Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

26 Petarung Bakal Saling Hajar di Prime Kumite Championship 3

Prime Kumite Championship 3 siap mengguncang GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, pada Minggu (1/2/2026). (Dok. Prime Kumite Championship).
Prime Kumite Championship 3 siap mengguncang GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, pada Minggu (1/2/2026). (Dok. Prime Kumite Championship).
Intinya sih...
  • Partai utama Prime Kumite Championship 3 diwarnai dengan batalnya Aziz Calim dan pergantian oleh Randi Fabian untuk menantang Eko Roni.
  • Prime Kumite Championship 3 menjadi wadah bagi atlet unjuk gigi dengan latar belakang mentereng, tanpa kehadiran influencer atau artis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Prime Kumite Championship 3 siap mengguncang GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, pada Minggu (1/2/2026). Sebanyak 26 petarung tangguh akan saling hajar dalam 13 partai panas.

CEO Prime Kumite Championship, Umar Hasan, memastikan gelaran kali ini murni prestasi. Itu karena ajang tersebut diikuti oleh deretan petarung yang berstatus atlet, bukan influencer.

1. Aziz Calim batal beraksi

Partai utama akan mempertemukan Deni Arif kontra Alan Lolo, serta duel menarik antara Vincent Madjid melawan pemegang sabuk Open Weight, Harianja Pukmes. Namun, perubahan mendadak terjadi dalam co-main event, sebab mundurnya Aziz Calim karena sakit.

Posisi Aziz akhirnya digantikan oleh Randi Fabian. Dia menantang Eko Roni di atas ring. Tanpa Aziz, Hasan memastikan Prime Kumite Championship 3 akan tetap berjalan panas.

"Meskipun Aziz mundur karena sakit, event ini tetap berlangsung sesuai rencana, show must go on," ujar Umar Hasan dalam keterangannya.

2. Wadah buat atlet unjuk gigi, bukan ajang cari sensasi

Umar menegaskan, para petarung yang terlibat memiliki latar belakang mentereng. Mulai dari juara SEA Games, PON, hingga jebolan One Pride dan Brave FC.

Selain itu, ada pula prajurit TNI dan Polri yang siap unjuk gigi dengan standar profesionalitas tinggi. Hal ini dilakukan karena Prime Kumite ingin mengembangkan ekosistem combat sport seutuhnya, tanpa batasan bela diri.

"Karena jika kita membatasi diri dengan karate, maka kita tidak bisa mengembangkan combat sport seutuhnya. Tidak ada influencer maupun artis di event ini," kata Umar Hasan.

3. Pengawasan ketat standar KOBI

Kejuaraan ini berjalan di bawah pengawasan ketat Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI), guna memastikan regulasi dan keselamatan atlet. KOBI menegaskan komitmennya untuk mendukung seluruh cabang combat sport di tanah air, tak terbatas hanya pada MMA saja.

"Semoga pertandingannya aman dan para warriors bisa menampilkan pertarungan spektakuler," kata perwakilan KOBI, Wiwid Sanshou.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in Sport

See More

4 Bek Brasil yang Pernah Berkostum Tottenham per 30 Januari 2026

31 Jan 2026, 07:34 WIBSport