Pesawat Orion adalah wahana antariksa terbaru milik NASA yang dirancang untuk membawa manusia menjelajah lebih jauh ke luar angkasa, bahkan hingga misi ke Bulan dan Mars pada masa depan. Berbeda dari pesawat luar angkasa sebelumnya seperti Apollo program, Orion mampu menampung hingga enam astronaut dalam satu misi. Selain berfungsi sebagai alat transportasi, Orion juga dilengkapi sistem keselamatan canggih, termasuk kemampuan abort darurat, dukungan kehidupan bagi kru, hingga memastikan mereka bisa kembali ke Bumi dengan aman setelah misi selesai.
Untuk mendukung misi jarak jauh, Orion dibekali teknologi yang jauh lebih modern, mulai dari komputer, sistem navigasi, komunikasi, hingga perlindungan radiasi. Salah satu fitur terpentingnya adalah heat shield (pelindung panas) berukuran besar yang mampu menahan suhu ekstrem saat memasuki atmosfer Bumi. Pesawat ini juga sudah melalui uji coba penting, termasuk penerbangan perdana pada 5 Desember 2014 menggunakan roket Delta IV Heavy guna memastikan semua sistemnya aman sebelum digunakan untuk membawa manusia.
Jadi, seberapa cepat pesawat Orion memang jadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan misinya, terutama saat kembali ke Bumi. Kecepatan tinggi tersebut diimbangi dengan teknologi canggih agar tetap aman.
Seberapa cepat pesawat Orion saat kembali ke Bumi? | Sekitar 40.000 km/jam saat memasuki atmosfer. |
Apakah kecepatan Orion berbahaya? | Bisa berbahaya jika tidak dikontrol, tapi Orion dilengkapi teknologi untuk mengatur kecepatan dengan aman. |
Apakah Orion lebih cepat dari pesawat biasa? | Iya, jauh lebih cepat. Kecepatannya puluhan ribu km/jam, sedangkan pesawat komersial hanya sekitar 800–900 km/jam. |
Referensi
"14 Things You May Not Know About Orion". Lockheed Martin. Diakses April 2026.
"Orion Spacecraft". NASA. Diakses April 2026.
"Orion Spacecraft". European Space Agency. Diakses April 2026.
"Artemis II Has Launched. Here's Everything You Need to Know About This Mission to the Moon". Time. Diakses April 2026.