Dahulu kala, Imperium Britania Raya, yang mulai memperkuat kedudukannya di seluruh dunia selama abad ke-16, berkuasa sebagai kekaisaran terbesar di dunia. Setelah penyerahan Hong Kong pada Juli 1997, negara adidaya yang dulunya selalu hadir itu menjadi bagian dari sejarah, dengan menyoroti misi-misi heroik dan "beradab" yang dilakukannya di seluruh dunia pada puncak kekuasaannya. Tapi, kebenarannya lebih kompleks.
Yap, dikutip Historic UK, Imperium Britania Raya terkenal karena menghapus perbudakan sebelum beberapa pesaingnya, seperti Amerika Serikat, terbentuk. Jadi, lebih dari 40.000 pemilik budak mendapatkan kompensasi finansial. Pada tahun 1829, otoritas Imperium Britania Raya melarang praktik sati Hindu—ketika seorang janda membakar dirinya hidup-hidup di atas tumpukan kayu bakar pemakaman suaminya di India. Namun, pada saat yang sama, Imperium Britania Raya menguras sumber daya berharga di India untuk kepentingannya. Akibatnya, India mengalami krisis pangan dan rakyatnya menderita kelaparan mengerikan pada tahun 1876—1878, yang menewaskan jutaan orang.
Mitos yang tersebar luas tentang Imperium Britania Raya yang ramah dan membawa sifat baik hati ke mana pun ia berlayar, harus kembali diteliti dan dikritisi. Seperti penakluk kekaisaran lainnya yang pernah ada, Imperium Britania Raya punya kekuatan yang kejam dan kolosal, seperti yang dibuktikan oleh sejarahnya yang panjang dan berdarah dari abad ke abad. Dari menggunakan taktik brutal untuk menghancurkan banyaknya pemberontakan di seluruh koloninya, dan secara kejam menargetkan identitas budaya suatu populasi, hingga tidak berbuat banyak untuk meringankan kelaparan yang terjadi di wilayah yang mereka duduki. Berikut ini adalah sejarah kelam Imperium Britania Raya yang harus kamu ketahui.
