4 Hewan yang Bisa Pura-pura Mati untuk Mengelabui Musuh

- Oposum memiliki kemampuan berpura-pura mati dengan tubuh kaku dan aroma menyengat untuk mengelabui predator.
- Ular hognose menipu predator dengan menggulingkan tubuh, membuka mulut, dan menjulurkan lidah seolah sudah mati.
- Laba-laba serigala berhenti bergerak sepenuhnya untuk membuat predator mengira bahwa mereka sudah mati atau tidak lagi menjadi ancaman.
Di alam liar, kemampuan bertahan hidup bukan hanya bergantung pada kekuatan fisik, namun juga kecerdikan dalam menghadapi setiap ancaman. Salah satu strategi unik yang dimiliki sejumlah hewan adalah berpura-pura mati untuk bisa mengelabui musuhnya
Perilaku yang ada ternyata dikenal sebagai thanatosis, yaitu kondisi di mana hewan sengaja menghentikan gerakan dan menurunkan respon tubuhnya. Ada beberapa hewan berikut ini yang memiliki strategi berpura-pura mati untuk bisa mengelabui musuhnya secara efektif.
1. Oposum

Oposum merupakan hewan yang paling dikenal dengan kemampuannya berpura-pura mati ketika menghadapi serangan predator. Pada saat merasa terancam, maka tubuh oposum akan berubah kaku, matanya terbuka tanpa reaksi, hingga napasnya melambat, sehingga terlihat seperti bangkai.
Oposum karena mengeluarkan bau menyengat yang menyerupai hewan mati sebagai bagian penting dari mekanisme pertahanan dirinya. Kombinasi antara kondisi tubuh dan aroma tersebut seolah membuat predator kehilangan minat dan cenderung meninggalkannya.
2. Ular hognose
Ular hognose ternyata memiliki cara yang cukup ekstrem dalam berpura-pura mati untuk bisa menipu predatornya. Hewan ini akan menggulingkan tubuhnya, membuka mulut dan menjulurkan lidah seolah-olah sudah kehilangan nyawa.
Satu hal menarik adalah jika tubuhnya dibalik oleh predator, maka ular hognose akan kembali memposisikan dirinya seperti telentang. Perilaku ini seolah dapat memperkuat ilusi sebagai bangkai yang tidak menarik untuk dimangsa oleh predator.
3. Laba-laba serigala
Laba-laba serigala kerap memanfaatkan strategi berpura-pura mati pada saat menghadapi ancaman dari predator yang ukurannya jauh lebih besar. Hewan ini akan berhenti bergerak sepenuhnya dan cenderung menjatuhkan diri ke permukaan tanah.
Sikap diam seolah membuat predator mengira bahwa laba-laba sudah mati atau tidak lagi menjadi ancamannya. Setelah situasi dirasa aman, maka laba-laba serigala akan kembali bergerak dan berusaha melarikan diri.
4. Burung puyuh

Burung puyuh dikenal mampu berpura-pura mati sebagai bentuk dari pertahanan dirinya, terutama ketika diserang predator darat. Burung ini akan menjatuhkan tubuhnya ke tanah dan tidak menunjukkan respons apa pun.
Perilaku yang ada sering membuat pidato kehilangan fokus dan cenderung lengah. Pada saat musuh menjauh, maka burung puyuh akan segera memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri dengan sangat cepat.
Kemampuan berpura-pura mati membuktikan bahwa strategi bertahan hidup di alam tidak selalu mengandalkan pada kekuatan. Dengan memanfaatkan perilaku sederhana yang efektif, maka hewan-hewan ini mampu mengelabui musuh secara natural. Mereka pun bisa tetap hidup di tengah lingkungan yang penuh ancaman.


















