2 Musim MVP Shai Gilgeous-Alexander di NBA, Apa Bedanya?

- Shai Gilgeous-Alexander meraih gelar MVP NBA 2025/2026 secara beruntun dengan efisiensi permainan meningkat, termasuk akurasi tembakan tertinggi karier dan predikat Clutch Player of the Year.
- Persaingan MVP musim 2025/2026 lebih ketat dengan kehadiran Nikola Jokic, Victor Wembanyama, Luka Doncic, dan Cade Cunningham, namun Shai tetap unggul dengan 83 suara posisi pertama.
- Gilgeous-Alexander mencetak rekor baru seperti rentetan 140 game mencetak minimal 20 poin dan menjadi guard pertama yang rata-rata mencetak 30 poin dengan efisiensi field goal di atas 55 persen.
Shai Gilgeous-Alexander terus menunjukkan dominasinya. Ia dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) NBA 2025/2026 pada Minggu (17/5/2026). Gilgeous-Alexander resmi menjadi pemain ke-14 dalam sejarah NBA yang meraih gelar MVP beruntun.
Trofi MVP NBA 2025/2026 dan 2024/2025 milik Gilgeous-Alexander memang mengandung makna yang sama sebagai pemain terhebat. Namun, mereka tetap mempunyai ciri khasnya masing-masing. Mulai dari statistik hingga level persaingan, berikut perbedaan kedua musim MVP Shai Gilgeous-Alexander di NBA.
1. Permainan Shai Gilgeous-Alexander lebih efisien pada 2025/2026
Perbedaan pertama yang mencolok dari performa Shai dalam 2 musim terakhir adalah efisiensi. Pada 2025/2026, ia mencatat akurasi field goal 55,3 persen, meroket dari musim lalu (51,9 persen). Itu sekaligus menjadi catatan tertinggi sepanjang kariernya. Hal serupa juga terlihat dalam persentase tripoin masuknya. Dari 37,5 persen pada 2024/2025, angka tersebut meningkat jadi 38,6 persen musim ini.
Capaian-capaian Gilgeous-Alexander pada 2025/2026 itu ia wujudkan sembari mengambil lebih sedikit tembakan. Musim ini, ia mencoba untuk menembak sebanyak 19,4 kali. Sedangkan pada 2024/2025, Gilgeous-Alexander memimpin seluruh pemain NBA dalam kategori yang sama (21,8 kali). Rataan poinnya menurun tipis dari 32,7 poin jadi 31,1 poin pada 2025/2026.
Ketika berada dalam situasi krusial, Gilgeous-Alexander tampil lebih gemilang musim ini. Ia berhasil mengumpulkan total 175 poin di momen clutch, jauh lebih banyak dibanding perolehan pada musim MVP pertamanya (67 poin). Dengan itu, Gilgeous-Alexander juga sekaligus dinobatkan sebagai Clutch Player of the Year NBA 2025/2026.
2. Persaingan MVP jauh lebih bervariasi musim ini
Sejak 2024/2025, Shai Gilgeous-Alexander selalu difavoritkan untuk mengamankan gelar MVP NBA. Kendati demikian, dalam perjalanannya, ia tetap harus menghadapi beberapa penantang yang kuat. Persaingannya pun semakin beragam dan menarik pada 2025/2026 ini.
Pada awal musim reguler, Nikola Jokic sempat mengimbangi Gilgeous-Alexander dengan torehan 32 poin, 11,7 rebound, dan 11 assist pada November serta 30,6 poin, 11,8 rebound, dan 11 assist pada Desember. Namun, Jokic mengalami cedera kaki pada akhir Desember yang membuatnya harus absen sebulan. Setelah itu, nama Cade Cunningham dan Jaylen Brown mulai sering dibacarakan sebagai kandidat MVP dari Wilayah Timur.
Perebutan MVP NBA 2025/2026 jadi semakin ketat ketika Victor Wembanyama (26,8 poin, 12 rebound) dan Luka Doncic (37,5 poin, 8 rebound, 7,4 assist) tampil fenomenal sepanjang Maret. Doncic kemudian kehilangan posisinya setelah menderita cedera dan kalah telak (139-96) dari Gilgeous-Alexander dan Oklahoma City Thunder pada 2 April 2026. Akhirnya, Gilgeous-Alexander tetap tangguh dengan 83 suara posisi pertama, disusul Jokic dengan 10 suara, Wembanyama 5 suara, dan Cunningham 2 suara.
Musim lalu, hanya Shai Gilgeous-Alexander dan Nikola Jokic yang jadi aktor utama dalam persaingan trofi MVP. Gilgeous-Alexander mengoleksi 71 suara posisi pertama, sedangkan Jokic 29 suara. Kala itu, Gilgeous-Alexander berhasil membawa Thunder memenangi 68 dari total 82 game pada musim reguler. Di sisi lain, Jokic menduduki peringkat tiga besar dalam rataan poin (29,6), rebound (12,7), dan assist (10,2).
3. Trofi MVP NBA 2025/2026 menyimpan lebih banyak rekor bergengsi
Seluruh gelar MVP NBA Shai Gilgeous-Alexander diwarnai dengan dominasi yang tegas. Terdapat berbagai sejarah yang telah ia ukir dalam 2 musim terakhir. Akan tetapi, rekor-rekornya pada 2025/2026 disebut-sebut memiliki nilai yang lebih berarti untuk menguatkan namanya sebagai salah satu pemain NBA terhebat dalam sejarah.
Pada 2024/2025, Gilgeous-Alexander berhasil memecah rekor rentetan 20 poin terbanyak (72 game) dalam semusim milik Wilt Chamberlain pada 1963/1964. Musim ini, dia berhasil memperpanjang rentetan tersebut hingga 140 game secara keseluruhan, terbanyak dalam sejarah NBA. Gilgeous-Alexander juga merupakan pemain guard pertama dalam sejarah NBA yang mampu mencatat rataan setidaknya 30 poin dengan efisiensi field goal lebih dari 55 persen.
Shai Gilgeous-Alexander telah memberikan permainan yang fantastis pada musim MVP pertamanya. Ia kemudian berhasil membuat performanya jadi semakin legendaris lagi pada 2025/2026. Apakah Gilgeous-Alexander mampu memenangi lebih banyak gelar MVP NBA pada masa depan?



















