Kontroversi Piala Dunia, Legenda FIFA Ikut Sentil Gianni Infantino

- Legenda FIFA mengkritik Gianni Infantino dan menilai masa kepemimpinannya perlu berakhir setelah inisiatif FIFA Forward Enterprises membuka peluang penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta.
- Mereka menilai FFE membawa sepak bola ke arah kapitalisme, mengancam nilai permainan, serta meminggirkan suporter yang dianggap fondasi utama ekosistem dan bisnis sepak bola.
- Legenda FIFA menyebut keputusan besar diambil tanpa konsultasi pemain maupun suporter, lalu meminta federasi dan konfederasi bersatu mendorong perubahan struktural dalam kepemimpinan FIFA.
Jakarta, IDN Times - Para legenda sepak bola dunia, yang tergabung dalam FIFA Legends, akhirnya ikut bersuara terkait kontroversi Presiden Gianni Infantino. Mereka mengaku mulai jengah dengan kepemimpinan Infantino karena telah mengambil keputusan yang terlewat batas.
Sederet legenda FIFA itu menyatakan masa kepemimpinan Infantino sudah seharusnya berakhir. Ketika menginisiasi program FIFA Forward Enterprises (FFE) demi menjual saham Piala Dunia kepada pihak swasta, Infantino, menurut legenda FIFA, sudah membawa sepak bola ke dalam jurang kapitalisme dan berpotensi merusak nilai-nilai luhur dalam permainan.
"Sebagai pemain, sepak bola sudah memberikan kami segalanya. Kami juga mengerahkan segalanya untuk menghidupkan sepak bola. Antara kita, kami telah memainkan segala pertandingan di berbagai level dan mengenakan jerset tim nasional dengan segala kebanggaan," begitu pernyataan resmi para legenda FIFA, dilansir Daily Mirror.
1. Eksistensi suporter telah dipinggirkan
Tak cuma itu, legenda FIFA merasa FFE telah mengesampingkan eksistensi suporter dalam ekosistem sepak bola. Padahal, suporter merupakan elemen terpenting dalam membangun bisnis sepak bola di seluruh dunia.
"Kita tahu segala pencapaian tak bisa diraih tanpa fans yang begitu bergairah dan berkomitmen pada fondasi di pertandingan ini. Kami berbagi perhatian yang sama, seperti jutaan fans di seluruh dunia. Kami telah menonton sejumlah pertandingan yang telah dijauhkan dari nilai utamanya di bawah kepemimpinan sekarang," lanjut pernyataan para legenda FIFA.
2. Bukti arogansi Infantino
FFE, menurut para legenda FIFA, menjadi bukti arogansi Infantino dan jajarannya di dalam organisasi. Mereka, ditegaskan para legenda FIFA, mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dengan elemen-elemen penting seperti pemain hingga suporter.
"Sejak lama, kita melihat banyak keputusan besar diambil tanpa berkonsultasi dan mempertimbangkan pemain, atau tanpa memedulikan suporter. Perubahan dibutuhkan. Kekuatan telah mengaburkan kemampuan pemimpin saat ini antara kepentingan dan apa yang terbaik untuk sepak bola. Apa yang terjadi sekarang membuat orang-orang tidak mungkin untuk diam. Sudah cukup," begitu pernyataan legenda FIFA.
3. Berharap seluruh anggota bersikap
Para legenda FIFA meminta agar seluruh anggota bisa bersikap tegas. Mereka juga berharap federasi dan konfederasi di seluruh dunia bisa bersatu untuk menciptakan perubahan dalam kepemimpinan FIFA saat ini, demi kebaikan sepak bola di masa mendatang.
"Masih banyak orang di sekitar FIFA yang mau membangun kepercayaan, tapi era baru diperlukan demi perubahan struktural yang nyata, mampu bilang kepada para pemain dan suporter bagaimana sepak bola dijalankan. Mereka yang melangkah ke lapangan, duduk di tribun, layak bersuara untuk membangun ulang masa depan sepak bola. Komunitas sepak bola sudah diam sejak lama. Untuk fans, pemain, dan kebaikan sepak bola, kami tak bisa diam," tulis legenda FIFA.











![[WANSUS] Golf, Yips, dan Mimpi Besar Luke Evan Moore](https://image.idntimes.com/post/20260823/whatsapp-image-2026-08-23-at-15_5d3b6901-ac43-46ce-9f8c-57d5bf97d83a.jpeg)








