Seperti Apa Hubungan Donald Trump dengan Jeffrey Epstein?

- Donald Trump mengakui hubungannya dengan Jeffrey Epstein sejak lama
- Donald Trump dan Jeffrey Epstein memiliki banyak kesamaan, termasuk ketertarikan pada perempuan muda dan properti mewah
- Donald Trump mengaku hubungannya dengan Jeffrey Epstein merenggang sejak tahun 2004
Kejahatan Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell bikin heboh jagat maya di awal-awal pengungkapannya. Bahkan beritanya sempat menjadi berita utama dalam beberapa tahun terakhir. Epstein, yang dihukum karena kejahatan seksual, meninggal dunia saat menghadapi tuduhan perdagangan seks. Sementara itu, Maxwell dijatuhi hukuman penjara 20 tahun untuk kejahatan yang sama.
Reporter Miami Herald, Julie K. Brown, mengidentifikasi 80 perempuan muda dan gadis di bawah umur yang sekarang diidentifikasi sebagai korban pelecehan seksual dan perdagangan seks dalam investigasi tahun 2006. Jeffrey Epstein sendiri didakwa karena melakukan perdagangan seks dari anak di bawah umur. Namun, yang membuat kasus ini diperbincangkan di media sosial dan forum internet adalah kedekatan keduanya dengan beberapa tokoh paling berpengaruh di dunia, seperti mantan presiden Bill Clinton dan Donald Trump.
Hubungan Donald Trump dengan Jeffrey Epstein sebenarnya sudah diketahui sejak lama. Namun, hubungan mereka menjadi sorotan pada tahun 2019, setelah penangkapan Epstein atas tuduhan perdagangan seks, rekaman video yang menunjukkan keduanya tertawa dan berpesta dengan perempuan di sebuah acara pada tahun 1992. Nah, pada tahun 2024, dokumen yang dibuka dari gugatan perdata tahun 2015 yang diajukan oleh Virginia Giuffre, penuduh Epstein, kembali menyebut nama Donald Trump, meskipun Trump tidak langsung dituduh melakukan kesalahan. Beberapa foto Donald Trump dan Jeffrey Epstein juga sudah lama dipublikasikan. Banyak yang menduga kalau kedua laki-laki kaya raya itu berteman selama bertahun-tahun.
Jeffrey Epstein kembali viral pada akhir 2025 hingga awal 2026 ini karena Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis jutaan dokumen rahasia tentang kasusnya di masa lalu. Nah, nama Donald Trump kembali mencuat ketika dokumen tersebut mengungkapkan dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan Donald Trump. Nah, bagaimana sebenarnya hubungan Donald Trump dengan Jeffrey Epstein di masa lampau?
1. Donald Trump mengakui kepada media bahwa ia berteman sejak lama dengan Jeffrey Epstein

Bahwa Donald Trump dan Jeffrey Epstein memiliki hubungan dekat yang berlangsung selama bertahun-tahun dibuktikan oleh profil tentang Donald Trump yang diterbitkan di New York Magazine pada tahun 2002. Profil tersebut rasanya juga tidak nyaman untuk dibaca saat ini karena sanjungan Donald Trump yang berlebihan terhadap koneksinya dengan para elit, serta pengakuannya bahwa Jeffrey Epstein suka berpesta dengan para perempuan.
Gaya hidupnya yang suka berpesta tersebut dikenang Donald Trump. Bahkan, Trump memuji Jeffrey Epstein kala itu. "Saya mengenal Jeff selama 15 tahun. Pria yang hebat. Dia sangat menyenangkan untuk diajak bergaul."
Namun, Donald Trump juga mengungkapkan mengenai pelecehan seksual yang dilakukan Jeffrey Epstein, terutama yang melibatkan anak di bawah umur. Trump bilang, "Bahkan dia menyukai perempuan cantik sama seperti saya, dan banyak dari mereka yang masih muda. Tidak diragukan lagi, Jeffrey menikmati kehidupan sosialnya."
2. Donald Trump dan Jeffrey Epstein punya banyak kesamaan

Donald Trump dan Jeffrey Epstein bertemu pada akhir tahun 1980-an. Selain sama-sama menyukai perempuan muda, mereka ternyata punya banyak kesamaan, lho. Keduanya adalah orang kaya dan berpengaruh yang terkenal di kalangan sosial kelas atas di Palm Beach, Florida, dan New York.
Menurut sebuah laporan yang diterbitkan The Washington Post, Donald Trump dan Jeffrey Epstein sering terbang bersama menggunakan jet pribadi. Mereka melakukan perjalanan dari Mar-a-Lago ke Manhattan, nongkrong bareng di rumah masing-masing, dan menghadiri acara yang sama.
Sebuah pengakuan dari narasumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada The Washington Post, "Mereka sangat dekat. Mereka saling mendukung satu sama lain." Namun, kesamaan lain yang mereka miliki adalah ketertarikan pada properti mewah, yang mungkin menjadi penyebab berakhirnya persahabatan mereka.
3. Donald Trump mengaku hubungannya dengan Jeffrey Epstein merenggang sejak tahun 2004

Jeffrey Epstein adalah salah satu pelaku kejahatan seksual paling terkenal dalam beberapa tahun terakhir. Jadi tidak teralu kaget jika Donald Trump—yang masih menjabat sebagai presiden Amerika Serikat pada saat penangkapan Epstein atas tuduhan perdagangan seks—mencoba menjauhkan diri dari mantan temannya itu.
Saat ditanya dalam konferensi pers Gedung Putih tentang persahabatannya dengan Jeffrey Epstein, Donald Trump mengklaim bahwa hubungannya dengan pengusaha itu tidak dekat sama sekali. Dalam cuplikan dari wawancara tahun 2019, Trump menyatakan bahwa ia dan Epstein berselisih sekitar 15 tahun yang lalu. Jadi, Trump bilang kalau pertemanannya sudah berakhir sekitar tahun 2004.
"Saya bukan penggemarnya," pungkas Donald Trump, meskipun Trump pernah memujinya. Meskipun Trump tidak memberikan alasan detailnya, The Washington Post melaporkan pada tahun 2019 bahwa memang terjadi perselisihan di antara keduanya. Saat ingin membeli rumah mewah di tepi laut yang sama di Palm Beach, terjadi penipuan dan persaingan untuk mendapatkannya. Setelah terjadinya penawaran yang sengit, Trump berhasil mendapatkan properti tersebut.
Namun, seperti yang dilaporkan Business Insider pada Maret 2023, saudara laki-laki Jeffrey Epstein, Mark, menyatakan bahwa Epstein-lah yang menjauhkan diri dari Trump. Mark mengatakan kepada media tersebut bahwa Trump adalah seorang penipu.
Di sisi lain, buku The Grifter's Club: Trump, Mar-a-Lago, and the Selling of the Presidency, yang ditulis oleh jurnalis Miami Herald, mengungkapkan bahwa Donald Trump melarang Jeffrey Epstein mengunjungi resor Mar-a-Lago miliknya pada tahun 2007. Pasalnya, Jeffrey Epstein diduga menggoda seorang remaja dari anggota klub di resor tersebut.
Dokumen yang baru-baru ini tersebar ke publik tentang kasus kejahatan mendiang Jeffrey Epstein rupanya kembali viral. Banyak netizen yang dengan mudahnya mengakses dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DoJ) tersebut. Apalagi nama Presiden Donald Trump disebutkan lebih dari 1.000 kali dalam 3 juta dokumen Jeffrey Epstein yang dirilis Jumat (30/1/2026).
Donald Trump sendiri terus mengelak terkait keterlibatan namanya yang sering disebut-sebut. Hal ini ia ungkapkan dalam unggahan Truth Social-nya pada 26 Desember 2025. Trump meminta agar Departemen Kehakiman AS lebih fokus untuk merilis nama-nama dari partai Demokrat yang disebutkan dalam berkas tersebut dan melupakan masalah itu, terutama yang menyeret namanya.
"Kapan mereka akan mengatakan CUKUP, dan mulai menangani kecurangan pemilu, dll.?" tulis Trump. "Partai Demokratlah yang bekerja sama dengan Epstein, bukan Partai Republik. Ungkap semua nama mereka, permalukan mereka, dan kembalilah membantu negara kita! Kaum Kiri Radikal tidak ingin orang membicarakan TRUMP & KEBERHASILAN PARTAI REPUBLIK, hanya Jeffrey Epstein yang sudah lama meninggal. Hanya perburuan penyihir lainnya!!!"


















