Perubahan sering kali terasa paling nyata bukan saat ia datang tiba-tiba, melainkan ketika ia berlangsung perlahan. Di pesisir utara Pulau Jawa, perubahan itu hadir dalam bentuk yang nyaris tak kasat mata. Tanah yang perlahan turun, sentimeter demi sentimeter, tahun demi tahun. Di saat yang sama, laut juga terus naik, meski dengan ritme yang lebih lambat.
Fenomena ini mungkin terdengar sepele, tapi dampaknya jauh dari kata sederhana. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances, para ilmuwan menemukan bahwa kombinasi antara penurunan tanah dan kenaikan permukaan laut menciptakan ancaman yang jauh lebih besar daripada yang selama ini kita bayangkan.
Penelitian tersebut menggunakan pengamatan radar satelit untuk menghasilkan penilaian resolusi tinggi tentang penurunan tanah di seluruh Pulau Jawa dan mengevaluasi kontribusinya terhadap perubahan RSL (Rising Sea Level) abad ke-21. Temuan ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan penurunan tanah ke dalam penilaian risiko dan adaptasi permukaan laut di wilayah pesisir yang rentan.
