Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sejarah Viking Row hingga Jadi Chant Khas Norwegia
Selebrasi The Viking Row tim nasional Norwegia saat meraih kemenangan. (olympics.com)
  • Viking Row diciptakan oleh suporter Ole Frøystad pada 2025 sebagai selebrasi sederhana yang menggambarkan kekompakan pendukung Norwegia melalui gerakan mendayung dan teriakan 'Ro!'.
  • Chant ini terinspirasi dari semangat kerja sama bangsa Viking dalam mengayuh kapal panjang, lalu menjadi simbol kebersamaan dan kebanggaan nasional di stadion.
  • Popularitas Viking Row melonjak saat Piala Dunia 2026 berkat viral di media sosial, menjadikannya ikon baru sepak bola Norwegia yang menonjolkan persatuan dan semangat pantang menyerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau kamu mengikuti Piala Dunia 2026, kemungkinan besar pernah melihat ribuan pendukung Norwegia duduk sambil mengayunkan tangan seperti sedang mendayung kapal. Di sela-sela gerakan itu, mereka serempak meneriakkan kata, "Ro!", diiringi tabuhan drum dan suara tanduk Viking.

Sekilas, banyak orang mengira ritual tersebut berasal dari zaman bangsa Viking. Padahal, faktanya Viking Row bukan tradisi kuno yang diwariskan selama berabad-abad, melainkan sebuah chant modern yang baru diciptakan beberapa waktu lalu. Meski begitu, gerakan sederhana ini berhasil menjadi simbol kebanggaan nasional Norwegia dan viral di seluruh dunia. Lantas, bagaimana sejarah Viking Row hingga akhirnya dikenal sebagai chant khas Norwegia?

1. Berawal dari ide seorang suporter sepak bola

Viking Row lahir dari ide seorang suporter Norwegia bernama Ole Frøystad. Menjelang akhir 2025, ia membayangkan sebuah selebrasi yang sederhana tetapi mudah diikuti ribuan orang di stadion.

Inspirasinya datang dari kapal panjang (longship) milik bangsa Viking. Kapal tersebut digerakkan oleh puluhan pendayung yang bergerak secara serempak. Frøystad merasa gerakan mendayung itu bisa menjadi simbol kekompakan para pendukung sepak bola.

Ide tersebut kemudian ia ajukan kepada Oljeberget, kelompok suporter utama tim nasional Norwegia. Bersama-sama mereka menyempurnakan koreografi agar nyaman dilakukan di tribun stadion. Para suporter cukup duduk, menggerakkan tangan seolah mendayung, lalu meneriakkan kata "Ro!" mengikuti irama.

Chant ini pertama kali digunakan dalam laga uji coba awal 2026. Karena gerakannya unik dan mudah dikenali, video Viking Row dengan cepat menyebar di media sosial.

2. Terinspirasi dari warisan bangsa Viking

Meskipun diciptakan baru-baru ini, Viking Row memang sengaja mengambil inspirasi dari sejarah maritim Norwegia. Bangsa Viking dikenal sebagai pelaut ulung yang menjelajahi Eropa menggunakan kapal panjang. Agar kapal melaju cepat, seluruh pendayung harus bergerak secara sinkron. Semangat kerja sama inilah yang ingin dihidupkan kembali melalui Viking Row.

Gerakan mendayung dipilih karena mudah ditiru ribuan orang sekaligus. Ketika seluruh tribun bergerak serempak, suasana stadion menjadi jauh lebih megah sekaligus memberi tekanan psikologis kepada tim lawan.

3. Bagaimana cara melakukan Viking Row

Kendati terlihat sederhana, Viking Row memiliki urutan yang cukup khas sehingga semua orang bisa bergerak secara kompak. Biasanya ritual dimulai dengan bunyi tanduk Viking atau aba-aba dari pemimpin chant. Setelah itu, seorang drummer memukul drum dua kali sebagai tanda bahwa gerakan mendayung akan dimulai.

Ketika aba-aba diberikan, seluruh suporter duduk dan menggerakkan kedua tangan seperti sedang menarik dayung kapal. Setiap satu ayunan diikuti teriakan singkat, "Ro!", yang dalam bahasa Norwegia berarti "mendayung".

Saat tim nasional Norwegia tampil di Piala Dunia 2026, kapten Martin Ødegaard kerap memimpin Viking Row bersama para pemain setelah pertandingan. Sementara Erling Haaland sering ikut memainkan drum untuk menjaga irama, sehingga ritual tersebut menjadi semakin ikonik.

4. Viral berkat Piala Dunia 2026

Popularitas Viking Row melonjak drastis selama perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026. Video ribuan pendukung yang bergerak serempak di stadion beredar luas di TikTok, Instagram, hingga X. Chant tersebut banyak disorot karena tampilannya sangat dramatis dan mudah dikenali hanya dalam beberapa detik.

Tak hanya dilakukan di stadion, Viking Row juga mulai muncul di fan zone, alun-alun kota, hingga tempat nobar. Efek viral ini membuat Viking Row dikenal jauh melampaui Norwegia. Banyak suporter negara lain penasaran dan ikut menirukan gerakannya.

5. Dari simbol perang menjadi simbol persatuan

Menariknya, Viking Row juga mengubah cara banyak orang memandang warisan bangsa Viking. Selama ini, bangsa Viking sering digambarkan sebagai perompak yang menyerang wilayah Inggris dan Eropa antara abad ke-8 hingga ke-11. Namun, melalui Viking Row, citra tersebut bergeser menjadi simbol kekompakan, keberanian, semangat pantang menyerah, dan kebersamaan.

Gerakan mendayung bersama menunjukkan bahwa sebuah tujuan hanya bisa dicapai jika semua orang bergerak dalam ritme yang sama. Filosofi itu sangat cocok dengan olahraga sepak bola yang mengandalkan kerja sama tim.

Apakah Viking Row akan tetap populer setelah Piala Dunia 2026 berakhir? Jawabannya bergantung pada para suporter Norwegia sendiri. Selama ritual ini terus dilakukan di pertandingan domestik maupun ajang internasional, bukan tidak mungkin Viking Row akan dikenang sebagai salah satu identitas baru sepak bola Norwegia selama bertahun-tahun mendatang.

Referensi

ESPN. Diakses pada Juli 2026. How Norway's 'Viking Row' was Made, and Then Took Over The World Cup
History Extra. Diakses pada Juli 2026. Norway’s ‘Viking Row’: The Real History behind The World Cup Football Chant
NPR. Diakses pada Juli 2026. The Viking Chant That Became Norway's World Cup Rallying Cry
The Sun. Diakses pada Juli 2026. VI-KINGS What is Norway’s Viking Row, and How did The Boat Chant Originate?

Curated For You

Editorial Team

Related Article