Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Antonio Inoki, Legenda Gulat Jepang yang Bebaskan Sandera di Irak
ilustrasi ring (unsplash.com/Anastase Maragos)
  • Antonio Inoki adalah legenda puroresu, pelopor Strong Style, dan pendiri New Japan Pro-Wrestling yang kemudian memanfaatkan reputasinya dalam aktivitas politik.
  • Saat Irak menginvasi Kuwait pada 1990 dan menyandera warga Jepang, Inoki melobi pemerintah Irak secara mandiri ketika negosiasi resmi untuk 41 sandera tersisa buntu.
  • Inoki menggelar Festival Perdamaian di Baghdad pada 2–3 Desember 1990; pemerintah Irak kemudian mengumumkan pembebasan 41 sandera Jepang pada 5 Desember.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nama Antonio Inoki tak asing lagi di kancah gulat profesional Jepang (puroresu). Ia adalah legenda yang memelopori aliran strong style dan memadukan gulat dengan seni bela diri hingga membesarkan puroresu ke tingkat popularitas baru. Dari tangannya, lahir New Japan Pro-Wrestling (NJPW), promosi gulat raksasa yang dalam sejarah panjangnya pernah bekerja sama dengan WCW hingga WWF (kini WWE).

Legenda puroresu yang lahir di Yokohama, Prefektur Kanagawa, 20 Februari 1943 tersebut sebenarnya tidak hanya berbakat untuk urusan pertarungan dalam ring. Pada masa senja kariernya, Inoki terlibat dalam beberapa aktivitas politik tingkat tinggi memanfaatkan reputasinya. Salah satu yang paling diingat saat dirinya membantu pembebasan warga negara Jepang yang menjadi sandera ketika Irak menginvasi Kuwait pada 1990.

1. Invasi Irak ke Kuwait pada Agustus 1990 dibarengi penyanderaan 213 warga negara Jepang

Irak, di bawah pemerintahan Presiden Saddam Hussein, menginvasi Kuwait pada 2 Agustus 1990. Dilansir Imperial War Museums, keputusan tersebut didorong beberapa hal, termasuk tuduhan Kuwait memproduksi minyak yang melebihi batas yang sudah ditetapkan organisasi perdagangan internasional, OPEC. Lalu, turut pula tuduhan Kuwait mencaplok ladang minyak Rumaila yang berada di daerah perbatasan.

Dalam invasi tersebut, militer Irak menyandera 213 warga negara Jepang yang bekerja di Kuwait. Mereka kemudian dipindahkan secara paksa ke Baghdad, ibu kota Irak, dan disebar ke beberapa fasilitas penting sebagai perisai hidup dari serangan udara militer Amerika Serikat. Menjelang akhir November 1990, para sandera secara bertahap dibebaskan berkat misi diplomasi khusus yang melibatkan mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone, ke Irak. Di sinilah Inoki juga memainkan perannya dengan cara unik.

2. Antonio Inoki menggelar Festival Perdamaian di Irak untuk membantu pembebasan sandera

Negosiasi resmi yang dilakukan Kementerian Luar Negeri Jepang untuk membebaskan sisa 41 sandera sempat menemui jalan buntu. Antonio Inoki, saat itu berstatus anggota majelis tinggi parlemen Jepang (House of Councillors) dari Partai Olahraga dan Perdamaian (Sports and Peace Party) memilih bertindak atas inisiatif pribadi. Ia melobi pemerintah Irak secara mandiri dan tidak mengatasnamakan pemerintah Jepang. Dalam waktu singkat, sebuah acara olahraga berhasil dirancang Inoki dan NJPW.

Dilansir NPR, pada akhir November 1990, ia menyewa pesawat penerbangan komersial menggunakan dana pribadi untuk membawa 46 keluarga sandera dari Jepang menuju Bagdad. Di sana, Inoki menggelar acara bertajuk Festival Perdamaian (Peace Festival) pada 2–3 Desember 1990 di Saddam Arena (kini Baghdad Gymnasium). Festival dua hari ini menghadirkan pertandingan gulat profesional dari NJPW, seni bela diri karate, judo, pementasan drum tradisional taiko, hingga konser musik rock untuk menarik simpati publik dan pejabat Irak.

3. Aksi Antonio Inoki membuat pemerintah Irak membebaskan sisa 41 warga negara Jepang

Melalui festival tersebut, sebuah surat terbuka turut disampaikan. Dilansir Inoki Genki, Antonio Inoki berhasil menjalin komunikasi langsung dengan Uday Hussein, putra Saddam Hussein yang saat itu menjabat sebagai Menteri Olahraga Irak. Dialog pun dilakukannya dengan sejumlah pejabat tinggi rezim Saddam Hussein. Pendekatan budaya ternyata berhasil melunakkan sikap pemerintah Irak.

Pada 5 Desember 1990, Uday Hussein secara resmi mengumumkan pembebasan sisa 41 sandera warga negara Jepang atas perintah khusus Saddam Hussein. Kabar ini disambut gembira para keluarga sandera yang sempat frustrasi atas lambannya kinerja pemerintah Jepang. Beberapa hari setelahnya, rezim Irak membebaskan ribuan sandera asing lainnya tepat sebelum Perang Teluk (intervensi militer Amerika Serikat) meletus.

4. Setelah Irak, Antonio Inoki kemudian menggelar Festival Perdamaian di Korea Utara pada 1995

Setelah pembebasan sandera di Irak, pamor politik Antonio Inoki melesat hingga terpilih kembali ke parlemen Jepang pada 1992. Namun, karier politik dan bisnisnya sempat terguncang skandal keuangan serta kekalahan di Pemilu 1995. Ia akhirnya bangkit dan kembali terpilih sebagai anggota parlemen pada 2013.

Di arena gulat, Inoki menggelar Festival Perdamaian pada 1995 di Korea Utara, yang merupakan hasil kerja sama dua entitas promosi gulat profesional, yakni NJPW dan WCW. Ini menjadi acara gulat dengan rekor penonton terbanyak sepanjang sejarah, sebab mencapai 315 ribu orang. Inoki resmi pensiun dari ring pada 1998, lalu mendirikan promosi Inoki Genome Federation (IGF) pada 2007 yang berfokus kepada pertandingan bela diri campuran (MMA).

Meski dalam bentuk unofficial diplomacy (diplomasi tak resmi), peran Inoki dalam pembebasan warga negara Jepang pada 1990 terus diingat hingga sekarang. Terlebih ia turut membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi alat diplomasi efektif. Hingga wafatnya pada Oktober 2022, Inoki tetap diingat sebagai sosok pegulat puroresu berpengaruh untuk banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article