Satelit (pexels.com/SpaceX)
Satelit tetap berada di orbit dengan menyeimbangkan kecepatannya dengan gaya gravitasi Bumi. Setelah diluncurkan ke luar angkasa dengan kecepatan tinggi oleh roket yang kuat, satelit bergerak cukup cepat sehingga meskipun gravitasi Bumi terus menariknya ke bawah, satelit tersebut secara efektif terus "melewatkan" Bumi.
Bagi satelit kecepatan adalah hal yang sangat penting, di mana kecepatan satelit sendiri ditentukan oleh jaraknya dari bumi, berikut penjelasannya:
Satelit di LEO, sekitar 160 hingga 2.000 kilometer di atas Bumi, perlu bergerak cepat untuk melawan gaya gravitasi yang kuat pada ketinggian ini. Satelit-satelit ini sering menyelesaikan satu orbit dalam waktu 90 menit.
Satelit ini mengorbit antara 2.000 hingga 35.000 kilometer di atas bumi, di mana gravitasi lebih lemah, sehingga mereka dapat bergerak lebih lambat daripada satelit di LEO.
Satelit GEO mengorbit sekitar 35.786 kilometer di atas khatulistiwa Bumi. Satelit ini bergerak dengan kecepatan rotasi yang sama dengan Bumi, sehingga tampak diam relatif terhadap permukaan tanah. Hal ini menjadikannya ideal untuk pemantauan cuaca dan komunikasi berkelanjutan di area yang luas.
Dengan orbit oval yang panjang, satelit HEO menawarkan pandangan yang lebih luas di wilayah tertentu, sehingga sangat berharga untuk kebutuhan komunikasi khusus, terutama di lintang tinggi.