurita Bisa Termasuk Hewan yang Berbahayailustrasi gurita (unsplash.com/@isagalvezphoto)

Memang ada banyak sekali hal-hal yang belum terungkap sebenarnya dari berbagai makhluk yang ada di area dasar laut. Hal ini semakin sulit sebab semakin dalam suatu laut, maka tekanan semakin besar dan bahkan cahaya matahari juga sudah tak dapat lagi menembusnya. Itulah yang membuat kesan misterius dari lautan semakin sangat terasa.

Gurita adalah salah satu makhluk misterius yang juga mendiami area dasar lautan. Hal ini bisa terjadi sebab gurita termasuk hewan yang berbeda dari segi intelegensinya. Mengutip dari Scientific American, gurita memang dapat dikatakan sangat pintar bahkan untuk ukuran otak yang cukup besar bagi hewan seukurannya. Hal ini membuat banyak orang sulit memahami gurita dengan baik dan membuatnya dikenal sebagai hewan yang misterius.

4. Bisa menjadi agresif dalam situasi tertentu

5 Alasan Ilmiah Mengapa Gurita Bisa Termasuk Hewan yang Berbahayailustrasi gurita (unsplash.com/@tchompalov)

Mungkin banyak orang yang tak akan menyangka bahwa gurita adalah hewan yang berbahaya. Bahkan memang kebanyakan gurita bahkan tak akan menyerang manusia sebab dikenal sebagai salah satu hewan yang lembut. Namun, hal ini bukan berarti berlaku pada setiap situasi, apalagi jika kamu belum mengenal seluk beluk lautan dengan baik.

Gurita memang tak akan secara sengaja menyerang manusia, namun mereka akan menyerang dan bertindak agresif apabila merasa diganggu atau berada dalam situasi berbahaya, seperti yang dikutip dari Live Science. Itulah yang membuat manusia juga harus berhati-hati apabila ingin mendekati gurita, sebab bisa saja gurita juga menganggap hal tersebut sebagai bentuk ancaman bagi mereka.

5. Acaman gurita raksasa yang berbahaya

5 Alasan Ilmiah Mengapa Gurita Bisa Termasuk Hewan yang Berbahayailustrasi gurita (unsplash.com/@obkim)

Beberapa orang mungkin sudah pernah mendengar desas desus mengenai gurita raksasa yang berada di dasar laut terdalam. Hal ini memang terdengar seperti kisah mitologi, namun bisa juga ternyata merupakan sesuatu yang nyata, sebab dari luasnya lautan yang ada di bumi, ternyata baru lima persen saja berhasil dieksplorasi oleh manusia. Hal ini membuat banyak sisi-sisi tersembunyi dari lautan belum terungkap.

Terlepas dari desas-desus tersebut, ternyata ada pula gurita yang cukup sering ditemui dan memiliki bobot yang besar. Gurita pasifik raksasa termasuk ke dalam salah satu jenis gurita terbesar dengan panjang tubuh sekitar 30 kaki dan berat mencapai 272 kilogram, seperti yang dilansir dari National Geographic. Membayangkannya saja tentu terasa menakutkan, apalagi jika sampai melihat langsung di lautan luas, tentu bisa cukup berbahaya.

Setiap hewan yang terlihat lembut dan tak berbahaya bukan berarti aman untuk didekati. Manusia tetap harus menjaga jarak untuk memastikan keamanan tetap terjaga dengan baik. Jangan coba-coba sembarangan mengusik hewan seperti gurita, ya!

Baca Juga: 7 Fakta tentang Gurita yang Jarang Diketahui, Punya Tiga Jantung!

Salsabila Manlan Photo Verified Writer Salsabila Manlan

Jangan bosan menebarkan ilmu baru pada sesama!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya