Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Acosta yang Jadi Masa Depan MotoGP, Geser Era Marquez

2 min read
Acosta yang Jadi Masa Depan MotoGP, Geser Era Marquez
Pembalap Red Bull KTM Factory Racing asal Spanyol, Pedro Acosta, melaju di lintasan saat hari kedua tes pra-musim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Buriram, Buriram, 22 Februari 2026. (Foto: Lillian SUWANRUMPHA/AFP)
  • Pedro Acosta meraih kemenangan perdana MotoGP di Austria 2026 bersama KTM, setelah mengatasi berbagai masalah tim di Red Bull Ring.

  • Ricard Jové menilai revisi mesin KTM meningkatkan performa, tetapi determinasi kuat Acosta menjadi faktor pembeda bagi pembalap yang kini berada di posisi keempat klasemen.

  • Acosta sempat melakukan kesalahan konsumsi bahan bakar saat Sprint Race, namun kemenangannya dinilai menjadi momentum KTM dan memperkaya persaingan MotoGP.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - MotoGP Austria 2026 jadi momen yang telah lama dinantikan Pedro Acosta. Dia meraih kemenangan perdananya di kelas MotoGP, yang membuat Marc Marquez tak ragu menyebutnya sebagai wajah masa depan dari balapan motor paling bergengsi di dunia itu.

Acosta mampu mengatasi berbagai persoalan yang dialami KTM untuk meraih kemenangan di Red Bull Ring. Sementara itu, Marquez menjalani akhir pekan yang sulit di Austria.

  1. 1. Tekad Acosta menjadi pembeda

    Menurut pengamat MotoGP Ricard Jove, kemenangan Acosta sebenarnya bukan sebuah kejutan. Dia menilai performa KTM memang menunjukkan perkembangan, terutama setelah mesin mengalami revisi.

    "Motornya telah meningkat. Jelas, sejak mesinnya direvisi, putarannya bertambah 500 rpm dan itu terlihat. KTM lainnya juga telah meningkat, dan Pol (Espargaro) juga tampil bagus," ujar Jove, dilansir Motosan.

    Namun, Jove menilai peningkatan motor bukan satu-satunya faktor yang membuat Acosta menang. Pembalap berusia 21 tahun itu memiliki determinasi yang menjadi pembeda.

    "Saya ingin menekankan sekali lagi bahwa perbedaan antara Pedro (Acosta), yang berada di urutan keempat dalam kejuaraan, adalah tekadnya. Dia punya tekad yang kuat," kata Jove.

  2. 2. Sempat gagal di Sprint Race

    Jove juga menyoroti perjalanan Acosta sepanjang akhir pekan. Pembalap KTM itu tampil dominan dalam sesi latihan bebas. Namun, Acosta justru gagal tampil maksimal dalam Sprint Race.

    "Dia gagal karena memanipulasi konsumsi bahan bakar, berpindah ke gigi ekstra, membuat kesalahan, dan menyelesaikan balapan dengan gigi ekstra. Itu kesalahannya, oke," ujar Jove.

  3. 3. Kemenangan Acosta jadi momentum untuk KTM

    Jove menilai kemenangan tersebut sangat layak didapatkan Acosta sekaligus menjadi hasil dari kerja keras KTM setelah melalui periode sulit.

    Menurutnya, kemenangan tersebut juga bisa memberikan momentum tambahan bagi persaingan MotoGP. Dia menilai performa KTM yang mulai membaik membuat persaingan kejuaraan semakin menarik.

    "Itu juga memberi kami banyak momentum, karena dalam kejuaraan ini kami memiliki elemen lain yang dapat membantu atau menghambat satu tim atau tim lainnya. Jadi, untuk tontonan, ini fantastis," katanya.

    Jove juga melihat perkembangan tersebut sebagai pertanda positif untuk masa depan MotoGP. Dia mengacu pada pernyataan Marquez mengenai kondisi persaingan di kelas utama.

    "Untuk masa depan, saya pikir Marquez mengatakannya dengan sangat baik, masa kini dan depan yang sangat jelas untuk MotoGP adalah Acosta," ujar Jove.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More