Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Menarik Cekakak Sungai, Tubuhnya Berwarna Biru

5 Fakta Menarik Cekakak Sungai, Tubuhnya Berwarna Biru
cekakak sungai (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)
Intinya Sih
  • Cekakak sungai adalah burung pemakan ikan berwarna biru muda dan putih dengan 14 subspesies yang tersebar di berbagai wilayah Asia, termasuk Indonesia dan Filipina.
  • Burung ini dikenal sebagai predator cepat dengan paruh besar untuk menangkap ikan, serangga, hingga reptil kecil, serta memiliki warna biru langka di alam.
  • Saat musim kawin, cekakak sungai membuat sarang di lubang pohon dan dapat bereproduksi dua kali setahun, sering dijumpai di area bakau, sawah, hingga pemukiman manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sungai menjadi sumber kehidupan bagi banyak hewan, salah satunya adalah cekakak sungai (Todiramphus chloris). Ia adalah burung kecil pemakan ikan dengan paruh besar. Burung tersebut juga tampil menawan dengan perpaduan warna biru muda dan putih yang membuatnya mudah dikenali.

Di balik itu, cekakak sungai juga sangat bervariasi, bahkan ia dibagi menjadi banyak subspesies. Saat musim kawin, unggas ini juga akan membuat sarang di lubang pohon. Apa kamu penasaran dengan berbagai fakta menarik cekakak sungai? Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini, yuk.

1. Punya banyak subspesies dengan penyebaran yang berbeda

cekakak sungai
cekakak sungai (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Dilansir Thai National Parks, cekakak sungai terdiri atas 14 subspesies dan masing-masing subspesies memiliki penyebaran yang berbeda. Contohnya, Todiramphus chloris palmeri dapat ditemukan di Pulau Jawa dan Bali. Kemudian, ada Todiramphus chloris azelus yang menghuni Enggao. Ada juga Todiramphus chloris collaris yang hanya bisa dijumpai di wilayah Filipina. Terakhir, ada Todiramphus chloris davisoni dan Todiramphus chloris vidali yang bisa dijumpai di wilayah India.

2. Warna birunya langka dan sangat menawan

cekakak sungai
cekakak sungai (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Panjang maksimal burung ini hanya 29 centimeter dan bobot maksimalnya sekitar 9 gram. Namun, burung ini memiliki dua ciri khas yang membuatnya mudah dikenali. Pertama, ia memiliki tubuh ramping dan kepala yang besar. Paruhnya juga besar, panjang, dan runcing sehingga sangat efektif untuk menangkap ikan. Kolorasinya juga sangat indah dengan perpaduan warna putih dan biru muda. Menariknya, laman The University of Adelaide menjelaskan kalau warna biru merupakan warna terlangka di alam. Jadi, cekakak sungai jadi hewan yang beruntung karena memilikinya.

3. Predator utama ikan dan serangga

cekakak sungai
cekakak sungai (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Dilansir Seaworld, makanan utama burung ini mencakup ikan, kepiting, udang, kadal, cacing, kecebong, serangga, sampai ularDalam berburu, unggas ini mengandalkan dua hal, yaitu kecepatan dan paruhnya yang kuat. Ia akan bertengger di pepohonan sembari mengawasi dan mencari mangsa. Saat mangsa sudah dideteksi, ia akan meluncur dengan cepat.

Sembari meluncur cekakak sungai akan menangkap mangsa dengan paruhnya. Karena besar dan kuat, paruhnya sanggup mencengkeram berbagai jenis mangsa, khususnya hewan berbadan licin seperti ikan dan krustasea. Setelah mangsa sukses dicengkeram, ia akan kembali ke atas pohon dan menikmati hasil buruannya.

4. Membuat sarang di lubang pohon

cekakak sungai
cekakak sungai (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

Laman Avibase menjelaskan kalau cekakak sungai sangat suka bersarang di lubang-lubang pohon. Ia juga tak pilah-pilih lubang karena hewan ini bisa melubangi pohon secara mandiri atau menggunakan lubang pohon hewan lain. Tak seperti burung lain, cekakak sungai tak akan melapisi sarang dengan material tanaman kering seperti dedaunan, kulit kayu, atau ranting pohon.

Sebaliknya, ia hanya menaruh telurnya di dalam sarang tanpa beralaskan apapun. Saat masa reproduksi, individu jantan dan betina akan bekerja sama dalam mengerami dan merawat anak-anaknya. Anakan burung ini akan dirawat selama 44 hari sebelum akhirnya hidup mandiri dan pergi meninggalkan sarang. Terakhir, burung ini mampu bereproduksi sebanyak dua kali dalam setahun.

5. Sering dijumpai di area bakau dan persawahan

cekakak sungai
cekakak sungai (commons.wikimedia.org/Satdeep Gill)

Dilansir Animalia, cekakak sungai bisa dijumpai di berbagai tipe habitat, yaitu sungai, danau, hutan, savana, padang rumput, area pinggir pantai, area bakau, zona intertidal, kebun, dan pertanian. Terkadang burung ini juga hidup di area pemukiman yang padat akan aktivitas manusia. Karena itu, cekakak sungai kerap berinteraksi dengan manusia.

Burung ini tidak berbahaya dan tak merugikan sehingga jarang berkonflik dengan manusia. Cekakak sungai juga merupakan hewan teritorial, bahkan ia tak takut untuk mengusir hewan lain yang dianggap mengganggu. Ia sangat aktif di malam hari, entah untuk mencari makan, berpindah tempat, atau sekadar bertengger.

Berbagai fakta menarik cekakak sungai tersebut membuka wawasanmu tentang kehidupan burung di alam liar. Dari cekakak sungai kita belajar kalau burung punya penyebaran luas, bisa hidup berdampingan dengan manusia, dan sistem reproduksinya juga cukup kompleks. Jadi, tugas kita adalah melestarikan, menjaga, dan hidup berdampingan dengan cekakak sungai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More