Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Tanggal Masehi Idul Adha Selalu Maju? Ini Penjelasannya

Kenapa Tanggal Masehi Idul Adha Selalu Maju? Ini Penjelasannya
ilustrasi Idul Adha (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Tanggal Idul Adha selalu maju karena kalender hijriah berbasis peredaran bulan memiliki 354 hari, lebih pendek sekitar 10–11 hari dibanding kalender Masehi.
  • Perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah seperti rukyat dan hisab membuat tanggal Idul Adha bisa berbeda antarnegara maupun antarorganisasi Islam.
  • Pemerintah Indonesia akan menetapkan Idul Adha 1447 H melalui sidang isbat dengan kriteria MABIMS, sementara Muhammadiyah dan NU menggunakan metode masing-masing namun diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Setiap tahun, tanggal Idul Adha selalu berubah jika dilihat dari kalender Masehi. Perayaan hari besar umat Islam ini bahkan bisa jatuh lebih awal sekitar 10 hari dibanding tahun sebelumnya. Hal inilah yang sering membuat banyak orang penasaran dengan alasan di balik pergeseran tanggal tersebut.

Kenapa tanggal Masehi Idul Adha selalu maju? Perbedaan sistem kalender, metode penentuan awal bulan hijriah, hingga pengaruh pengamatan hilal menjadi beberapa faktor yang membuat hari raya ini terus bergeser setiap tahun. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Table of Content

1. Kenapa tanggal Masehi Idul Adha selalu maju?

1. Kenapa tanggal Masehi Idul Adha selalu maju?

Tanggal Idul Adha selalu maju setiap tahun karena kalender Islam menggunakan kalender Hijriah yang berdasarkan peredaran bulan atau lunar. Dalam 1 tahun hijriah, jumlah harinya sekitar 354 hari, lebih pendek 10—11 hari dibanding kalender Masehi yang memakai peredaran matahari. Berkat selisih inilah, tanggal Idul Adha terus bergeser lebih awal setiap tahunnya jika dilihat di kalender Masehi.

Idul Adha sendiri diperingati setiap 10 Dzulhijjah, yaitu bulan terakhir dalam kalender Islam sekaligus momen pelaksanaan ibadah haji. Penentuan tanggalnya juga bisa berbeda di beberapa negara karena metode penetapan awal bulan hijriah tidak selalu sama, ada yang menggunakan rukyat atau pengamatan hilal dan ada juga yang memakai perhitungan astronomi. Namun, perbedaan tersebut tetap berasal dari sistem kalender lunar yang digunakan dalam Islam.

2. Kenapa tanggal Idul Adha bisa berbeda di setiap negara?

Kenapa tanggal Idul Adha bisa berbeda di setiap negara
ilustrasi idul adha (pexels.com/RDNE Stock project)

Perbedaan tanggal Idul Adha di berbagai negara sebenarnya dipengaruhi oleh cara penentuan awal bulan hijriah. Meski sama-sama memakai kalender Islam, setiap negara atau lembaga keagamaan bisa memiliki metode dan keputusan yang berbeda. Berikut beberapa penyebabnya.

  • Perbedaan metode melihat hilal

Beberapa negara menggunakan rukyat lokal atau pengamatan hilal di wilayah masing-masing, seperti Pakistan, India, dan Maroko. Sementara itu, negara seperti Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab sering mengikuti pengumuman regional atau internasional. Perbedaan metode ini membuat Idul Adha bisa jatuh pada tanggal yang berbeda.

  • Pengamatan langsung vs perhitungan astronomi

Sebagian umat Muslim memilih metode tradisional dengan melihat hilal secara langsung dan membutuhkan saksi untuk memastikan kemunculannya. Namun, ada juga yang menggunakan hisab atau perhitungan astronomi untuk memprediksi posisi bulan. Karena pendekatannya berbeda, ada negara yang lebih cepat menetapkan Idul Adha dan ada yang menunggu hingga malam sebelum hari raya.

  • Keputusan otoritas keagamaan

Setiap negara memiliki lembaga resmi yang menentukan awal bulan hijriah. Arab Saudi memiliki Mahkamah Agung dan komite rukyat, sedangkan negara lain memiliki dewan atau organisasi Islam masing-masing. Berkat aturan dan keputusan tiap otoritas berbeda, terkadang ada komunitas dalam satu negara yang merayakan Idul Adha pada hari yang tidak sama.

3. Kapan Idul Adha 2026?

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan Idul Adha 1447 H melalui sidang isbat yang digelar pada akhir bulan Zulkaidah. Penentuannya menggunakan metode hisab dan rukyat dengan kriteria MABIMS, yakni hilal dianggap memenuhi syarat terlihat jika memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Nah, dari Kalender Hijriah Indonesia terbitan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI awal Zulhijah jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha diprediksi berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.

Sementara itu, Muhammadiyah sudah menetapkan tanggal Idul Adha melalui Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 menggunakan metode hisab dengan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Di sisi lain, Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti hasil rukyatul hilal untuk penetapan resminya. Namun, berdasarkan Almanak NU yang dirilis Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro, perayaan Idul Adha berlangsung bersamaan dengan versi pemerintah dan Muhammadiyah.

Jadi, kenapa tanggal Masehi Idul Adha selalu maju berkaitan dengan penggunaan kalender hijriah yang mengikuti siklus bulan. Mengingat jumlah harinya lebih sedikit dibanding kalender Masehi, tanggal Idul Adha pun terus bergeser setiap tahun. Semoga penjelasan ini bisa menjawab rasa penasaranmu, ya.

FAQ seputar kenapa tanggal Masehi Idul Adha selalu maju

Kenapa tanggal Idul Adha selalu berubah setiap tahun?

Karena kalender Islam menggunakan sistem hijriah yang berdasarkan peredaran bulan, bukan matahari seperti kalender Masehi.

Apakah tanggal Idul Adha ditentukan lewat sidang isbat?

Di Indonesia, pemerintah menetapkan Idul Adha melalui sidang isbat yang dilakukan Kementerian Agama.

Kenapa ada negara yang merayakan Idul Adha berbeda hari?

Karena metode penentuan awal bulan hijriah di setiap negara bisa berbeda, seperti rukyat dan hisab.

Referensi

"Why Do Eid Dates Vary?". Embrace Relief. Diakses Mei 2026.

Share Article
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana

Related Articles

See More