Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Kostum Astronot Artemis II Berwarna Oren? Ini Faktanya

Mengapa Kostum Astronot Artemis II Berwarna Oren? Ini Faktanya
para astronaut Artemis II (nasa.gov)
Intinya Sih
  • Misi Artemis II membawa empat astronot mengelilingi Bulan dengan kapsul Orion, memecahkan rekor jarak terjauh manusia dari Bumi sejak era Apollo 13.
  • Warna oranye pada kostum Advanced Crew Escape Suit dipilih untuk visibilitas tinggi agar astronot mudah ditemukan dalam situasi darurat, terutama saat pendaratan di laut.
  • Kostum oranye digunakan saat peluncuran dan pendaratan demi keselamatan, sedangkan kostum putih dipakai untuk aktivitas luar angkasa karena mampu memantulkan panas dan melindungi dari kondisi ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Program NASA kembali mencetak sejarah lewat misi Artemis II yang membawa manusia menjelajah lebih jauh dari Bumi dibanding sebelumnya. Dengan kapsul Orion, empat astronot menjalani penerbangan berawak mengelilingi Bulan hingga melakukan flyby untuk melihat sisi jauh Bulan yang jarang terlihat. Misi ini sekaligus memecahkan rekor legendaris dari Apollo 13 yang bertahan lebih dari 50 tahun.

Namun, di balik pencapaian tersebut, ada satu hal yang mencuri perhatian, yaitu warna kostum astronot berwarna oren mencolok. Banyak yang penasaran, mengapa kostum astronot Artemis II berwarna oren? Faktanya, warna ini dipilih untuk meningkatkan keselamatan karena lebih mudah terlihat dalam situasi darurat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Table of Content

1. Mengapa kostum astronot Artemis II berwarna oren?

1. Mengapa kostum astronot Artemis II berwarna oren?

Warna oranye pada kostum astronot misi Artemis II dipilih bukan tanpa alasan. Menurut Brian Daniel, seorang manajer sistem keselamatan kru di NASA, warna ini sangat efektif untuk kebutuhan visibilitas tinggi, terutama dalam situasi darurat. Warna yang dikenal sebagai International Orange ini mampu terlihat jelas di berbagai kondisi, baik di darat maupun di laut. Dengan begitu, memudahkan tim penyelamat menemukan astronot dengan cepat jika terjadi kecelakaan saat peluncuran atau pendaratan.

Selain itu, risiko pendaratan darurat di laut menjadi faktor penting lainnya. Warna oranye sangat kontras dengan biru laut membuat posisi astronot lebih mudah dideteksi dari jarak jauh, baik oleh tim penyelamat di udara maupun di permukaan. Berkat alasan inilah, warna serupa juga digunakan pada pelampung, rompi keselamatan, hingga berbagai struktur besar yang membutuhkan visibilitas tinggi.

2. Fungsi kostum astronot di misi Artemis II

Fungsi kostum astronot di misi Artemis II
Potret resmi keempat astronot untuk misi Artemis II NASA ke Bulan, yang menampilkan anggota kru Christina Koch, Reid Wiseman, Victor Glover, dan Jeremy Hansen. (commons.wikimedia.org/NASA/ Josh Valcarcel)

Kostum yang digunakan dalam misi ini disebut Advanced Crew Escape Suit (ACES), yaitu pakaian bertekanan yang dirancang untuk melindungi astronot saat fase paling berisiko, seperti peluncuran dan pendaratan. Kostum ini berfungsi seperti “pelindung darurat” yang membantu astronot tetap bertahan hidup jika terjadi kecelakaan. Di dalamnya terdapat suplai oksigen, air minum, serta parasut yang bisa digunakan jika harus melakukan evakuasi di udara.

Selain itu, kostum ini juga dilengkapi berbagai perlengkapan survival seperti radio komunikasi, suar, hingga obat-obatan. Semua fitur ini dirancang agar astronot bisa bertahan sementara waktu hingga bantuan datang. Berbeda dengan kostum untuk berjalan di luar angkasa yang berwarna putih, kostum ACES lebih fokus pada keselamatan di lingkungan Bumi sehingga desain dan warnanya disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

3. Perbedaan kostum astronot oren dan putih

Perbedaan antara kostum astronot oranye dan putih terletak pada fungsi dan kondisi penggunaannya. Kostum oranye yang dikenal sebagai Advanced Crew Escape Suit (ACES) digunakan saat peluncuran dan pendaratan, yaitu fase paling berisiko dalam misi luar angkasa. Warna oranye atau International Orange dipilih karena sangat mencolok dan mudah terlihat, terutama jika terjadi pendaratan darurat di laut. Selain itu, ACES dirancang sebagai perlengkapan keselamatan lengkap, dilengkapi parasut, pelampung otomatis, radio komunikasi, hingga peralatan darurat seperti flare dan obat-obatan.

Sementara itu, kostum putih digunakan saat astronot melakukan aktivitas di luar wahana atau spacewalk yang dikenal sebagai Extravehicular Activity (EVA). Berbeda dengan ACES, kostum ini dirancang untuk bertahan di lingkungan ekstrem luar angkasa yang hampir tanpa udara. Warna putih dipilih karena mampu memantulkan panas Matahari sehingga membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Selain itu, kostum EVA juga dilengkapi sistem kontrol suhu, suplai oksigen, air minum, serta lapisan pelindung yang kuat untuk melindungi astronot dari partikel kecil berbahaya di luar angkasa.

Jadi, mengapa kostum astronot Artemis II berwarna oren bukan sekadar pilihan warna biasa, melainkan bagian penting dari sistem keselamatan yang dirancang untuk melindungi astronot dalam kondisi darurat. Warna ini membantu proses pencarian jadi lebih cepat dan efektif. Semoga penjelasan ini bisa menjawab, ya.

FAQ seputar mengapa kostum astronot Artemis II berwarna oren

Kenapa kostum astronot Artemis II berwarna oren?

Karena warna oranye sangat mencolok dan mudah terlihat, terutama dalam kondisi darurat.

Kenapa tidak pakai warna lain yang terang?

Karena oranye (International Orange) terbukti paling mudah terlihat di berbagai kondisi, terutama di laut.

Apakah warna oranye wajib dipakai semua astronot Artemis II?

Tidak selalu, hanya digunakan pada fase peluncuran dan pendaratan demi keselamatan.

Referensi

"Why Are Astronauts' Spacesuits Orange?". Live Science. Diakses April 2026.
"Artemis II Astronauts Will Wear New Spacesuits. Why Are They Orange?". The Providence Journal. Diakses April 2026.
"Why Astronauts Sometimes Wear Orange Suits & Sometimes White?". Industry Tap. Diakses April 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Science

See More